
BONUS LIVE VIDEO : https://d0000d.com/d/s1tua7kl1xy8
"Aah... Mama Rasti, mulutnya jodoh banget nih ama kontol gue!"5724Please respect copyright.PENANAmahPuDanDr
"Lonte pintar... sepongannya ajiibb... anjirrr!"5724Please respect copyright.PENANA4wJoN038A7
Disekolahin di mana sih mulutnya kok pinter banget.. Emang lontee top... aahhh...!"5724Please respect copyright.PENANAAsEV7l0PYC
Sejenak Rasti berhenti dan menoleh pada Robi. "Kamu kok diam di situ? Ayo sinii..." senyum Rasti membuat Robi blingsatan. Sayang sekali penisnya masih saja lunglai.5724Please respect copyright.PENANAnuP94GUiVL
5724Please respect copyright.PENANAh0Cj0P2xIN
"Dia udah ngecrot duluan tadi, lo fokus aja ke kontol-kontol kita. Ha ha ha...!"5724Please respect copyright.PENANAExdA7E5aXR
Tapi Rasti tidak mempedulikan kata-kata itu, dia beranjak dan menarik tangan Robi. "Sini serahin sama mama Rasti." Ucapnya sambil mengedipkan mata. Tanpa sempat Robi berkata-kata karna salah tingkah, Rasti sudah mulai mentreatment penis Robi sedemikian rupa. Bibir, lidah dan gigi serinya semua bekerja.Bahkan tangannya yang tampak bergerak random, sebenarnya dengan lihai memberi sentuhan-sentuhan pada titik-titik tertentu yang sensitif pada tubuh Robi. "Duh ni kontol tadi bener-bener dikuras ya? Kering begini. Hi hi hi..."Goda Rasti. Kini Rasti benar-benar unjuk keahliannya sebagai lonte. Dia terus beraksi, dan.. Robi mulai mendesah dan mengerang keenakan, pelan tapi pasti, penisnya mulai menegang kembali. "Aaahhh mama Rasti lonteee.. enak banget..!" Desah Robi takjub.5724Please respect copyright.PENANA63TvpcnSPo
"Woew.. tegang lagi! Kerja bagus, ga malu-maluin sebagai lonte! Ha ha ha!"5724Please respect copyright.PENANAA9rhFRUFpS
"Sialan, tau gini tadi gue crot-in juga ni lonte, nyesel gue..." ucap Dimas iri melihat Robi yang cengar-cengir aja.5724Please respect copyright.PENANA0fLwH0Uvc9
5724Please respect copyright.PENANAcRtaqUdI7E
Rasti sendiri tersenyum puas dengan hasil kerjanya. Dia mengerling genit kepada Obet, Bari, dan Dimas. Dengan jari telunjuknya ia memberi kode pada mereka untuk kembali merapat. Tak perlu disuruh dua kali mereka semua langsung berebut berdiri di depan Rasti. Sambil tertawa menggoda, Rasti menangkap 2 penis dengan tangannya dan dikocok pelan. "Hi hi hi... Ga usah berebut dong, semua dapat jatah kok." Ucapnya. Rasti lalu kembali beraksi. Seakan rakus iamencaplok satu demi satu penis-penis yang disodorkan padanya. Pelayanan Rasti sungguh luar biasa, all out. Rasti sendiri memang merasa ada kerinduan tersendiri dimana dia kembali dikelilingi para hidung belang yang menjadikannya sebagai obyek seksual. Peran yang selama beberapa minggu terakhir ini hilang dalam kehidupannya kini kembali harus dia mainkan. Saking excitednya Rasti, membuat keempat teman Norman itu kelojotan minta ampun. Hanya dengan oral seks saja rasanya sudah begitu 'tersiksa'.5724Please respect copyright.PENANA7qCAZmLeiI
5724Please respect copyright.PENANAAugomuq6yC
"Aahhh ngilu kontol gue... anjiirr... udah... aahh gue mau keluaaarr... jangan...!" Obet yang saat ini sedang dihisap, mendesah-desah tak karuan. Rasanya seperti dilolosi tulangnya, dia berontak demi merasakan orgasmenya sudah sampai ujung. Tapi Rasti tak mau melepaskannya. Obet kelojotan pasrah, dia tak mau ngecrot duluan, tapi benar-benar tak berdaya. Namun sungguh di luar perkiraannya, berkali-kali dia merasa pejunya sudah di ujung siap menyembur, tapi dengan kehebatan jurus Rasti, orgasme itu tak kunjung tiba. Seakan mau meledak penisnya dia rasakan. Ngilu luar biasa sekaligus nikmat yang tak pernah dia rasakan sebelumnya.5724Please respect copyright.PENANA2dl1VUzCud
5724Please respect copyright.PENANAWk7C6JPUNg
"Gila ni lonte... Ganas abis! Pokoknya gue harus ngentotin memek lo! Anjirr hampir keluar gue tadi..."5724Please respect copyright.PENANAIiNx0RIbSG
5724Please respect copyright.PENANANA1g4JeBKK
"Hi hi hi, tapi ga keluar kan? Iya dong, mama Rasti kan juga maunya dientotin... awas lho kalo keluar duluan?" Goda Rasti binal. Di permainan berikutnya, Rasti bahkan menyuruh keempat anak itu meludahi mulutnya. Sungguh binal! Dengan antusias mereka pun menyumbangkan ludahnya satu-satu di mulut Rasti sambil tertawa-tawa."Entotin mulut mama dulu ya sebelum ke memek, yuuk..." pinta Rasti kemudian.5724Please respect copyright.PENANANsYfx53v7g
5724Please respect copyright.PENANAUwG3yQLaJ8
"Buset, ni lonte benar-benar pecun abis... Haus kontol! Makan nih!" Lagi-lagi Obet yang paling cepet menanggapi Rasti. Bukan dia yang paling nafsu, karena semuanya juga sama nafsunya, tapi Obetlah yang paling berani dan tidak ragu sama sekali untuk memperlakukan Rasti sebagai obyek pemuasnya. Sementara yang lain lebih banyak terpana dan terheran-heran dengan keliaran Rasti, seakan tak percaya hal ini benar-benar mereka alami, beda halnya dengan si Obet yang sebelum dipenjara memang sudah biasa main pelacur. Bedanya, Rasti benar-benar jauh di atas levelnya selama ini.5724Please respect copyright.PENANAoRD2hLvL1A
5724Please respect copyright.PENANANsd1Q5Lsg6
Lagi-lagi Dimas, Robi dan Bari dibuat tercengang dengan pemandangan yang mereka saksikan selanjutnya. Rasti dientot mulutnya dengan kasar oleh Obet. Adegan yang biasanya hanya mereka saksikan di film bokep kini tersaji live di depan mata mereka! Dan sikap Rasti sungguh luar biasa. Selama ini mereka mengira aksi mouthfuck ini tidak mengenakkan bagi pihak wanita. Apa yang mereka lihat di film bokep hanya akting belaka. Tapi kali ini mereka menyaksikan sendiri yang nyata. Rasti bahkan terlihat lebih buas dan rakus ketimbang bintang film bokep yang pernah mereka lihat. Memang tampaknya Rasti kepayahan di awal. Obet terlihat mendominasi. Kepala Rasti dipegangi sementara Obet memajumundurkan pinggulnya dengan cepat menyodok-nyodokkan penisnya di mulut Rasti. Sampai penuh dari ujung hingga pangkal penisnya menyeruak masuk memenuhi rongga mulut Rasti sampai kerongkongannya tanpa ampun.5724Please respect copyright.PENANACc8OCEgVtI
"Aaaahhh mulut loo enaakhhh!" Erang Obet keras. Hunjaman penisnya keluar masuk di mulut Rasti menimbulkan suara kecipak keras yang kostan. Air liur Rasti keluar membanjir. Tidak perlu waktu lama bagi Rasti untuk mengimbangi gerakan Obet. Mulutnya dengan cepat menyesuaikan diri sehingga mengambil alih kekuasaan atas penis Obet. Lagi-lagi Obet merasakan ngilu luar biasa. Tulang rahang Rasti kuat luar biasa, lidah dan pipinya mengempot dan menyedot-nyedot penis Obet, giginya mengatup seakan hendak menggigitnya. "Anjirr, empotan lu supeerrr... arrghh... ga nahann..." Obet makin mengerang dan menggeliat-geliat tak karuan. Dia memundurkan badannya, mencoba melepaskan diri. Plop.. begitu bunyi penisnya yang keluar dari cengeraman mulut Rasti. Air liur Rasti yang kental membasahi seluruh batangnya, ada gelembung-gelembung udara menghiasinya, dan masih teruntai air liur itu tak terputus seakan membentuk jembatan antara ujung penis Obet dan mulut Rasti. Erotis!5724Please respect copyright.PENANAMkPFJiyeSq
5724Please respect copyright.PENANAvR35OrrawJ
"Aaahhh..." Rasti mengambil napas panjang, dan... hap! Dengan sigap mulutnya kembali mencaplok penis Obet. Sluurrrppp! Ia kembali melancarkan jurus empotan, hisapan dan gigitan mautnya. "Ohh tidaakk... aaahh ampunn mama!" Desah Obet memohon. Dia berusaha memundurkan badannya lagi. Plop..! Haap! Ploop..! Hap! Tiap batang penisnya keluar, mulut Rasti langsung memburu dan mencaploknya kembali. Padahal tiap Obet menarik penisnya keluar, sekujur batangnya harus mengalami gesekan dengan gigi seri Rasti yang mengatup rapat. Ini menimbulkan rasa ngilu yang luar biasa. Tubuh Obet bergetar hebat, sampai untuk kesekian kalinya lututnya benar-benar lemas dan tak mampu menopang tubuhnya. Obet jatuh terduduk ke belakang, dan Rasti terus memburunya tanpa ampun.5724Please respect copyright.PENANATlkswSq3KP
5724Please respect copyright.PENANAZjim4rVfu2
Rasti merangkak naik ke tubuh Obet dan mendorongnya hingga terbaring di lantai. Tangannya menahan tubuh Obet supaya tidak bisa bangkit, dan... hap! Sluurrrppp... mulutnya langsung mencaplok penis Obet yang berdiri bebas tanpa pertahanan, lalu menghisapnya sekuat tenaga. Seketika Obet menggelinjang-gelinjang lagi tak berdaya. "Ampuunn mamaaa...aahhhh... ngentot lo perek...!"5724Please respect copyright.PENANAqqWME5ZJ74
"Hi hi hi... payah ah kamu... baru gini aja.. Nyerah nih? Padahal keenakan kan?" Ucap Rasti geli melihat Obet yang kelojotan.5724Please respect copyright.PENANAOBCFH00QfP
5724Please respect copyright.PENANAqIU3zaDTZm
"Ampuun mamaa.. enak banget, Sumpah... haahh haahh... Tapi gue ga kuat. Gilaa... Gue pingin ngentot aja please..." sahut Obet terengah-engah. Sambil tersenyum penuh kemenangan, Rasti merangkak naik lagi, lalu menempatkan selangkangannya tepat di atas penis Obet. Tangannya memegang penis Obet, nengarahkannya tepat pada liangnya. "Siaap...?" Goda Rasti mengerling. Obet langsung mengangguk cepat. Berdebar-debar tidak sabar merasakan penisnya menjelajahi liang kenikmatan milik Rasti. Dengan satu gerakan lambat, Rasti pun mulai menurunkan pinggulnya menduduki penis Obet yang berdiri tegak, dan blesss... sedikit demi sedikit penis itu amblas menyeruak ke dalam vaginanya. "Aaa... ahhhh..." desah lirih keduanya seiring dengan proses menyatunya tubuh mereka. Sampai Rasti terduduk sempurna, penis Obet telah masuk mentok hingga pangkalnya. Seluruh batang penisnya hilang ditelan liang vagina Rasti yang tanpa digerakkan liang itu sudah seperti memijit-mijit batang kemaluannya itu. Obet terbelalak dan mengerang tertahan saking nikmatnya dia rasakan. "Ayo dong digoyang, kamu dulu yang jadi nahkoda ya...?" Kerling Rasti, lalu sambil tetap menduduki penis Obet, dia menjulurkan kedua kakinya ke depan di atas tubuh Obet hingga kedua telapak kakinya menyentuh wajah Obet, seperti menginjaknya. Lalu kedua tangannya ke belakang bertumpu pada lutut Obet. Benar-benar posisi woman on top yang baru bagi Obet dan yang lainnya, dan yang ini jauh lebih menggairahkan. Setelah posisinya nyaman, Rasti kemudian menggoyang-goyangkan badannya dan mengusap-usap wajah Obet dengan kedua telapak kakinya. "Ayoo Obet sayaang..." desahnya menuntut Obet segera bergerak. Tapi sungguh Obet sebenarnya sudah terkapar lemas. Dengan sisa tenaganya Obet berusaha menggerakkan pinggulnya naik turun. Rasti yang melihatnya kepayahan juga membantu memajumundurkan pinggulnya di atas tubuh Obet. Dengan kombinasi gerakan keduanya ini sungguh maksimal kenikmatan yang ditimbulkan dari gesekan kedua kelamin mereka. Lenguh desah keduanya pun kembali bersahut-sahutan. Sungguh Obet belum pernah merasakan seks sedahsyat ini. Dia benar-benar tidak mengira akan sepayah ini. Dia menyerah pasrah. Hanya dengan satu gaya ini, tidak sampai lima menit gelombang orgasmenya kembali muncul, dan kali ini Rasti tidak menghadangnya. Begitu dia merasakan penis Obet berkedut-kedut di dalam vaginanya, Rasti malah makin cepat menggoyangkan badannya sampai Obet menggeleng-gelengkan kepala saking nikmatnya. Sesaat sebelum penis Obet muncrat, dengan sigap Rasti berdiri dan membiarkan sperma Obet meledak-ledak. Bagai letusan gunung api yang memuntahkan laharnya, sperma Obet membuncah keluar hingga jatuh menetes-netes dan meleleh di atas tubuhnya sendiri. "Oooooohhhh...." Obet melenguh panjang dan mengejang sepanjang orgasme terhebat yang pernah dia rasakan seumur hidupnya ini. Rasti sendiri belum merasakan orgasme sama sekali dari permainannya dengan Obet.5724Please respect copyright.PENANAHVJlFgjUXP
5724Please respect copyright.PENANAp8R40Ughzp
Tanpa menghiraukan Obet yang sedang terengah-engah meresapi sisa-sisa orgasmenya itu, Rasti berdiri dan menarik tubuh siapapun yang ada di dekatnya. Kebetulan Dimas yang beruntung dengan tepat berada di samping Rasti. Tapi dia agak kaget juga ditarik langsung oleh Rasti, karna sebenarnya dia, Bari dan Robi sedang terpana menyaksikan Obet yang kelojotan orgasme. Mereka menelan ludah membayangkan kenikmatan macam apa yang sedang dialami senior mereka itu? Kini Dimas yang tak sempat mengucapkan apa-apa langsung dicumbu oleh Rasti dengan ganas. Mereka pun saling berpelukan dan berciuman bibir dengan panas. Dimas pun ingin menunjukkan sedikit keagresifan pada Rasti. Dia tidak ingin kalah dan takluk dengan mudahnya seperti Obet. Dimas melangkah mendesak Rasti ke arah pintu teralis selnya. Rasti pun membiarkan tubuhnya didesak hingga punggungnya menempel di teralis yang ditutupi dengan selimut sekedarnya itu.5724Please respect copyright.PENANAWsSGDNSyCq
5724Please respect copyright.PENANAsFscDhNIR9
"Kamu siapa...?" Tanya Rasti mencoba mengingat-ingat.5724Please respect copyright.PENANA2S75p3bK4E
5724Please respect copyright.PENANA3UU0KlTYEK
"D...Dimas Tante..." Jawab Dimas yang bagaimanapun juga tergagap menghadapi pesona Rasti.5724Please respect copyright.PENANAkMcOp34IAJ
5724Please respect copyright.PENANAgtV5SAKVad
"Hi hi hi, panggil Mama aja ya... Mama Rasti..." ucap Rasti tersenyum menggoda sambil mengecupi bibir Dimas.5724Please respect copyright.PENANAC2KKfLt4Lc
5724Please respect copyright.PENANAMEUygAsw9T
"I.. Iya Mama..."5724Please respect copyright.PENANAa26Zfar593
5724Please respect copyright.PENANAhcZPnPcLJi
"Kamu lanjutin tugas kak Obet yang belum tuntas ya... nyodokin memek mama pake kontolmu... Mau ya? Siap kan?"5724Please respect copyright.PENANAkyo0O7sMOq
5724Please respect copyright.PENANA0Ey6QymMbN
"I.. Iya ma... s.. siap!"5724Please respect copyright.PENANARCvqv0rmWV
5724Please respect copyright.PENANAXgiBbNepbz
Gemas sekali Rasti melihat Dimas yang terus tergagap. Dikecupinya lagi bibir Dimas, mereka pun kembali berpagutan sesaat, sebelum kemudian Rasti membalikkan badannya. Rasti menungging menghadap pintu teralis dan membelakangi Dimas. Tangannya bertumpu pada teralis di depannya, lalu dia menoleh ke belakang memberi kode pada Dimas untuk segera mulai menusuknya. Dimas pun mengambil posisi di belakang Rasti. Penisnya diarahkan tepat di belahan vagina Rasti yang basah merekah. Kepala penisnya digesek-gesekkan sebentar ke belahan itu, jantungnya berdebar keras dan tangannya agak gemetaran ketika perlahan menusukkan penisnya ke dalam vagina Rasti. "Mamaa...ahhhh...."5724Please respect copyright.PENANAh2xbE4Jj9P
5724Please respect copyright.PENANA3ePaAfcqmS
"Iya sayang, masukin semuanya.. begitu...uhh..."5724Please respect copyright.PENANACQp3jq3JN9
5724Please respect copyright.PENANAiOnPUmv6Tv
Begitu seluruh batang penisnya masuk tak tersisa, Dimas tidak langsung menggenjot Rasti. Dia terpana menyaksikan batangnya yang amblas ke dalam liang idaman semua pria itu. Dengan posisinya sekarang pemandangan itu jelas terlihat, ditambah dengan indahnya bongkahan pantat Rasti yang bulat kencang, kulit punggungnya yang mulus bersih tanpa cela dan pinggangnya yang ramping. Betapa keindahan yang luar biasa, dan kini semua itu ada di depannya, di dalam genggamannya, dan dia yang menguasainya! Tak ada bosan Dimas memandanginya. Kedua tangannya lalu membelai-belai punggung Rasti, meresapi kelembutannya, lalu beralih memegangi pinggang Rasti. Benar-benar dengan begini, seakan tubuh Rasti itu dalam kekuasaannya kini.5724Please respect copyright.PENANAA4PvRsUkO7
5724Please respect copyright.PENANAGcscUCgX4B
"Ayo Dimas... kok bengong... Mama gatel nih, jangan ditusuk aja... Digenjot dong?" Desah Rasti.5724Please respect copyright.PENANAzmKoPvSNON
5724Please respect copyright.PENANAq2BrIck0JQ
"I.. iya tan... eh, ma... tubuh Mama indah banget... sempurna sekali. Dimas suka..."5724Please respect copyright.PENANA0NXSXOawpT
5724Please respect copyright.PENANARQ3hQ3MoER
"He he, ya udah dinikmati aja sepuasnya, semua milik kamu sekarang... bebas mau kamu apain aja... yuk..."5724Please respect copyright.PENANArTHGnVO9gw
5724Please respect copyright.PENANAasu0548dWW
"Baik ma..." sahut Dimas cepat. Ia menarik penisnya keluar lalu menusukkannya lagi sampai penuh, mengeluarkannya lagi dan menusukkannya lagi. Tapi semua itu dia lakukan dengan pelan karna dia masih menikmati pemandangan keluar masuk penisnya itu dari liang vagina Rasti. Meski gemas, Rasti tersenyum dan membiarkan saja ulah Dimas itu. Dia bahkan menegakkan badannya dan menoleh, menatap Dimas syahdu dengan bibir merekah. Dimas tanggap dan menyambut bibir Rasti. Mereka saling mengecup bibir dan saling memandang mesra. Sementara itu secara otomatis gerakan keluar masuk penis Dimas terus bertambah cepat. Pada akhirnya Dimas menggenjot Rasti dengan kecepatan maksimal. "Uooohhh... yeesss....!"5724Please respect copyright.PENANA9AdeD0ODpp
5724Please respect copyright.PENANAKRhwVHRvHz
"Iyyaaahh Dimas... terus begituu.. mama enaakh.. ahhh..."5724Please respect copyright.PENANAsDiyKfH4qS
5724Please respect copyright.PENANAvkPKcQysn9
"Iyyaa maa... aahhh... Dimas jugaa..."5724Please respect copyright.PENANAICNa3vWPJl
5724Please respect copyright.PENANANYi8V2qDIK
Rasti memberi kebebasan pada Dimas untuk mengatur tempo genjotannya. Meski ingin ikut bergerak, ia menahan diri. Dibiarkannya Dimas memegang kendali. Plok plok plok! Suara benturan paha Dimas dan pantat Rasti nyaring terdengar konstan. Dimas benar-benar memaksimalkan tenaganya, akibatnya bisa diduga, dia tidak tahan lama. Gelombang orgasmenya dirasakan makin mendekat. Tapi Dimas cuek saja dengan terus menggenjot Rasti.5724Please respect copyright.PENANAuvGZ1WVAFb
5724Please respect copyright.PENANAqjxJW7RcPr
"Dipelanin dulu sayaangg... aahh... nanti cepet keluar..."5724Please respect copyright.PENANAC0W2rwxR7s
5724Please respect copyright.PENANAmdEHQAZhAo
"He he hee... hh.. hh, mama tenang ajaa.. hh..." jawab Dimas. Ia menoleh pada Bari dan Robi yang menunggu sambil mengocok penisnya pelan.5724Please respect copyright.PENANAzI1VeKyIws
5724Please respect copyright.PENANAz1RdtrnRVO
"Ambil alih bro...!" Ujar Dimas. Bari maju duluan. "Siap bro...!" Sahutnya.5724Please respect copyright.PENANAgcC1BeTpYY
5724Please respect copyright.PENANAMMJ0PZp33W
"Aaarrhhh...!" Erang Dimas mengakhiri genjotannya sebelum orgasmenya sampai. Dengan cepat Bari menggantikan posisinya dan, blesss.... penis Bari melesak masuk dengan mudah ke dalam vagina Rasti yang memang sudah sangat licin. Tanpa pemanasan Bari langsung menggenjot Rasti dengan kecepatan penuh. "Aahhhh shiiit... kayaknya mudah banget tadi, licin masuknya... tapi pas udah di dalem nyengkeram juga ni memeek... aahh... enaakkhh..." Penis Bari memang sedikit lebih gemuk dari penisnya Dimas, tapi itu juga yang membuat dia tidak tahan lebih lama. Baru tiga menit dia sudah memberi kode pada Robi untuk mengambil alih. "Aaarhh... Ayo Rob, cepeett...!" Bari mundur dan Robi segera mengambil alih. Sama seperti Bari, Robi langsung menggenjot dengan kekuatan maksimal. "Aaahh.. hh... Curang kalian yaa.. main keroyokan. Hi hi hi..." Ucap Rasti girang karena memeknya jadi terasa enak sekali digenjot dengan kencang tanpa menurun temponya dan tanpa jeda sama sekali. "Aaahhh anak-anak mama hebaatt.... aaaaassshhh...." pada giliran Robi ini Rasti mencapai orgasmenya. Sssrrrrr..... Tubuh Rasti bergetar hebat, memeknya berkedut-kedut kencang menimbulkan sensasi tersendiri dirasakan oleh penis Robi yang sedang menggenjotnya. "Aaasshhh... maah..." Robi mengerang pelan merasakan penisnya seperti diremas-remas oleh liang Rasti. Hampir-hampir dia ikut mengalami orgasme, untunglah Dimas menangkap gelagat itu dan segera menariknya. "Gantian cepat...!" Ujar Dimas yang langsung menusukkan penisnya lagi begitu Robi mundur. "Aaaihhh... sayaaang.... aaahhhh..." Rasti mendesah panjang karena di tengah-tengah orgasmenya memeknya sudah langsung digilir penis lain yang langsung menggenjotnya dengan kencang lagi. "Yeesssshh...." Adegan ini terus berlangsung sampai tiga putaran kemudian tanpa merubah posisi sama sekali. Dimas-Bari-Robi terus bergiliran dengan urutan yang tertib. Rasti cukup kewalahan juga menghadapi gempuran tiga orang dewasa tanggung ini, tapi dalam hatinya sungguh Rasti berteriak girang. Dia sangat puas sejauh ini meski dia masih sanggup bermain lebih lama dan meraih orgasme lebih banyak lagi. Tiba-tiba timbul ide untuk membuat permainan ini lebih menarik lagi. 'Aah kenapa tak terpikir dari tadi?' Ucapnya dalam hati. Tangannya menarik semua selimut yang digunakan untuk menutupi teralis sel. Sreet... dengan satu tarikan pelan saja selimut itu lolos berjatuhan ke bawah. Kini adegan dalam sel itu terekspos tanpa penghalang lagi. Para tahanan di dua sel di depan sel mereka pun langsung berteriak-teriak lagi dengan riuh bersahut-sahutan.5724Please respect copyright.PENANAxVMqvvDxgU
5724Please respect copyright.PENANA2yUuVqwmzw
"Wooowww anjiing lo pada! Asuu.. ngentot dari tadi!"5724Please respect copyright.PENANASgF7dJEGFg
5724Please respect copyright.PENANARsYbT0MRQD
"Bangsaaattt cakep lontenyaa anjiiir lo ya!"5724Please respect copyright.PENANARzjCmabCIX
5724Please respect copyright.PENANAqE81IzQBex
"Bagi lontenya woiii! Kampret lo padaa!"5724Please respect copyright.PENANAp1kWPOoM0Y
5724Please respect copyright.PENANAfp6sWdtvM6
Rasti tersenyum-senyum saja sambil melambai kepada para napi mupeng itu.5724Please respect copyright.PENANAhNU4tY5Knc
"Duuuhh mama kok selimutnya dilepas...?" Ucap Robi yang malu dan merasa risih.5724Please respect copyright.PENANA1BF4vOP3LS
"Hi hi hi.. biarin sayaang...hh... hhh... gapapaaa..hh!" Jawab Rasti sambil mendesah-desah.5724Please respect copyright.PENANAIjh00Em8gJ
5724Please respect copyright.PENANAJQzvsaYt1H
"Ha ha haaa.. bener Rob biarin aja.. ha ha Haah... Ternyata lonte kita bener-bener jalang tulen..." timpal Bari senang.5724Please respect copyright.PENANAdXht5Wr3La
5724Please respect copyright.PENANAzCR6WoY3e2
"Wa ha Haah hhh... pengen lo pada...?? Hahaahhh... anjing! ngentot enak bangeettt hhih niih niihh...!" Seru Dimas yang ikut excited, dia menghentak-hentakkan tubuhnya dengan keras ke tubuh Rasti. "Aaaaahhh...aaahh... Dimaassshh...!" Rasti menjerit-jerit keenakan. Tubuhnya yang mengkilap bersimbah peluh tergoncang-goncang hebat. "Ha Haah... mupeng mupeng deh lo.. asssshhh memek ni lonte bener-bener legit coyy... coli aja deh lo pada! Haahh haahh...!" Seru Dimas lagi.5724Please respect copyright.PENANANkGE6lgsda
5724Please respect copyright.PENANATXjJhjZr2V
"Woi anjing lo... awas ya lo ntar...!"5724Please respect copyright.PENANAHCzjYO8wui
5724Please respect copyright.PENANA7yvD3G4Ul7
"Kampret loo.. asuuu! Gue perkosa mak lo anjing!"5724Please respect copyright.PENANA1sz1r0GLSG
5724Please respect copyright.PENANASJeYKQen7G
Begitulah mereka saling bersahut-sahutan panas dan penuh kata-kata kotor dan kasar. Para tahanan di sel lain yang tidak bisa melihat langsung pun ikut berteriak-teriak penasaran. Seluruh sektor C itu pun kembali ribut lebih dari yang sebelumnya. Ulah Rasti benar-benar membuat heboh. Bukannya kapok, Rasti malah ikut-ikutan bersuara meramaikan suasana.5724Please respect copyright.PENANAWvLEXCBXEp
5724Please respect copyright.PENANAXbh2KXvDnt
"Baang aduuh baang... aashhh.. tolongin bang, Rasti diperkosa... hi hi hi... Rasti mau ke sel abang aja... tolong bangg.. jemput Rastii... aahhh.. haahh... hhh!" Sungguh binal!5724Please respect copyright.PENANAvxLfxLFIf6
5724Please respect copyright.PENANArRQyW2JpW7
"Oiii neeng sini aja sama abang... abang bikin anget!"5724Please respect copyright.PENANAqCO8n8V474
5724Please respect copyright.PENANAi6C79HYQ0x
"Ha ha ha, diperkosa apaan keenakan begitu! Dasar mama lonteee... cabuull...!" Seru Bari yang kini mengambil alih posisi Dimas menggenjot Rasti.5724Please respect copyright.PENANApQA9C89STu
"Aaaarrhhh abaaang... Rasti keluar baang... aassshh enaakhhh!" Jerit Rasti yang keenakan, saat itu juga dia mencapai orgasmenya lagi. Crraastt... Bari melepaskan penisnya supaya cairan orgasme Rasti yang mengalir deras muncrat keluar.5724Please respect copyright.PENANA8iaQBIUFIa
"Ha ha ha.. liat ni lonte ngompol ngompol... banjirr..." Seru Bari memamerkan keberhasilannya membuat Rasti orgasme.5724Please respect copyright.PENANAcvERIA8VVY
5724Please respect copyright.PENANA7Cltw9sv6b
Saking ributnya sektor itu, para penjaga pun berdatangan gusar. Kali ini datang empat orang, dua yang tadi mengantar Rasti ditemani dua penjaga lain.5724Please respect copyright.PENANAk9CBu9jJoU
'Traang... traang..!' Penjaga itu memukul-mukulkan tongkatnya di sepanjang pintu teralis yang mereka lewati. "Diaam semua...! Brisik aja dari tadi woii!" Bentak salah seorang. Sudah bisa diduga, bukannya tenang, suasana malah makin riuh. Beberapa napi malah meneriaki keempat penjaga itu dengan sebutan 'germo'. Begitu tiba di depan sel Norman, dua penjaga yang tadi mengantar Rasti tertawa terbahak-bahak, sementara dua penjaga lainnya melongo sambil menahan konak.5724Please respect copyright.PENANAzmbewzc6Ps
5724Please respect copyright.PENANA0ysahzJYSw
"Aahh... hhh... halo paakh... ketemu lagi. Hi hi hi..." Rasti malah menyapa dengan wajah tanpa dosa.5724Please respect copyright.PENANAVgVOB5uhlu
5724Please respect copyright.PENANAKNbgW0qeiR
"Ha ha ha... Jadi ini toh biang keributannya?! Kampret lo pada ga tahu malu! Kalo ngentot ditutup dong!" Ujar penjaga itu.5724Please respect copyright.PENANASKE6QlfKp4
5724Please respect copyright.PENANAaCkB0U2moK
"Cerewet lo pak! Suka-suka kita dong ah, lonte lonte kita kok..." Cibir Dimas.5724Please respect copyright.PENANAKppCSzR8OK
5724Please respect copyright.PENANAMPDLTfweiZ
"Iya nih bapak-bapak ngapain sih udah datang? Ga sqabar nunggu giliran ya? He he... udah bapak jadi penonton dulu, duduk yang manis ya... ha ha ha..." sambung Bari.5724Please respect copyright.PENANAXr3Xhp7LOn
5724Please respect copyright.PENANAQfr5RaANbq
"Kampret lo kecil-kecil ngentot! Ngelunjak ya... mau gue seret tu lonte keluar sekarang juga hah? Biar kentang lo pada!" Hardik salah seorang penjaga.5724Please respect copyright.PENANAG7vgghnKRv
5724Please respect copyright.PENANA8N7yAqZlAc
"Yeee...maunya nyerobot! Jangan dong pak, kita nuntasin dulu dong..."5724Please respect copyright.PENANAiWXcmxB8OS
5724Please respect copyright.PENANAq9dyxMBFgv
"Makanya cepetan! Gaya lo...! Eh itu si culun bisa ngentot juga ya? Ha ha ha....!" Ujar penjaga itu lagi. Yang dia maksud adalah Robi yang sekarang sedang gilirannya menggenjot Rasti. Robi sendiri yang disinggung tidak merespon sedikit pun. Dia konsentrasi pada genjotannya yang hampir membawanya ke puncak orgasme.5724Please respect copyright.PENANAlW5Od62TVd
5724Please respect copyright.PENANANwtFOg6OQp
"Woi... sudah mau keluar lagi ya lo... cepetan gantian!" Tukas Dimas.5724Please respect copyright.PENANAKb2dfH99Dg
5724Please respect copyright.PENANAcB2b9w0hzN
"Gak bro... hh... hh... gue dah lemes bangeth.. mau ngecrot ajaa.. aarrhh..." jawab Robi tersengal-sengal lalu mengerang, tubuhnya menegang. Orgasmenya telah sampai. Memang entah sudah putaran keberapa sekarang, tak satupun di antara mereka yang menghitungnya. Pantaslah Robi sudah cukup kepayahan saat ini. "Aasshhh...." desisnya buru-buru mencabut penisnya yang mulai muncrat. Entah kesadaran darimana, tanpa disuruh Robi mencabut penisnya saat klimaks. Padahal sebagaimana biasanya, Rasti sendiri tidak keberatan sama sekali jika mereka crot di dalamnya. Sebagian peju Robi muncrat membasahi kaki jenjang Rasti sebelum dia didorong menjauh oleh Dimas. "Jangan kotorin lagi dong lonte kita, masih ada giliran gue sama Bari nih...!" Tukasnya yang tanpa banyak bicara lagi langsung menghunjamkan batang penisnya ke vagina Rasti. Dimas menggenjot Rasti dengan hebat. Dia sendiri sebenarnya tidak kalah capek, dan berniat mengakhirinya di putaran ini juga. Dengan sisa tenaganya, dia mencoba menggenjot Rasti lebih kencang lagi sampai-sampai Rasti yang juga sudah lemas terdorong ke depan hingga badannya tertekan ke pintu teralis di depannya. Agaknya ini memang akan jadi putaran terakhir bagi mereka di permainan kali ini. Persetubuhan keduanya makin panas dengan ditonton oleh para napi lain di dua sel di depannya, ditambah empat orang penjaga. Rasti dan Dimas seakan berpacu lenguh dan desah, tubuhnya sudah sangat basah oleh keringat sehingga kulit putihnya terlihat begitu mengkilap. Dimas terus mendesak Rasti sehingga tubuh Rasti makin tertekan ke depan, badannya makin tegak dan menempel di teralis dan tak ayal lagi kedua bongkah payudaranya menyembul keluar di sela-sela teralis sel itu. Hal ini tentu mengundang para penjaga untuk menjamahnya. "Wuiih... buah dada coy... ranum...!"5724Please respect copyright.PENANAFifdIrddh0
5724Please respect copyright.PENANAtlJU6P1vlB
"Dingin dingin empuk! Ha ha ha..."5724Please respect copyright.PENANABdRc1C8LAZ
5724Please respect copyright.PENANAp034pWBgKy
Begitu komentar-komentar mereka sambil menggerayangi payudara Rasti. Awalnya hanya mengelus-elus, berubah jadi remasan gemas, sampai mencubit-cubit dan menarik-narik puting susu Rasti. Salah seorang penjaga bahkan mencumbu payudara Rasti dengan mulutnya. Menjilat-jilat, menggigit dan mengenyot putingnya. Sungguh rangsangan luar biasa sehingga Rasti menggeliat-geliat sambil mendesah tak karuan. Saat Bari menggantikan posisi Dimas kemudian, Rasti mengalami orgasme lagi. Ia melenguh panjang dan menggelinjang-gelinjang. Kakinya sangat lemas sehingga dia merosot terduduk. Rasti membalikkan badannya dan bersandar di teralis dengan napas terengah-engah. Dia mendapati di hadapannya Bari dan Dimas mengocok penisnya yang diacungkan ke wajahnya.5724Please respect copyright.PENANAyOxWwnT8Vp
5724Please respect copyright.PENANATQ0U9UitqZ
"Mamaa...aahhhh..hh...!" Keduanya mengerang bersamaan dan muncratlah sudah sperma yang sudah mereka tahan tahan sedari tadi. Tak luput tubuh, rambut, wajah cantik Rasti mereka hujani dengan peju. Bukan hanya pasrah, Rasti bahkan membuka mulut dan menjulurkan lidahnya untuk menampung sisa-sisa peju mereka dan menelannya. Belum cukup begitu, Rasti beranjak dan mengulum kedua penis mereka yang masih tegang. Menjilati dan menghisap-hisapnya seolah memastikan tak satu tetespun peju tersisa. Perlakuan Rasti sungguh memanjakan Dimas dan Bari yang kemudian terduduk lemas. Rasti juga kembali menghempaskan tubuhnya bersandar di pintu teralis. Mereka saling berpandangan sambil tersenyum-senyum puas. Kecantikan Rasti dengan keadaannya kini malah mempunyai pesonanya sendiri. Rambut acak-acakan, tubuh telanjang yang bersimbah peluh, mata sayu dan wajah yang masih dilelehi sisa-sisa peju. Menggemaskan dan menggairahkan! Tak bosan keempat teman Norman memuas-muaskan diri memandanginya. Apa yang baru mereka alami barusan bagaikan mimpi. Permainan mereka kali ini telah reda. Capai luar biasa membuat mereka tidak banyak mengoceh seperti sebelumnya. Mereka beristirahat menata napas sambil terus memandangi wajah Rasti yang tersipu dibuatnya. Tapi itu justru menambah kegemasan mereka pada kecantikan ibu muda itu.5724Please respect copyright.PENANATa2E5LT5Xa
5724Please respect copyright.PENANAe24pWlmGeM
Ceklek! Suara kunci pintu teralis itu terbuka. Dua penjaga melangkah masuk sambil terkekeh. Rasti menoleh dan tersenyum kecut. Dia sadar, belum waktu baginya untuk istirahat.5724Please respect copyright.PENANADqhl01ba3F
5724Please respect copyright.PENANAZ47tFdDkAh
"He he, Aduh dasar anak-anak nakal, cantik-cantik kok sampe dibuat belepotan begini..."5724Please respect copyright.PENANAM1YcVrWvlF
5724Please respect copyright.PENANAmuhLAAygl5
"Ayuk non, ikut kami, mandi yang bersih di ruangan kami... biar wangi lagi, seger lagi... habis itu kami buat belepotan lagi deh... he he he..."5724Please respect copyright.PENANAs9eOlxovJh
5724Please respect copyright.PENANAMVwqQFupS8
Tanpa menunggu, Rasti langsung ditarik untuk keluar dari sel itu.5724Please respect copyright.PENANAJXO2oSn9Ka
5724Please respect copyright.PENANAa1ENRkBiMn
"Eeh... sebentar pak.. pakaian saya..." tahan Rasti.5724Please respect copyright.PENANAYt0mWXdy8G
5724Please respect copyright.PENANAZXW0TZuvae
"Alaa... pakaian udah sobek gitu... udah non bugil aja dulu... he he, cantikan ga pake baju kok.. ha ha ha... ayuk!5724Please respect copyright.PENANAY1fCoIh7x7
5724Please respect copyright.PENANAyPge364HOB
Rasti tidak berdaya selain mengikuti penjaga itu. Dia digelandang keluar sel tanpa sempat pamit pada Norman. 'Ah lagian Norman juga malah cuek tidur.' Pikirnya. Entah Norman beneran tidur atau cuma pura-pura? Sempat juga terlintas pertanyaan itu di benak Rasti yang benar-benar gemas pada anaknya yang satu itu.5724Please respect copyright.PENANA3o60cicGUq
5724Please respect copyright.PENANAqLtomzfdPL
"Mama Rasti main sini lagi ya besok...?" Ucap Dimas melepas kepergian Rasti.5724Please respect copyright.PENANAGzTL7kRXIR
5724Please respect copyright.PENANA62agZbq4Hv
"Mama mama pala lo...! Ha ha ha!" Cibir penjaga yang kemudian menggelandang Rasti pergi. Bagi wanita normal, keadaan Rasti itu sungguh sedang dilecehkan dan dipermalukan. Betapa tidak, ia digelandang dalam keadaan telanjang bulat dan berlumuran sperma. Rasti jadi bagaikan super model cabul dengan sepanjang lorong sektor C sebagai catwalknya. Sepanjang perjalanan yang terasa lambat itu, seruan-seruan kotor dan cabul terus ditujukan kepadanya tanpa henti. Toh Rasti bukannya malu tapi malah menikmatinya. Dia berjalan sambil menebar senyum dan lambaian tangan ke arah para napi mupeng di kanan dan kirinya itu. Geleng-geleng kepala keempat penjaga itu dibuatnya.5724Please respect copyright.PENANAAuYDe60RmB
5724Please respect copyright.PENANAqUkS9Baw9A
Keluar dari sektor C, ada tiga lagi penjaga yang menyambutnya dengan antusias dan terbelalak dengan keadaannya itu. Rasti tidak melihat penjaga lain lagi selain tujuh orang yang kini mengawalnya menuju sebuah ruangan yang tidak jauh dari sektor C itu. Ruangan itu seperti kamar peristirahatan yang cukup nyaman dan luas. Salah seorang penjaga menyodorinya handuk dan.menunjuk ke sebuah pintu di sudut ruangan. Agaknya itu pintu kamar mandi. "Mandi dulu sana, yang bersih ya... sampo, sabun, semua ada di situ...!" Suruh penjaga itu. Rasti pun menurutinya tanpa banyak bertanya. Di dalam kamar mandi yang untungnya cukup bersih itu, barulah Rasti sempat beristirahat sekaligus menyegarkan diri. Saat itu pula dia sempat berpikir dan bertanya-tanya tentang beberapa hal. Utamanya tentang kondisi lapas ini yang cukup parah. Rasti membayangkan kondisi para napi setelah bebas nanti, apakah akan lebih baik? Jelas sekali tidak ada pembinaan yang baik di sini. Para penjaganya juga parah begitu. Apakah cuma tujuh orang saja ataukah masih banyak lagi? Pastilah masih banyak lagi... tapi apakah semua kelakuannya sama? Tujuh orang itu, Siapa dan apa jabatan mereka itu? Seragamnya tampak sama semua di mata Rasti. Tak ada tanda yang menunjukkan perbedaan pangkat. Tapi pastilah salah satu ada yang jabatannya cukup penting sehingga bisa meloloskan dia di dalam lapas ini. Atau apakah kejadian seperti ini sudah lazim belaka? Bagaimana kalau tidak? Apakah ini ilegal? Bagaimana kalau ketahuan? Akankah dia berada dalam kesulitan? Bagaimana pula nasib Norman kalau begitu? Pertanyaan demi pertanyaan terus menggelayuti pikiran Rasti. Tapi lagi-lagi Rasti tidak mau terlalu jauh memusingkannya. Dia konsentrasi mempersiapkan diri untuk tugas selanjutnya. Disetubuhi Norman plus digangbang empat temannya, bagi Rasti itu belum seberapa. Melayani tujuh orang penjaga lagi bukan masalah besar baginya. Dia bertekad untuk menikmati hari ini, tapi tidak mau terlalu lama juga karena dia harus segera pulang kembali pada anak-anaknya di rumah. Bagai seorang pendekar, Rasti mengumpulkan tenaga dan mempersiapkan jurus-jurus mautuntuk 'pertarungan' selanjutnya yang akan segera dia hadapi. Dia harus mengalahkan tujuh orang penjaga itu. Setelah mengambil napas panjang, Rasti pun keluar dari kamar mandi dengan tubuh berlilitkan handuk. Di dalam ruangan dia mendapati ketujuh orang penjaga itu sudah siap tempur. Pakaian mereka sudah entah kemana, hanya tinggal celana dalam saja yang melekat di tubuh mereka. Rasti tertawa geli melihatnya, dia pun menebar senyum manisnya sebagai jurus pertama ke arah mereka semua. Jurus Rasti itu disambut dengan senyum mesum dan tatapan mata lapar nan liar siap memangsa dirinya. Rasti tidak gentar. "Cuma kalian saja nih? Mana yang lainnya?" Ucapnya menggoda. Ketujuh penjaga itu saling berpandangan dan terkekeh-kekeh. "Ha ha ha... Nantang ni lonte! Bener-bener jalang... Kali ini cukup kami bertujuh saja manis... besok-besok lo juga pasti bakal ketemu semua kontol dalam penjara ini...!" Sahut salah seorang dari penjaga itu. Rasti tersenyum senang. Memang dia sudah mengira hari ini bukan yang pertama dan terakhir. Akan ada hari-hari selanjutnya untuk Rasti sepanjang Norman mendekam di dalam penjara ini. Rasti pun merinding sekaligus antusias membayangkan kemungkinan besar dirinya akan melayani seluruh napi di sektor C kelak. Bahkan tidak tertutup kemungkinan juga sektor-sektor yang lainnya. Tapi dia tak boleh larut dalam bayangannya itu, karena kini dia sedang berhadapan dengan tujuh orang penjaga yang riil.5724Please respect copyright.PENANAU0S7opnLeT
5724Please respect copyright.PENANAMsXWH16I6y
"Hi hi hi, ya sudah kalau begitu, yuk dimulai...?" Ucap Rasti, dengan satu gerakan kecil yang menggoda, loloslah ikatan handuk yang menutupi tubuhnya, jatuh ke bawah kakinya meninggalkan tubuhnya kembali polos tanpa sehelai benang pun.5724Please respect copyright.PENANAdRz9uAIEpe
5724Please respect copyright.PENANAyh8gd9EHY5
*****5724Please respect copyright.PENANAnMxcWXjga1