
SEBELUM CERITA DIMULAI SEPERTI BIASA!!! VIDEO GW FULL DURASI MANDI YA GUYS (click tulisan ini !)
________________________________________
Namanya Rasti Cahya Putri. Nama yang sangat indah. Tapi mungkin jalan hidupnya tak seindah namanya. Kebanyakan orang hanya mengenal Rasti sekarang sebagai wanita murahan, lonte doyan ngentot yang demen bikin banyak anak. Mereka tidak tahu apapun yang sudah dialaminya. Bagaimana dia menjalani hidupnya dulu. Bagaimana titik balik kehidupannya sehingga menjadi seperti sekarang ini.12144Please respect copyright.PENANAAHS0NavoGo
12144Please respect copyright.PENANAmjcgjaEXUR
Rasti muda hanyalah seorang gadis desa. Gadis belia periang yang ramah dan baik pada semua orang. Dia lahir dan dibesarkan di desa tradisional yang masih mempertahankan aturan-aturan adat, di kaki gunung di wilayah Bogor. Di sanalah Rasti dibesarkan dan tumbuh menjadi seorang gadis cantik.12144Please respect copyright.PENANA74uRRTKzvU
12144Please respect copyright.PENANANXzHeCG86H
Dengan wajah cantik yang dimilikinya, dia memang selalu membuat pria manapun melirik ke arahnya. Tidak hanya teman-teman sebayanya saja, namun para bujangan dan para pria beristripun banyak yang menggoda, atau sekedar menarik perhatiannya. Namanya juga wanita, Rasti tentu senang bila dirayu dan dipuji-puji lelaki. Dia yang waktu itu telah beranjak remaja juga sudah mempunyai ketertarikan pada lawan jenis.12144Please respect copyright.PENANATcgX8Fj92z
12144Please respect copyright.PENANAONzHZkbpqv
Dari saking banyak pria yang menggodanya, ternyata Surya, si sopir kepala desalah yang akhirnya mendapatkan Rasti. Dia bisa mendapatkan Rasti setelah gadis ini banyak diiming-imingi dan dirayu mati-matian. Rasti yang dibuat jatuh cinta pada pria itu akhirnya memberikan segalanya, termasuk keperawanannya. Sebuah awal yang ternyata sangat mempengaruhi jalan hidupnya.12144Please respect copyright.PENANAgTjAcTzM6D
12144Please respect copyright.PENANAEhUzbgdotB
Ya… Rasti jadi ketagihan dengan yang namanya bersenggama. Merekapun berkali-kali berhubungan badan hingga akhirnya Rasti diketahui hamil, padahal usianya waktu itu masih 13 tahun! Malangnya Rasti, saat pria itu tahu Rasti hamil, dia malah kabur tak bertanggung jawab. Rasti kebingungan, dia tidak menyangka akan jadi seperti ini. Bagaimanapun dia sudah hamil, dan dia tidak berniat menggugurkan kandungannya, sama sekali tidak. Hingga akhirnya perutnya semakin membuncit, hal itupun diketahui orang tuanya dan menyebar ke seluruh desa.12144Please respect copyright.PENANAq1f3SOQdrI
12144Please respect copyright.PENANAbTEq5ghgcS
********************12144Please respect copyright.PENANAh49kphfMBp
“Tante masih 13 tahun waktu itu? Seumuran kita-kita dong…?” Tanya Riko. Romi dan Jaka mengangguk-angguk.12144Please respect copyright.PENANA87lLN69jpm
12144Please respect copyright.PENANA6cgYhht6qw
“Lha iya kan, itung aja sendiri, Tedi tuh anak pertama Tante, umurnya sudah hampir 14 tahun… Menurut kalian umur Tante sekarang berapa?” Tanya rasti sambil memasang wajah imut.12144Please respect copyright.PENANA1OygC45q4K
12144Please respect copyright.PENANAO73RCLdfGa
“Ng… 18 tahun Tante!” Celetuk Romi.12144Please respect copyright.PENANAl1fANnDQoK
Rasti tertawa geli mendengarnya. “Gombal ih!” ujarnya.12144Please respect copyright.PENANAXVJJHxMrHt
“Iya bener Tante masih kayak belasan lho… masih keliatan muda, kulitnya masih kencang, putih mulus…” timpal Romi.12144Please respect copyright.PENANAVJrUcVWDUH
12144Please respect copyright.PENANAoqAIXGBoS9
“Ih, gombal pasti ada maunya… dasar.” Cibir Rasti sambil menjawil hidung Romi yang langsung blingsatan dibuatnya. “Tante ini sudah 27 tahun tahu…!” Akhirnya Rasti menjawab sendiri pertanyaannya.12144Please respect copyright.PENANATPkGr1fi4f
12144Please respect copyright.PENANABmS0ry3xC8
“Dua puluh tujuh tahun juga ga ada yang nyangka lho Tante… Kalo pun tahu ga bakal ada yang nyangka Tante sudah punya anak lho… Jaman sekarang di kota banyak perawan tua. Cewek-cewek pada maunya sekolah tinggi-tinggi, udah gitu ngejar karir…” Jaka ikut nimbrung.12144Please respect copyright.PENANAvEqAyo4bKD
12144Please respect copyright.PENANAmPTVYZ9gAE
“Yee, perawan tua kan pikiran kamu… mungkin perempuan jaman sekarang banyak yang belum nikah umur segini, tapi apa itu berarti belum ngeseks juga? Masih perawan juga? He he he… Belum tentu… Ih jadi anak lugu amat sih…” Rasti menanggapi sambil terkekeh.12144Please respect copyright.PENANAgv9gZIzu9J
12144Please respect copyright.PENANAKRg47mYaMA
“Yaaa… Tapi kan ga sampai punya anak Tante, ga kayak Tante…” Jaka membela diri. “Anaknya udah 7 lagi… iih Tante nakal amat sih…!” Riko dan Romi menimpali.12144Please respect copyright.PENANAN2TYT9FMYP
12144Please respect copyright.PENANANReT1dCgFv
“Cereweet ah kalian… Jaman sekarang aborsi tu marak tahu! Tante nggak mau… Lagian coba kalo Tedi Tante aborsi, pasti kalian juga ga bakal kenal Tante. Ga bakal bisa mesum-mesumin Tante…!”12144Please respect copyright.PENANAzARAN3dXEI
12144Please respect copyright.PENANAAQ8c6CLDob
“He he he… Iyaa Tante… Say no to aborsi ya pokoknya!”12144Please respect copyright.PENANAHnRTfAdNs6
“Iyesss… hidup hamil!”12144Please respect copyright.PENANABqxG15nTl0
Mereka tertawa.12144Please respect copyright.PENANADN3PjPLefj
12144Please respect copyright.PENANAd4hlQZp43M
“Tapi, omong-omong orang tua Tante gimana tuh pas tahu Tante hamil?”12144Please respect copyright.PENANATUDyG6t31Z
12144Please respect copyright.PENANAcA3r7Ch0pf
Rasti menghela napas. Sejenak berhenti mengatur napasnya dan meneguk minuman di meja. “Jadi mau kembali ke laptop lagi nih ceritanya…?” Tanyanya. Teman-teman Tedi cuma mengangguk cepat tanpa menjawab. Rasti menghembuskan napas lagi dan melanjutkan…12144Please respect copyright.PENANAOdbc9mjuxN
12144Please respect copyright.PENANASfrBDjdcTk
*****************************12144Please respect copyright.PENANAYvFkqRfvI3
12144Please respect copyright.PENANAp3X0MIGxgI
“Dasar lonte! Bikin malu keluarga!” hardik ayahnya. Rasti dimarahi dan dicerca habis-habisan oleh orang tuanya, bahkan sampai diusir-usir. Namun dia bisa terus bertahan sampai melahirkan anak pertamanya.12144Please respect copyright.PENANArPuGRB8Vqm
12144Please respect copyright.PENANABbTv7Hxv1M
Setelah melahirkan Tedi, karena tak kuat menahan malu dari cibiran tetangga dan kemarahan orangtuanya sendiri yang tidak kunjung mereda, Rastipun memilih kabur ke Jakarta membawa bayinya. Dia pergi tanpa bekal apapun dan tidak jelas pula arah tujuannya. Hingga akhirnya di sebuah pasar dia bertemu dengan seorang pria yang mulanya baik dan bersimpati ingin membantu Rasti. Pria tersebut tentu saja heran melihat seorang gadis semuda Rasti sedang menggendong-gendong bayi di tengah pasar.12144Please respect copyright.PENANApugeEzEgmr
12144Please respect copyright.PENANAkY6RKHzIF9
Tapi sungguh tak disangka, pria itu ternyata malah membawanya ke kios kosong yang ada di bagian pasar yang sepi. Dan di sana sudah menunggu lima pria lainnya yang tidak lain merupakan preman-preman pasar.12144Please respect copyright.PENANAicU8BlinRR
12144Please respect copyright.PENANA5QlQv1QSUz
“Kok ke sini sih Pak? Kios bapak di sini?” tanya Rasti muda dengan lugunya.12144Please respect copyright.PENANAVRvMvfCot3
12144Please respect copyright.PENANAG94isR56YI
“Hehehe… makanya jadi cewek tu jangan goblok! Kena entot deh lu… hahahaha” ujar pria itu disambut tertawaan mesum pria-pria lainnya.12144Please respect copyright.PENANAmHCW3CvWR6
12144Please respect copyright.PENANAW0VIPsW4sL
Rasti ditarik paksa masuk ke dalam. Rasti ditelanjangi, diciumi, dan diraba-raba oleh mereka bersama-sama. Rasti sangat takut, tapi dia tidak bisa berbuat banyak. Mereka mengancam akan melukai bayinya bila Rasti berteriak dan melawan. Rasti terpaksa harus menurut, dia tidak ingin anak yang dicintainya terluka.12144Please respect copyright.PENANAvGMzg4ySX9
12144Please respect copyright.PENANAJTQOsop09u
*************************************12144Please respect copyright.PENANA9AvIUMoZBQ
“Tante kenapa gak teriak aja??” Ujar Riko tiba-tiba.12144Please respect copyright.PENANA4Ic3umqEin
12144Please respect copyright.PENANAktlVy3t0yt
Rasti terhenyak sebentar. Ditatapnya wajah Riko yang tampak tegang. Rasti bisa melihat dari raut mukanya, Riko tampak geregetan dan tidak terima. Seakan-akan kalau kejadian itu terjadi di depan matanya, ia pasti akan menolongnya tanpa ragu.12144Please respect copyright.PENANAOnn0MEtBmT
12144Please respect copyright.PENANACBxxL0rRkE
“Itu kan di pasar, pasti banyak orang yang dengar kalau misalnya Tante teriak…”12144Please respect copyright.PENANAqEAlN4avsN
Rasti tersenyum mendengarnya. Dielusnya rambut Riko. “Waktu itu Tante takut sekali. Mereka juga mengancam akan melukai Tedi…”12144Please respect copyright.PENANAEVRpk0R9cP
12144Please respect copyright.PENANAjIUdjMdlM1
“Tapi kaan…”12144Please respect copyright.PENANAOkYy0U78WW
“Coba deh kalian di posisi Tante… Gini ya, Tante waktu itu masih kalut banget. Stress berat. Tante dihakimi, Tante merasa perbuatan Tante benar-benar salah… hina… Pokoknya Tante waktu itu bener-bener pingin low profile, ga mau ketemu orang, malu… Kalau Tante teriak misalnya… Katakanlah mereka gak bener-bener melukai Tedi. Tapi pasti Tante bakal dirubung orang, jadi sorotan, jadi perhatian, jadi perbincangan. Semua orang bakal bertanya-tanya, dan Tante harus menjelaskan…Terlalu banyak tekanan untuk itu. Tante gak mau…” Jelas Rasti panjang lebar.12144Please respect copyright.PENANABK8yd7AC8i
12144Please respect copyright.PENANAd9533NVuNN
“Jadi Tante lebih milih diperkosa??”12144Please respect copyright.PENANAaPYIieDbN8
12144Please respect copyright.PENANAJOgGxLZSfx
“Nggak…!”12144Please respect copyright.PENANA3TvDfREIix
12144Please respect copyright.PENANAFjiWxzuHG2
“Lalu…?”12144Please respect copyright.PENANATRizeLKWBN
12144Please respect copyright.PENANAQXfiBCAsPN
“Tante memilih… menikmati…”12144Please respect copyright.PENANAc0Aju4ApIB
12144Please respect copyright.PENANA7xI5b2rjuZ
Suasana hening sejenak. Pikiran Riko, Romi dan Jaka berkelana. “Mmmemangnya bisa semudah itu Tante…?” Jaka penasaran. Rasti tersenyum. “Ya nggak dong… Tapi paling nggak Tante gak ingin disakiti. Tante realistis aja waktu itu. Tante sadar bakal diperkosa, Tante gak mungkin lari apalagi melawan. Kalau melawan Tante pasti disakiti, entah diapain. Jadi, Tante mencoba kooperatif aja… Nurut gitu deh…”12144Please respect copyright.PENANAbJ8MJu8oV2
12144Please respect copyright.PENANAwGDezd6y8K
“Nurut gimana tuh…?”12144Please respect copyright.PENANAfqsIeJk0ph
12144Please respect copyright.PENANAHgBim2UVw7
**************************************12144Please respect copyright.PENANAuqkXk83zLc
12144Please respect copyright.PENANA4RfESfmUQo
Rasti benar-benar dilecehkan di sana. Bahkan mereka dengan bejatnya menyuruh Rasti agar memohon untuk disetubuhi supaya dia hamil lagi. Rasti juga dipaksa harus selalu tersenyum kesenangan selama dientotin seakan-akan menikmati perkosaan itu.12144Please respect copyright.PENANAu0Ixhb3BuI
12144Please respect copyright.PENANAPAaENqcBtk
“Ayo memohon… yang benar ngomongnya” suruh mereka.12144Please respect copyright.PENANAo7ZkSzmZyG
12144Please respect copyright.PENANAEirGcZnEPt
“i..iya… A..abang-abang sekalian… tolong entotin aku dong… aku pengen hamil lagi…” ujar Rasti dengan desahan menggoda, walaupun sebenarnya dia mengatakannya karena terpaksa.12144Please respect copyright.PENANAbVK7iueeUr
12144Please respect copyright.PENANAtQgzgEIVHs
“Hahaha… gitu dong baru mantap, huahaha”12144Please respect copyright.PENANA3V3jyEHOeP
12144Please respect copyright.PENANAGlTaDScYxB
Mana tahan pria-pria itu mendengar gadis cantik seperti Rasti berkata demikian. Rastipun langsung digilir oleh mereka, tubuh mungilnya dientotin seenaknya bergantian oleh para preman pasar. Sungguh pemandangan yang ganjil, 1 gadis belia cantik melawan 6 preman pasar kasar! Awalnya Rasti memang hanya berakting pura-pura kenikmatan sesuai suruhan mereka, namun akhirnya dia justru betul-betul menikmati. Ini sudah terjadi, tidak ada gunanya berteriak dan menangis, pikirnya waktu itu.12144Please respect copyright.PENANAWEzXMO9NKy
12144Please respect copyright.PENANAR222iMONmP
Setelah puas menikmati Rasti, preman-preman itupun ingin meninggalkannya begitu saja di sana, termasuk pria yang membawanya tadi. Rasti yang bingung harus kemana, akhirnya menahan pria itu dan minta ikut dengannya.12144Please respect copyright.PENANAmlSmuKi1WW
12144Please respect copyright.PENANANqzUzowxnT
******************************12144Please respect copyright.PENANAnGyfB0Al3G
12144Please respect copyright.PENANAgZFBWkJGZJ
“Tante bingung waktu itu mau ditinggalin gitu aja di pasar.” Rasti menerawang. Riko, Romi dan Jaka manggut-manggut mencoba membayangkan dan memahami bagaimana posisi Rasti saat itu.12144Please respect copyright.PENANApCSLnW0d1k
12144Please respect copyright.PENANA3B3ZE5Mhlu
“Tapi kenapa harus ikut sama mereka Tante?”12144Please respect copyright.PENANAAqxAvaTZKP
“Bukan mereka, tapi dia… Bapak-bapak yang ketemu Tante pertama itu… Tante tadinya pingin ikut dia aja. Ga sama yang lain…”12144Please respect copyright.PENANA5jkJWd9GjW
12144Please respect copyright.PENANAZsEanN4CSQ
“Tapi kan jelas-jelas dia jahat Tante…”12144Please respect copyright.PENANAx9Mi82rQLG
12144Please respect copyright.PENANAE1LBslIOdf
“Aah nggak juga kok, hi hi hi… Bapak itu ngentotnya enak kok… hi hi hi…” Rasti tertawa nakal. Teman-teman Tedi langsung mupeng dibuatnya. “Kalo yang lain emang lumayan kasar sih ngentotin Tante… Tapi enak juga kok… Karna Tantenya gak ngelawan ya mereka ga sampe nyakitin Tante…”12144Please respect copyright.PENANAiuAlFHm1hj
12144Please respect copyright.PENANAvjPUVyd1iI
Haaa… gemes sekali teman-teman Tedi dengan kenakalan Rasti. Tapi benarkah Rasti benar-benar menikmatinya, atau cuma berpura-pura supaya tidak dikasihani? Entahlah.12144Please respect copyright.PENANAlGjr7MwqI0
12144Please respect copyright.PENANAhqXopSiLTb
************************12144Please respect copyright.PENANAzX9jvbD3T7
12144Please respect copyright.PENANAsrEOwlG1ky
“Pak…. Saya ikut yah sama bapak…” pinta Rasti mengiba.12144Please respect copyright.PENANAYhSuZ5hP5U
12144Please respect copyright.PENANAJIszbr76kj
Sungguh gila, padahal jelas-jelas pria itu bersama teman-temannya baru saja memperkosanya. Tapi Rasti tidak punya pilihan lain, dia tidak tahu harus kemana, dia kelaparan. Rasti hanya bisa memohon untuk minta ikut walau dia tahu resikonya dia akan jadi tempat pelampiasan nafsu.12144Please respect copyright.PENANApNTKrIdlbV
12144Please respect copyright.PENANAPggN1wEiXh
Namun pria itu ternyata menolak karena sudah berkeluarga, gilanya dia malah menawarkan Rasti pada teman-temannya.12144Please respect copyright.PENANA5FiJIdtdKL
12144Please respect copyright.PENANAe9njFhHOR1
“Ayo, siapa yang mau nampung gadis ini? Lumayan lah bisa kita pake-pake lagi. Gimana lu Man? Lu kan masih bujangan…?” tanyanya kepada salah satu temannya si Risman.12144Please respect copyright.PENANAyKRHqurDJB
12144Please respect copyright.PENANAnB3wI9rOmR
“Aduh, ngawur aja lo, gue masih tinggal sama nyokap gue tau gak lo!”12144Please respect copyright.PENANAHrP2ct12AZ
12144Please respect copyright.PENANAs1WXIYEEMI
“Alah… nyokap lo udah nenek-nenek gitu, mau ngapain dia emangnya!? Lo gimana Jo?” tanyanya pada yang lain.12144Please respect copyright.PENANAteM4fLwQE4
12144Please respect copyright.PENANAyeXqRGgR2K
“Ada istri gue, begok!”12144Please respect copyright.PENANAxo3cAzdsgy
12144Please respect copyright.PENANAjF1qXzVMGM
“Atau gini… kita cariin dia kos-kosan aja. Ntar kalau kita pengen ngentotin dia kan gampang” usul yang lain.12144Please respect copyright.PENANAosklqNOsaR
12144Please respect copyright.PENANA2dbd1eoaXq
“Ha? Lu punya duit apa!?”12144Please respect copyright.PENANAWWRkYi6FeJ
12144Please respect copyright.PENANAKYCJo2Q595
*****************************12144Please respect copyright.PENANACTQHb3ajWz
12144Please respect copyright.PENANASCR0b4C0DS
“Ya gitu deh… Tante malah dilempar sana-sini. Tante cuman diam aja ndengerin mereka diskusi tentang Tante mau ditaruh di mana, dan supaya bisa mereka entotin bareng terus kapan pun mereka mau. Tante sebenarnya gak terima juga, tadinya kan maunya cuma sama bapak yang pertama itu aja… Tapi ya gimana lagi, Tante waktu itu cuma bisa pasrah aja sih gimana nasib Tante ke depannya …” Rasti menghela napas dan menerawang, lalu beralih memandangi wajah teman-teman Tedi yang mengelilinginya.12144Please respect copyright.PENANAN8Tvffn6hq
12144Please respect copyright.PENANAroKMTqczQ3
“Hi hi hi… serius amat siih kalian…? Tegang di atas atau tegang di bawah nih…? He he he…” Godanya. Wajah anak-anak itu memerah.12144Please respect copyright.PENANAlvfoyVT3Gt
12144Please respect copyright.PENANAHSURgE22qq
“Atas bawah nih Tante…” Jawab Jaka balik menggoda.12144Please respect copyright.PENANA224MEqSCYh
“Ya udah kalo gitu tamat dulu yaah ceritanya… Tuh wajah kalian udah kayak kepiting rebus aja…”12144Please respect copyright.PENANAUtgDiSFvNO
12144Please respect copyright.PENANABRreYRjVWo
“Yaah kok gitu Tante, belum maksimal nih tegangnya…” Romi ikut memberanikan diri ikut menggoda. Rasti tergelak mendengarnya. “Aduuh aduuh kalian ni nakal banget sih, anak-anak Tante aja ga pernah lho Tante ceritain kayak gini…” Ujarnya.12144Please respect copyright.PENANAYNlbZdIVPU
12144Please respect copyright.PENANA2EDUFKm1Rr
“Emangnya mau lebih tegang lagi…?”12144Please respect copyright.PENANAKLM6EAbT8c
“Mau Tante…”12144Please respect copyright.PENANAWT5L7h5osP
“Ya udah Tante lanjutin ya, tapi bentar aja…”12144Please respect copyright.PENANA4YEBJVCr6s
“Ya… kan masih panjang Tante ceritanya…”12144Please respect copyright.PENANAGIiO1WePF0
12144Please respect copyright.PENANAK5HqoqnThg
“Iih kamu ini emangnya Tante ga punya kerjaan apa? Udah gitu gerah tahu kalian kelilingin gini… mepet-mepet banget lagi, geser dikit ngapa?” Tukas Rasti bangkit dari sandaran sofa. Bergaya seperti orang kegerahan. Rasti menarik dan mengibas-ngibaskan bagian atas dasternya yang belahannya rendah. Walhasil payudara putihnya makin terekspos.12144Please respect copyright.PENANA7XAbbilDZG
12144Please respect copyright.PENANARfvTj8imLt
“Biar makin tegang buka dong dasternya Tante…!” Ujar Jaka melotot.12144Please respect copyright.PENANAnfBmvdySU8
“Hahaha… Terus Tante cerita sambil telanjang gitu?”12144Please respect copyright.PENANAq2vKbfgTqh
Riko, Romi dan Jaka mengangguk cepat. Antusias.12144Please respect copyright.PENANAFiPjMuxVOQ
12144Please respect copyright.PENANAlrWdZOYHo3
“Hmmm… Gimana kalo Tante buka dasternya, trus kita pindah ke kamar…? Kita lanjutin sambil tidur-tiduran…?” Lanjut Rasti dengan senyum nakalnya.12144Please respect copyright.PENANA32TQzmzaaC
12144Please respect copyright.PENANAxhcZrwTM7Y
“Iyaa.. iyaa tante… Ayo…!”12144Please respect copyright.PENANAPa4Hw8dByD
“Maunya…!” Cibir Rasti sambil mencubiti mereka. Tentu bukan cubitan yang benar-benar berniat menyakiti. Sambil mengaduh-aduh, teman-teman Tedi malah tertawa-tawa menikmati keintiman mereka. Tapi dongkol juga rasanya karna ternyata Rasti cuma menggoda mereka.12144Please respect copyright.PENANA1do2ewGkhg
12144Please respect copyright.PENANAbCOd27C0vu
“Tante nakal iih…”12144Please respect copyright.PENANApaQcPRBBaB
“Lho kok Tante yang nakal? Gak kebalik tuh? Kalian ini yang kecil-kecil udah mesum. Mesumin ibu temen sendiri lagi?”12144Please respect copyright.PENANAA588lHdLrQ
12144Please respect copyright.PENANAiL9kcrB90l
“Salah sendiri Tante cantik, binal lagi…” Gumam bersungut-sungut.12144Please respect copyright.PENANAQfGLTvLgcg
“Ih malah nggombal, mau lanjut gak nih ceritanya?”12144Please respect copyright.PENANAvmVL7QuOv5
12144Please respect copyright.PENANAguYtVb3LsZ
“Iya Tante, terus jadinya Tante tinggal di mana tuh?” Tanya Jaka penasaran.12144Please respect copyright.PENANAHxpFoxqftu
12144Please respect copyright.PENANAYU8iftJamx
Rasti tersenyum dan kembali menyandarkan badannya. Ia menarik napas bersiap melanjutkan. “Ada satu bapak yang paling preman banget, paling kasar… Paling gede badannya…” Cerita Rasti mulai mengalir lagi dari mulutnya. “Tante sebenarnya paling takut sama bapak ini, walaupun di antara lainnya dia juga yang paling kuat ngentotnya sih. He he he…” Bukan Rasti namanya kalau tidak menyelip-nyelipkan kenakalan dalam ceritanya. Teman-teman Tedi diam mendengarkan, diam-diam tangannya mulai mengelus-ngelus lagi ‘daging tumbuh’ di balik celana mereka masing-masing. Mereka tidak tahu apakah Rasti bercerita sejujurnya atau sedikit mendramatisir. Mereka tidak peduli yang penting mereka bisa menikmati selama mungkin cerita dan kebersamaan dengan Rasti.12144Please respect copyright.PENANAcY2pURv5Zg
12144Please respect copyright.PENANAI1eTorkFod
****************************************12144Please respect copyright.PENANAyl9EjvaRNC
12144Please respect copyright.PENANA7oXAN0a1Nx
Akhirnya salah seorang pria bersedia juga menampung Rasti. Pria yang sebenarnya paling tidak ingin Rasti tinggal bersama denganya, soalnya pria itu tadi yang paling kasar waktu menyetubuhinya dan yang paling kasar mulutnya, tapi Rasti tidak punya pilihan lain. Rastipun ikut bersama pria itu ke rumahnya.12144Please respect copyright.PENANA4HdnvRJMog
12144Please respect copyright.PENANAZBuQ15brl2
“Oke, sekarang lo tinggal di sini. Lo harus bersih-bersih rumah, memasak, dan tentu saja ngelayani gue di ranjang. Lo bersedia kan manis? Hehe…” Rasti hanya menjawab dengan anggukan dan senyuman.12144Please respect copyright.PENANAf8ewAvKUHk
12144Please respect copyright.PENANAnZVh1yoSMs
“Ya udah sana mulai kerja, gak lihat lo dapur gue berantakan!? Dasar lonte cilik!” hinanya. Rastipun segera menuruti. Setelah meletakkan bayinya diapun mulai bersih-bersih rumah. Belum sempat dia beristirahat, dia sudah harus melayani nafsu pria itu. Sering pria itu memaki Rasti karena suara tangisan bayi Rasti yang menggangunya. Kalau sudah begitu biasanya dia akan mengentoti Rasti dengan kasar tanpa peduli bayinya sedang butuh mamanya. Memang awalnya dia merasa tidak nyaman karena selalu mendengar hinaan pria ini, namun lama-lama akhirnya dia mulai terbiasa.12144Please respect copyright.PENANAP6aLIKN6JR
12144Please respect copyright.PENANAsAnBflpS7z
Setiap beberapa hari sekali, satu atau beberapa atau semua preman-preman itu akan ngumpul di sana, main judi, mabuk-mabukan, membagi jatah uang keamanan, dan…12144Please respect copyright.PENANAqHsUQOmZbo
12144Please respect copyright.PENANAb2hCLt0eP7
**************************12144Please respect copyright.PENANAuFS0FFpdrO
“Dan Tante digangbang lagi deeh…” Celetuk Romi tiba-tiba. Tangannya sudah menyelip di dalam celananya sendiri. Rasti tertawa geli melihatnya.12144Please respect copyright.PENANAJbFaeO89Tk
12144Please respect copyright.PENANA9qq45tfe3k
“Iih kamu ini kok seneng banget kelihatannya Tante digangbang… Tante itu diperkosa tahu…?”12144Please respect copyright.PENANATBPA58u72l
12144Please respect copyright.PENANAbb0kPKuf1B
“Kan katanya bisa menikmati…” ucap Romi lugu.12144Please respect copyright.PENANAQt0nbZIHKK
12144Please respect copyright.PENANApLSvoE7p9J
“Yaa, ngentot tu emang enak, Tante suka banget. Dan Tante gak nyesal juga ditampung di rumah bapak yang paling kasar itu. Karena tiap malam Tante digenjot dan bapak itu staminanya kuat banget. Jujur Tante suka. Tante mulai terbiasa, gak ketakutan lagi… Gak khawatir lagi. Tante udah kayak istrinya aja waktu itu… Kapan pun dia minta Tante harus siap deh digenjot.”12144Please respect copyright.PENANAFNrqIJIGTV
12144Please respect copyright.PENANAG7PVRC9b18
“Tuh kan Tantenya juga keenakan kan?”12144Please respect copyright.PENANAiG3gux9cDX
12144Please respect copyright.PENANAjljr5ig4Qv
“Yee.. Tapi Tante ini bukan mesin seks tau…?! Kalau mereka sudah ngumpul, trus Tante digangbang bisa sampai pagi ya Tante kewalahan juga . Bahkan sakit, capek…” Jelas Rasti sambil membelai rambut Romi.12144Please respect copyright.PENANAVYc57mORZ7
12144Please respect copyright.PENANAVnFAt3MZNd
“Oh ya, jadi bapak-bapak itu berenam, salah satunya bapak Norman ya…?” Tanya Riko teringat sekilas cerita Rasti sebelumnya.12144Please respect copyright.PENANA4gaDMWFkBj
12144Please respect copyright.PENANAwRI15uoZUa
“Kalo gitu gak sulit dong Tante tahu yang mana yang bapaknya Norman? Kan bisa diamati persamaannya… Pasti ada lah dikit-dikit...” Romi langsung nyambung.12144Please respect copyright.PENANA549z6cESN8
12144Please respect copyright.PENANALrCq8DDa4y
“Eh, emangnya kamu kira cuma 6 preman yang waktu itu menggilir Tante?”12144Please respect copyright.PENANA9QMTunalzG
12144Please respect copyright.PENANAPzTeZ0AY0U
“Lho kan katanya…”12144Please respect copyright.PENANAW4T3kkwPZH
12144Please respect copyright.PENANAEgkb1fkwly
“Iya, awalnya mereka cuma berenam. Tapi tahu sendiri kan, preman itu pasti ada geng-gengnya. Mereka saling bersaing, berebut kekuasaan di pasar. Jadi gak mungkin geng mereka cuma berenam. Kalo pada ngumpul terus ngeliat Tante di situ, tahu sendiri dong…? Kalo cuma berenam sih Tante juga kuat kali…”12144Please respect copyright.PENANAO5di76wMiR
12144Please respect copyright.PENANAO49IatdJDO
“Ja… Jadi Tante ngentot sama semua anggota geng itu?” Jaka antusias.12144Please respect copyright.PENANAlNCF8ojeEt
12144Please respect copyright.PENANAzIZHDKcJV9
“Hi hi hi… Gak tahu ya kalau itu sudah semua anggota geng. Tapi yang jelas semua yang pernah ngumpul di rumah itu, semua Tante layani. Tanpa kecuali.”12144Please respect copyright.PENANAWwI5jXOIxB
12144Please respect copyright.PENANAW8gHhCIujW
“Semua…? Berapa orang tuh Tante…?”12144Please respect copyright.PENANAxNEZiimLE3
12144Please respect copyright.PENANAzOF3selTjm
“Hi hi hi, semangat banget deh kamu… Emangnya Tante ngitung?”12144Please respect copyright.PENANAen7ahofarc
“Yaah… 10 orang ada Tante?”12144Please respect copyright.PENANASpkSlT4A5x
“10? Dikit amat?” Jawab Rasti senyum-senyum nakal. Woow, makin gemas dan ngaceng mereka dibuatnya.12144Please respect copyright.PENANA5yxm8FCCAK
12144Please respect copyright.PENANAgEkylH4l0a
“15?”12144Please respect copyright.PENANAvXU9f7XYPg
“Hampirr… hi hi hi…”12144Please respect copyright.PENANApoGCAZWRdP
“Iih katanya Tante gak ngitung?” Ucap Romi gemas.12144Please respect copyright.PENANA38tiBDh6xU
12144Please respect copyright.PENANA60Y8mPRUM4
“He he he, gak ngitung sih, tapi kira-kira ya… Hmmm… waktu itu si Bokir bawa 2 temen, terus besoknya si Joni berdua juga… Terus 4, mmm… yang malam itu 3… pas rame-rame yang baru lagi ada mmm 4 atau 5 ya… udah gitu malam tahun baru berapa yaa rame banget………” Rasti bergumam-gumam pelan mengingat-ingat sambil menerawang.12144Please respect copyright.PENANAShf8nmGRKp
12144Please respect copyright.PENANAo2ZB6pDivO
Sangat menggemaskan...12144Please respect copyright.PENANAuxMgv9tlii
12144Please respect copyright.PENANAK9j8IgRMgf
****************************12144Please respect copyright.PENANA87IMk16buW
12144Please respect copyright.PENANAOpRgiqWKg5
Ya, bukan hanya semalam 2 malam tempat itu dibuat nongkrong para preman.12144Please respect copyright.PENANAlZEUqScKk2
12144Please respect copyright.PENANAz9aRv6DayQ
“Wuih Jok, sapa tuh bening-bening seger…?”12144Please respect copyright.PENANArRKAyNGDNG
“Wah, kok ada daun muda di sini lo gak bilang-bilang? Sapa tuh?”12144Please respect copyright.PENANArJDw18YuZd
“Anjrit, seksi Jok, ngaceng gue!”12144Please respect copyright.PENANAWMQjkLHqpG
12144Please respect copyright.PENANAglWKzxVUuK
Begitu kira-kira reaksi tiap preman yang datang ke situ. Rasti sendiri diam saja, kadang penasaran, kadang bangga, bahkan kadang malah horni, tapi tidak jarang juga dia takut dan cemas kalau pas yang datang terlihat sangat kasar dan sangar, apalagi kalau mabuk. Buruk rupa? hampir pasti!12144Please respect copyright.PENANAdFolhGME3Z
12144Please respect copyright.PENANAL9wfuDb7pX
“Ooh itu lonte gue, dah lama gue pelihara, lu mau? Entotin deh sono, bebas aja… Gratiss!” Jawab Joko si tuan rumah yang menampung Rasti. Benar-benar jawaban yang sangat melecehkan dan merendahkan Rasti. Tapi Rasti sudah seakan kebal dengan tiap kata-kata kotor yang ditujukan padanya. Gak ada ceritanya Rasti bisa menolak jika hendak disetubuhi. Jika satu atau dua pria tidak ada masalah bagi Rasti untuk menikmati juga persetubuhan itu. Tapi kalau sudah banyak preman dan menggangbang Rasti beramai-ramai. Rasti mau tak mau harus melayani mereka semua meski tidak bisa menikmatinya cukup lama. Kalau sudah dini hari Rasti sudah lelah bukan main, tapi preman-preman itu tidak jarang terus menggilirnya sampai fajar. Tidak jarang Rasti sampai pingsan dibuatnya. Kalau ditotal ada 17 preman yang rutin menggagahi Rasti selama dia tinggal di sana.12144Please respect copyright.PENANAmuOIqVGeXw
12144Please respect copyright.PENANA1ONXPHnulw
“Oke manis, waktunya lo kita gangbang, lo siap? Hahahaha” tanya salah satu mereka.12144Please respect copyright.PENANAqncqWlTEsJ
12144Please respect copyright.PENANAXNrjmXp9r7
“Eh, i..iya…” jawab Rasti lemas membayangkan dirinya akan disetubuhi banyak pria sekaligus. Tapi apa daya, inilah yang bisa dia lakukan sebagai rasa terima kasih karena telah bersedia menampung dia dan bayinya. Dia harus merelakan dirinya dijadikan mainan seks para berandalan itu.12144Please respect copyright.PENANAxuPZokSDZL
12144Please respect copyright.PENANAaDphaSneCm
“Jawab yang benar!”12144Please respect copyright.PENANAya1UACM59l
12144Please respect copyright.PENANA0k3QcC9MQ3
“I..iya… silahkan entotin aku sampai kalian puas, aku udah siap dari tadi kok mau kalian apakan saja….” jawabnya sekali lagi dengan nada manja.12144Please respect copyright.PENANA6xLIbayBFD
12144Please respect copyright.PENANA8aAPKGwq1S
“Haha, bagus… Tapi tunggu, minta izin juga dong sama anak lo, hehe” suruh pria yang lain. Mereka betul-betul mempermainkan Rasti! Tapi bagaimanapun Rasti tidak punya pilihan lain selain menuruti.12144Please respect copyright.PENANAh6S8z1qFaa
12144Please respect copyright.PENANAS5jkkm0kpm
“Te..tedi sayang… mama mau ngentot dulu ya sama papa-papa. Papa-papamu udah gak sabaran tuh pengen ngentotin memek mama. Kamu jangan berisik ya, jangan ganggu kita ngentot… ntar nggak mama kasih susu lho…” ujar Rasti sambil tertawa kecil. Dia mengatakan hal seperti itu semata-mata hanya ingin memuaskan mereka, bukan karena ingin. Tapi siapa sangka kalau akhirnya Rasti terbiasa berucap seperti itu pada anak-anaknya ketika akan melonte di kemudian hari.12144Please respect copyright.PENANAifl0ilcASk
12144Please respect copyright.PENANA3F2DBnXfnz
Akhirnya untuk kesekian kalinya, Rasti dientotin seenaknya di depan bayinya. Tedi yang masih bayi tentu saja tidak mengerti apa-apa. Dia hanya bisa menyaksikan, bahkan tertawa-tawa melihat mamanya yang kewalahan disetubuhi beramai-ramai oleh para preman pasar.12144Please respect copyright.PENANAKdmTezsv0M
12144Please respect copyright.PENANAkO00GtdP07
Tubuh Rasti dinikmati oleh mereka sepuasnya. Menggenjot tubuh mungil Rasti dengan penis-penis mereka tanpa ampun. Mereka juga sangat rajin menumpahkan benih mereka ke rahim Rasti.12144Please respect copyright.PENANAgUWC2Ae39m
12144Please respect copyright.PENANAavTz3VILHS
Setelah beberapa bulan tinggal di sana, akhirnya Rasti hamil untuk kedua kalinya akibat perbuatan preman-preman itu. Benar, salah satu dari ke tujuh belas orang itu adalah bapaknya Norman!12144Please respect copyright.PENANAIGu31MvDns
12144Please respect copyright.PENANAbVcyMtMUwl
Rasti kemudian diusir. Perut Rasti yang semakin membuncit membuatnya tidak bisa lagi dientotin karena hamil tua. Selain itu juga akan makin merepotkan bila nanti ada dua bayi di sana.12144Please respect copyright.PENANAsyAjHVfIMU
12144Please respect copyright.PENANAiuiiT05vZB
“Sorry ya kita gak bisa nampung lo lagi, tapi kita bakal terus ingat gimana rasa tubuh lo itu kok…” ujar mereka merendahkan. Rasti hanya bisa pasrah. Habis manis sepah dibuang. Begitulah nasib Rasti.12144Please respect copyright.PENANAF9U897A6WZ
12144Please respect copyright.PENANA8aybfWqPnr
Rasti yang diusir dalam kondisi hamil tua dan menggendong Tedi yang masih bayi semakin bingung harus kemana. Satu-satunya harapan, mau tidak mau adalah kembali ke keluarga. Tapi apakah keluarganya mau menerima? Apalagi dia lagi-lagi hamil tanpa seorang ayah!12144Please respect copyright.PENANAkxrqU97NNL
12144Please respect copyright.PENANAcdYe2MIRLT
Akhirnya Rasti memutuskan untuk mengunjungi salah satu keluarga yang ada di Jakarta, yaitu Pakdenya, orangtua pamannya Tedi, paman Tedi itu adalah sepupunya Rasti. Sempat khawatir mendapat penolakan, namun ternyata Rasti diterima dengan baik oleh mereka. Walau keluarga itu kesal juga dengan ulah Rasti tapi mereka tetap merasa kasihan. Lagipula tinggal di kota besar seperti Jakarta membuat keluarga itu bisa memaklumi sesuatu yang bagi banyak orang desa masih sangat tabu, seperti hamil diluar nikah yang terjadi pada Rasti.12144Please respect copyright.PENANAST6sQ8awpp
12144Please respect copyright.PENANAL7ZnPSoJmz
Rasti boleh tinggal di situ dengan satu syarat, dia harus sekolah. Harus masuk SMA. Rasti sih mau-mau saja, tapi dia tidak punya ijazah SMP karena waktu itu didrop out akibat hamil. Akhirnya Rasti dibantu dengan berbagai cara dan juga dengan pengaruh Pakdenya supaya bisa masuk SMA.12144Please respect copyright.PENANA3WtCIZ4crv
12144Please respect copyright.PENANAbJvCS3iKCh
***********************************12144Please respect copyright.PENANAcHTAHh0Nz9
“Baik ya pakdenya Tante…” Gumam Riko.12144Please respect copyright.PENANARX4ePtsxuW
12144Please respect copyright.PENANAfc5FFvwl1E
“Jangan-jangan… ada maunya juga… Tante dientot juga sama pakd…… Adududuhh Tante…!” Jaka yang belum selesai menimpali sudah dijewer telinganya oleh Rasti. Kali ini Rasti kelihatan serius. “Kamu jangan nggak sopan ya? Pakde Tante itu orang baik-baik, dia gak macem-macem sama Tante!” Omel Rasti.12144Please respect copyright.PENANAwQ25A3MQBy
12144Please respect copyright.PENANA7zjr5JYkEi
“Ma…maaf Tante…” Jaka bersungut-sungut. Riko dan Romi menahan tawa melihatnya.12144Please respect copyright.PENANAqsoIOpBLqc
12144Please respect copyright.PENANAaC6zp5Zk3C
“Tante ngelahirin Norman di rumah pakde, semua yang bantu pakde. Biaya dan segala macemnya. Pakde ga pernah memarahi Tante… Pakde cuma minta 1 hal, Tante harus sekolah. Pakde juga yang ngurusin semuanya. Tapi sayang Tante gak bisa sekolah di sekolah yang ideal sesuai keingingan pakde…”12144Please respect copyright.PENANAdmdGGh7zE1
12144Please respect copyright.PENANA0hSI5d3EZt
Rasti mengambil napas sejenak lalu melanjutkan ceritanya mengenai kondisi SMA yang dia masuki.12144Please respect copyright.PENANA7DS3dBIlg5
12144Please respect copyright.PENANAY7pBtedBnt
*************************************12144Please respect copyright.PENANAoFUo83S3BH
12144Please respect copyright.PENANAtYA9fqGvm6
Apa daya, satu-satunya SMA yang kemudian bisa dimasuki Rasti adalah SMA yang ada di daerah pesisir pantai di tepi Jakarta, hampir di luar Jakarta, dekat perbatasan. SMA yang jauh dari kata bermutu. Murid-muridnya adalah anak-anak penduduk pesisir pantai yang kulitnya hitam legam dan rambutnya merah terbakar matahari. Kebanyakan murid di sana laki-laki dan bandel-bandel.12144Please respect copyright.PENANAh3wrBd9mq7
12144Please respect copyright.PENANA76pp8Tt35Y
“Hai cewek… cakep bener, putih mulus… mandinya pake susu ya? Bagi dong susunya… hehe” goda salah satu murid cowok di sana.12144Please respect copyright.PENANA8rqDKnpsXl
12144Please respect copyright.PENANAVGedXT9Q3L
“Duh mulutnya manis tuh kalau dicipok, apalagi kalau dicipok pake kontol abang…” ujar murid yang lain kurang ajar.12144Please respect copyright.PENANAkwUtSuPbDo
12144Please respect copyright.PENANAV68TgnCSmL
Rasti yang cantik, seksi, dan putih mulus tentunya menjadi pemandangan indah tersendiri di sekolah itu. Sejak hari pertama sudah banyak sekali cowok-cowok yang menggodanya. Dari yang sekedar kata-kata gombal dan kotor, sampai ke yang berani mencolek-colek tubuhnya. Meski suka dirayu dan digoda cowok-cowok di sana, tapi Rasti risih juga. Rasti pikir dia harus cari aman, dia mesti memacari salah satu cowok yang dia pandang paling berpengaruh di sekolah secepatnya. Kalau bisa hari itu juga.12144Please respect copyright.PENANADtQ0nVGL9d
12144Please respect copyright.PENANArNsdFHw7O4
Dia mulai memberi lampu hijau pada salah seorang yang dinilainya cocok. Agung namanya. Cowok yang penampilannya urakan, dekil, dan sering bikin repot guru inilah yang akhirnya dia pilih, salah satu cowok yang tadi ikut menggodanya dengan kata-kata vulgar. Gayung bersambut. Hari itu juga sepulang sekolah Agung menawarkan diri untuk mengantar Rasti pulang.12144Please respect copyright.PENANA5g4oAp2iqu
12144Please respect copyright.PENANAJjDcqT4GB3
“Masuk yuk Gung…” ajak Rasti menawari cowok itu untuk mampir setibanya di rumah.12144Please respect copyright.PENANAZMYrGP13pm
12144Please respect copyright.PENANAGChpm1cjNJ
“Emangnya gak ada orang? rumahnya gede gini…”12144Please respect copyright.PENANAkackaCEo9n
12144Please respect copyright.PENANAyJm7TZYpjZ
“Lagi sepi kok… Yuk masuk. Minum dulu, pasti haus kan? Jauh lho pulangnya, ntar dehidrasi lho kamunya, hihihi…” jawab Rasti manja. Rumah Pakdenya memang sedang sepi jam segini. Hanya ada seorang baby sitter tua yang menjaga anak-anak Rasti selama Rasti sekolah, sedangkan penghuni lainnya belum pulang kerja.12144Please respect copyright.PENANAr5jAqJWeYm
12144Please respect copyright.PENANAXZEZGLil7O
Akhirnya merekapun masuk, Rasti langsung mengajak cowok itu ke dalam kamarnya biar lebih enak ngobrolnya. Mereka saling bercerita, Agung ingin tahu banyak tentang Rasti dan Rastipun menceritakan semuanya dengan terbuka. Bagaimana dia sudah punya dua anak, bagaimana dia pernah diperkosa, pernah tinggal beberapa bulan bersama para preman sebagai budak seks mereka, dan cerita-cerita lainnya.12144Please respect copyright.PENANAt27y5gBgNc
12144Please respect copyright.PENANA3JUNbvctYE
Dasar Rasti binal, diapun akhirnya ngentot dengan cowok itu. Rasti tentu awalnya sekedar ingin pedekate saja. Namun dia tidak menyangka ‘kencan’ pertama itu akan terlalu jauh. Semuanya mengalir begitu saja dan jadilah mereka bercinta. Rasti disetubuhi oleh cowok yang bahkan belum sehari dia kenal! Di rumah Pakdenya pula yang sudah bersedia menampungnya. Salahnya juga sebenarnya, mana ada pria yang bisa tahan setelah diajak masuk kamar oleh gadis secantik Rasti, apalagi setelah mendengar kalau ternyata Rasti doyan ngeseks. Sepasang remaja itupun bersenggama dengan nikmatnya di dalam kamar Rasti.12144Please respect copyright.PENANA2WKXGdQ9lB
12144Please respect copyright.PENANAv3h6sbmMgK
Malangnya, setelah berhubungan beberapa hari ternyata Agung tidak juga menembak Rasti. Kayaknya dia tidak berminat pacaran sama Rasti. Toh tanpa pacaran, tubuh Rasti sudah bisa dia jamah sesukanya. Apalagi dia malah cerita ke banyak teman-teman lain di sekolah itu. Soal Rasti yang sudah ditidurinya lah, sudah punya anak tanpa suami lah, gampangan lah, dan sebagainya. Walhasil Rasti terkenal dengan reputasi ‘bitch’ di kalangan anak-anak bandel di sekolah itu.12144Please respect copyright.PENANAiqCLhpbWRg
12144Please respect copyright.PENANAStkz0VKS1n
Selama beberapa minggu Rasti jalan dengan Agung tanpa status. Selama itu pula Rasti dengan mudahnya bisa dipake oleh cowok itu. Rasti sebenarnya kewalahan dengan reputasinya. Selalu digoda, selalu dijadikan bahan obrolan dan cibiran, dicolek-colek, sampai ada yang terang-terangan minta ngentot dan itu sangat banyak! Rastipun berinisiatif untuk menembak Agung duluan. Meski awalnya menolak, namun akhirnya cowok itu mau juga.12144Please respect copyright.PENANAjs6WcNCPbV
12144Please respect copyright.PENANAavtdcG6GpO
Setelah jelas-jelas pacaran, hampir tiap hari Rasti bersetubuh dengan Agung. Bahkan cowok itu sering ngajak Rasti nginap di rumahnya. Hal ini membuat Rasti sering menelantarkan Tedi dan Norman yang masih bayi di rumah dan membuat Pakdenya kewalahan dengan ulah Rasti yang semakin binal dan susah diatur. Meski Pakdenya memaklumi seks bebas yang sudah lazim dilakukan para remaja masa kini, termasuk dengan apa yang sudah dilakukan rasti, tapi bukan berarti Pakdenya akan nyaman-nyaman saja terus dengan ulah Rasti yang bukannya tobat tapi malah semakin membenamkan diri dalam lembah seks bebas itu.12144Please respect copyright.PENANAj2c5izWrRr
12144Please respect copyright.PENANApgxqZ9CsO9
Rumah Agung ada di sebuah perkampungan nelayan. Dekat pantura. Daerah yang keras dan kasar. Agung mengajak Rasti ke rumahnya karena ternyata keluarganya, termasuk hampir semua keluarga di perkampungan itu tidak menganggap tabu seks bebas. Bahkan banyak dari anak-anak gadis di situ, atau bahkan ibu-ibu mereka yang mencari sampingan dengan menjajakan diri. Maklumlah di situ memang jalur yang sering dilewati supir truk.12144Please respect copyright.PENANAB4asx21RoG
12144Please respect copyright.PENANAKhsfNx5LUg
“Kenalin nih pacar aku, cantik kan?” ujar Agung dengan santainya memperkenalkan Rasti pada orangtua dan adik-adiknya.12144Please respect copyright.PENANAXohGXMbmuI
12144Please respect copyright.PENANA8COSurEmNA
“Duh, cantiknya pacarmu, hebat kamu bisa macarin cewek secantik dia,” puji orangtuanya. Setelah itu merekapun bisa ngentot dengan bebasnya di rumah tanpa perlu takut diganggu.12144Please respect copyright.PENANASob9QnEMMQ
12144Please respect copyright.PENANA1UZ4y669M4
Tidak hanya pada keluarganya saja, Agung juga memperkenalkan Rasti pada teman-teman di lingkungan rumahnya. Ternyata inilah alasan Agung mempertimbangkan untuk mau macarin Rasti, biar Rasti bisa dipamerin di lingkungan rumahnya juga, bukan hanya di sekolah. Jelaslah banyak cowok-cowok di perkampungan itu yang jadi iri pada Agung.12144Please respect copyright.PENANAO7MvqWdFEH
12144Please respect copyright.PENANAY1sjRbMu90
Agung sangat sering mengajaknya menginap serta mengajaknya jalan-jalan di sekitar situ. Rasti merasa bahwa pacarnya ini sangat-sangat memamerkan dirinya. Di sinilah Rasti juga mulai ‘belajar’ eksib. Bakat eksibnya mulai tumbuh.12144Please respect copyright.PENANAzRANZFeMJ2
12144Please respect copyright.PENANAyeeUHXjbkN
***********12144Please respect copyright.PENANA3AfQz19812
12144Please respect copyright.PENANAMPfWikmjyv
“Daah aah…! Bersambung!” Tiba-tiba Rasti bangkit.12144Please respect copyright.PENANAwl7RkUG9Og
12144Please respect copyright.PENANAMsrRqplPoc
“Yaah tantee… baru mau mulai tegang lagi nih…!” Jaka protes.12144Please respect copyright.PENANAYIlBykhLt3
“Iyya nih Tante…” Lainnya nyambung.12144Please respect copyright.PENANAGdqNnCzJ2H
12144Please respect copyright.PENANAivoF7bGPxK
“Yee… kalian nih maunya. Pokoknya cukup. Tuuh, Tante mau nyusuin anak Tante…” Jawab Rasti tegas. Kebetulan suara tangis bayinya yang baru bangun terdengar kemudian, jadilah alasan kuat Rasti untuk menghentikan sesi ceritanya.12144Please respect copyright.PENANAaT3BGgsoK1
12144Please respect copyright.PENANAdqYgFrvPVB
“Wah mau menyusui Tante…?” Mata Romi berbinar-binar.12144Please respect copyright.PENANAUyEBDb8IUz
12144Please respect copyright.PENANA9reHaWaXpP
“Iya, habis itu mau mandi siap-siap dientot sama tamu. Puass?” Jawab Rasti ngasal sambil tertawa dan mencibirkan lidahnya meninggalkan mereka.12144Please respect copyright.PENANAOWqJu5Sn6Q
12144Please respect copyright.PENANAaLRwJ6VDxf
12144Please respect copyright.PENANAXuC2kQ1B34