
#6 Rasa baru
2958Please respect copyright.PENANAdsxRcnQnyA
“Ahhhh…, Pelan-pelan…,” Aku meringis kecil ketika kurasakan penisnya mulai masuk. Tak bisa kubayangkan, bawah kini aku telah sah disetubuhi olehnya.2958Please respect copyright.PENANAyU7zvqgowz
2958Please respect copyright.PENANAu8ROdQrjni
“Kalau sakit, bilang, ya, tan.” Fajar mengeluarkan penisnya, lalu ia meludahkan tangannya, dan liur itu ia oles ke penisnya. Ia meraih kedua tanganku dan menempatkannya di kedua kakiku.2958Please respect copyright.PENANAmMMepk1W8z
2958Please respect copyright.PENANAqAwQh2F2kR
“Tahan tan,” suruhnya. Bagai tersihir aku mengikuti perintahnya. Aku menarik kakiku dan menahannya. Kini hilanglah sudah martabatku sebagai istri sekaligus ibu.2958Please respect copyright.PENANAAhgIQDwiqZ
2958Please respect copyright.PENANAEToWErTbID
“Jar…Ahhhh…” Aku mendesah tak tertahan ketika penisnya mulai masuk kembali. Aku mengigit bibir. Menahan nikmat.2958Please respect copyright.PENANANzcwrLpwl3
2958Please respect copyright.PENANAX4flcDi8B0
Terdengar bisiknya di telingaku. “Makasih, tan.”2958Please respect copyright.PENANATZvpF371uC
2958Please respect copyright.PENANARS4xEcca7Z
Aku tidak menjawab.2958Please respect copyright.PENANAYaYI3StquO
2958Please respect copyright.PENANAPu7PRPz4w8
Perlahan penisnya mulai masuk lebih dalam. Tidak ada rasa sakit yang kurasakan, melainkan kenikmatan penuh.2958Please respect copyright.PENANAnHMUkOFaW8
2958Please respect copyright.PENANAa2jmwSTU2a
“Ahhhh…empshhhh…,” Aku mendesah lagi ketika penisnya penuh dalam kemaluanku. Aku menggeleng kanan-kiri, menahan rasa nikmat yang luar biasa.2958Please respect copyright.PENANAqjHzGQLR1j
2958Please respect copyright.PENANAG24in4PS4d
Fajar memaju-mundur-kan penisnya perlahan. Tangannya meremas buah dadaku, dan sesekali memelintir putingku. Sementara tangannya yang satu bertengger di puncak kepalaku yang terbalut jilbab.2958Please respect copyright.PENANAyJ9Q5HRvmC
2958Please respect copyright.PENANAXMI9Zbuffg
Seketika pinggulku terdorong sebab hentakan dar ipenisnya.2958Please respect copyright.PENANAh0UkZhiYvx
2958Please respect copyright.PENANABHNMU7bG0E
“Enak…tan, hah?” Fajar berkata dengan suara memburu.2958Please respect copyright.PENANAAGXd0OucXP
2958Please respect copyright.PENANAx1kTOSr5kk
“Empshh…, enak…, Jar,” jawabku terbawa nafsu.2958Please respect copyright.PENANAlVvPRNN3ZZ
2958Please respect copyright.PENANAxlE3dvaO6A
Fajar mempercepat temponya. Tangan kananku hengkar dari kaki, ia tarik ke atas, dan ia jilati ketiakku.2958Please respect copyright.PENANAsjVxrtxomZ
2958Please respect copyright.PENANAkRRMxAumUN
“Ahhh…., geli…, Jar…” Nafasku memburu, bibirku bergetar, wajahku meringis nikmat. Bisa kurasakan penisnya menyatu dalam tubuhku. Aku tidak menyangka, bahwa aku akan berakhir disetubuhi oleh sahabat anakku sendiri.2958Please respect copyright.PENANADqkauBlovq
2958Please respect copyright.PENANAN0UBLkU2Zm
Penisnya terus menusuk kemaluanku. Kami saling bercumbu dan bertukar ludah. Sapuan lidahnya kubalas. Lepas dari cumbuan, ia membanjiri kedua buah dadaku dengan ludahnya. Sesekali ia gigit kecil putingku. Membuat tubuhku mengelinjang.2958Please respect copyright.PENANAw2ng7SIYVC
2958Please respect copyright.PENANAGgPBm0POOK
“Gimana, tan? Enak gak dientot?” tanyanya dengan kalimat vulgar.2958Please respect copyright.PENANAwKlzb3MtGW
2958Please respect copyright.PENANAnamWsaCen2
Aku terbawa suasana, dan menjawab, “Enak…”2958Please respect copyright.PENANA6J893tXNf9
2958Please respect copyright.PENANA4Oy08Vct0w
Fajar semakin gencar menghujani kemaluanku. Aku memeluk tubuhnya dengan erat, menikmati setiap sentakan yang ia layangkan. Sungguh, dalam dosa ini, kurasakan kenikmatan duniawi. Bukannya malah menolak, malah sebaliknya. racau-racau terus keluar dari mulutku.2958Please respect copyright.PENANANc9E9E1SIc
2958Please respect copyright.PENANAg4FOjXCGcE
“Memek tante enak banget.” Giliran Fajar yang meracau tidak jelas. “Sempit banget, tan!”2958Please respect copyright.PENANA1y5crV3621
2958Please respect copyright.PENANA61qqCDRQzG
Aku malah terangsang mendengar ucapan vulgarnya. Lama-lama kelamaan kurasakan kenikmatan yang ingin tersalurkan. Sebuah puncak dari bersetubuh. Dan aku bisa merasakan bahwa Fajar merasakan hal yang sama.2958Please respect copyright.PENANAqA5yfvZ7S2
2958Please respect copyright.PENANAXYlzPu5kHL
Dalam satu sentakan kuat, aku berkata dengan desah yang melingking, “Empshhh…, tante keluar…”2958Please respect copyright.PENANAJVNSEMlnPu
2958Please respect copyright.PENANA8l8hU5aOxv
Fajar berbisik di telingaku. “Fajar keluarin di dalam, tan.”2958Please respect copyright.PENANAeErE4PiWPY
2958Please respect copyright.PENANAQU7bCRzAY0
Pupil membesar, dengan sekuat tenaga, aku dorong tubuhnya. Tapi, aku tak cukup kuat untuk membuat penisnya keluar dari dalam kemaluanku. Sementara itu, Fajar semakin erat memelukku.2958Please respect copyright.PENANAPydQ8rSByr
2958Please respect copyright.PENANAfhdPLaNKql
“Tan…, Fajar keluar!!” Dia mengerang keras.2958Please respect copyright.PENANA0FgHltlSgs
2958Please respect copyright.PENANA4a4K8qnPPD
Pun aku, tubuhku mengelinjang, mataku terangkat ke atas. Deruh nafasku memburu. Kupeluk erat tubuhnya dalam dekapku. Fajar berbisik, “Makasih, tan.”2958Please respect copyright.PENANA2JDe3hTjhq
2958Please respect copyright.PENANAf3qdxRsxqu
Aku menatap langit-langit kamar. Berharap bahwa spermanya gagal untuk membuahiku.2958Please respect copyright.PENANAggkHYDL9xF
2958Please respect copyright.PENANAakrLibKvE4
***2958Please respect copyright.PENANAPlFDAGwxrF
2958Please respect copyright.PENANAbMZKzPdNWS
Aku bersandar di ranjang dengan tatapan kosong. Sementara Fajar mengelus puncak kepalaku sedari tadi. Ia terus berusaha menenangkanku, bahwa tidak mungkin aku akan hamil dalam satu kali persetubuhan.2958Please respect copyright.PENANABf3K6aJKwv
2958Please respect copyright.PENANAWBYps1VSvM
Aku masih dalam keadaan setengah telanjang, dengan bra dan hijab yang tak pernah terlepas sedari awal kami bersetubuh.2958Please respect copyright.PENANA1VbkOvGX3T
2958Please respect copyright.PENANANtXZbJ82Ew
“Tan…, Fajar janji bakal tanggung jawab kalau tante hamil,” Kata Fajar sambil jemarinya mengelus pipiku.2958Please respect copyright.PENANARuF7Hg92sT
2958Please respect copyright.PENANApkGMHCt5UR
Aku mendengus kesal. “Tante udah punya keluarga Fajar! Kamu malah seenaknya keluarin di dalam. Dan kamu juga ngelagar janji kamu! udah tante bilang, kan, jangan sampe masuk!” Aku berkata dengan nada penuh tekanan.2958Please respect copyright.PENANAqljSm0y3yI
2958Please respect copyright.PENANAEBoaieesyd
Fajar tidak menjawab. Melainkan ia rengkuh kepalaku agar besandar di bahunya. Amarahku seketika mereda.2958Please respect copyright.PENANAtShEbnpZLA
2958Please respect copyright.PENANArM5weyXT5M
“Udah, tan…, Tenang, ya…,” katanya lembut.2958Please respect copyright.PENANAsJQ6TeUhPe
2958Please respect copyright.PENANAP1MyvWu7ba
Entah kenapa aku luluh seketika. Belain tangannya di hijabku, membuatku merasakan kenyamanan.2958Please respect copyright.PENANAo1EU37HXt0
2958Please respect copyright.PENANALbR06G7tWN
“Tante takut, Jar…,” Aku berkata lirih. “Tante belum siap sebenarnya.”2958Please respect copyright.PENANAe7RFpDpoZu
2958Please respect copyright.PENANAMAtuHTQICt
Fajar menarik kedua bahuku menghadapnya. “Percaya sama Fajar, oke?” dia menatapku dalam.2958Please respect copyright.PENANAI3FbVh3wnc
2958Please respect copyright.PENANAk61zn45Yvp
Aku hanya bisa mengganguk pelan, lalu ku tenggelamkan kepalaku dalam dadanya. Kupeluk tubuhnya dengan erat.2958Please respect copyright.PENANAir2PeShEJ4
2958Please respect copyright.PENANAidoBcHb4oc
Tak lama kemudian, kami saling berpakain dan beranjak menuju teras.2958Please respect copyright.PENANAt60spyoUUu
2958Please respect copyright.PENANA6Dqo5xPek7
Aku menatap halaman dengan tatapan kosong. Entah kenapa, persetubuhan tadi, membuat pikiranku kacau. Terlebih apa yang dilakukan Fajar kepadaku. Fajar yang di sampingku malah terlihat santai. Ia seakan tidak peduli apabila aku hamil dan mengandung anaknya.2958Please respect copyright.PENANAb1RuX5Ttda
2958Please respect copyright.PENANALBMp4iuj2y
“Jar…, tadi yang terakhir kali, ya,” kataku, datar.2958Please respect copyright.PENANAB5IZRbfnwP
2958Please respect copyright.PENANA0VWBx7FLY7
“Engga. Fajar masih pengen ngentotin tante.”2958Please respect copyright.PENANAnOVGBCDIWV
2958Please respect copyright.PENANApu6FecfHIF
“Bisa gak sih, kamu gak ngomong kotor kaya gitu?” Terdengar suaraku meninggi. Aku emosi terhadap perkataannya yang seakan menghinaku. Walaupun kutau kami memang sudah bercinta.2958Please respect copyright.PENANAmS01w6aUSj
2958Please respect copyright.PENANAJf8P3IyZ9a
Terdengar helaan nafasnya, berat. “Tan…, Fajar cinta sama tante,” katanya, lirih.2958Please respect copyright.PENANAfV7ehgLYpc
2958Please respect copyright.PENANAoTB3N0fLS7
“Cinta atau nafsu?” aku meringis kecil. “Atau, kamu palingan Cuma pengen nikmatin tante, terus kamu buang? Gitu?” Mataku memanas, pandanganku berkaca-kaca.2958Please respect copyright.PENANAtG7EWiqhbJ
2958Please respect copyright.PENANAtGfIC0uOkA
Fajar malah menarik tubuhku menghambur padanya. Aku menangis seketika, kutenggelamkan kepalaku di dadanya. Aku merasakan elusan mesra di punggungku. Lagi dan lagi, ia mampu membuatku luluh atas sikapnya yang romantis.2958Please respect copyright.PENANAuOipz6H33h
2958Please respect copyright.PENANAVmOrRJcjc9
“Fajar cinta sama tante,” bisiknya. “Bukan sekedar mau nikmatin tante doang.”2958Please respect copyright.PENANA0lJecfqp6d
2958Please respect copyright.PENANAs8xhktt0HC
Dalam dekapnya, aku merasakan ketulusan yang menjalar pada suaranya. Aku merasakan kehangatan yang ia berikan. Dan, entah kenapa, aku tidak menyesal disetubuhi olehnya.2958Please respect copyright.PENANAC0kdVNH6Ah
2958Please respect copyright.PENANAhfb8yphtil
Kuseka tangisku, dan kemudian menatapnya. “Jar, tante mau pulang.” Terdengar suaraku sedikit parau. Fajar mengganguk. Ia kecup bibirku, pipiku, keningku, bergantian. Kemudian ia beranjak bangkit, pun aku.2958Please respect copyright.PENANAnPxASvwege
2958Please respect copyright.PENANAkeY6LczB0f
Fajar mengulurkan tangan sambil tersenyum. Aku mengulum senyum dan menyambar uluran tangannya. Kami melangkah bergandengan menuju mobil. Fajar membukakan pintu mobil dan menyuruhku masuk terlebih dahulu, Aku beranjak masuk. Di susul olehnya.2958Please respect copyright.PENANAY5e9xssxj6
2958Please respect copyright.PENANAA71AFoTjB2
Dalam mobil Fajar memandangiku. Aku menatapnya bingung. “Kenapa?”2958Please respect copyright.PENANA1PwcI5uQkp
2958Please respect copyright.PENANAGt1qNzudtz
Fajar memalingkan wajah, lalu menunjuk pipinya dengan jari telunjuk. Aku menghela nafas, kemudian kudekatkan wajahku dan kukecup pipinya.2958Please respect copyright.PENANA8VK5GUN23X
2958Please respect copyright.PENANAwiWJOfmAcj
“Udah, yuk. Pulang,” kataku.2958Please respect copyright.PENANAxllu6gTlrE
2958Please respect copyright.PENANAd9EmdADYeL
Fajar mengganguk, lalu terdengar bunyi mobil menyala. Aku meliriknya sekilas. Remaja itu, sungguh berhasil membuatku jatuh cinta. Seumur hidup, tak pernah kubayangkan bahwa aku akan disetubuhi oleh pria lain selain suamiku. Sungguh, terkadang, apa yang kita bayangkan tidak sesuai dengan yang akan terjadi.2958Please respect copyright.PENANABgmojLlJs4
2958Please respect copyright.PENANAJUi2esQZf6
***2958Please respect copyright.PENANAXaVtv1y082
2958Please respect copyright.PENANAaofsMf8p5d
Air-air mengalir di setiap lekuk tubuhku. Aku memejamkan mata, menikmati setiap tetes air yang membelai mesra wajahku. Tak lupa kusabuni setiap inci tubuhku, mulai dari ketiak, leherku yang tampak memerah, dan area selangkangan.2958Please respect copyright.PENANAHBxJkz4CVk
2958Please respect copyright.PENANAXpMCyUbmK5
Setelah itu, Ku raih handuk di gantungan samping pintu. Ketepuk-tepuk rambutku pelan, lalu kukeringkan anggota tubuhku. Lalu, ku belit handuk ditubuhku.2958Please respect copyright.PENANAD21y47NQDg
2958Please respect copyright.PENANActBr6QfF2X
Suara Fajar terdengar di meja makan. Ku raih gagang pintu dan kubuka. Fajar tersenyum ke arahku.2958Please respect copyright.PENANAS2xVpIXPGc
2958Please respect copyright.PENANAWUzWCEjnfH
“Sexy, banget, tan,” katanya sambil memandangi tubuhku yang terbelit handuk.2958Please respect copyright.PENANApeJFrbll5Z
2958Please respect copyright.PENANAJ4BGEfHSsW
Aku buru-buru melangkah menuju kamarku, wanti-wanti sekiranya ia kembali menyetubuhiku. Tiba-tiba langkahku terhenti. Ia berdiri di hadapanku.2958Please respect copyright.PENANARgPn4QFIny
2958Please respect copyright.PENANA02c1o2y5Mq
Aku mendongak, menatapnya. “Minggir, gak!” kataku, galak.2958Please respect copyright.PENANAPKgCLluNR9
2958Please respect copyright.PENANAOwEsiIYlT2
“Galak banget,” katanya sambil melangkah dan duduk kembali di meja makan.2958Please respect copyright.PENANApY2Fc4jqNv
2958Please respect copyright.PENANA5ncDZpdcSe
Aku melanjutkan langkahku yang sempat terhenti. Tiba di kamar, aku lekas mengenakan pakaian. Aku menggenakan daster bermotif bunga, dan jilbab bewarna coklat.2958Please respect copyright.PENANAw0WjmsTuV5
2958Please respect copyright.PENANAvWTmsjjHLW
“Kamu laper gak?” tanyaku menghampiri Fajar dan duduk di hadapannya. “Mau makan?”2958Please respect copyright.PENANA8T1zKp088s
2958Please respect copyright.PENANA5UiFhKs7TN
“Engga, Tan.” jawabnya. Ia mengedipkan sebelah mata. “Maunya, makan tante.”2958Please respect copyright.PENANAnLRQBViGMs
2958Please respect copyright.PENANAAsFPuVfAiW
Aku menghela nafas. Remaja itu, sering kali menggodaku. Aku beranjak berdiri. Ku ambil dua gelas, hendak membuat kopi untuknya dan untukku. Terdengar langkahnya mendekat.2958Please respect copyright.PENANAs5JDuXKFkR
2958Please respect copyright.PENANAOPSkQA21lR
“Fajar aja yang bikin, tan,” bisiknya, memelukku dari belakang. “Tante tunggu di ruang tamu aja.” Ia mengecup mesra pipiku.2958Please respect copyright.PENANAztlLlfkRvj
2958Please respect copyright.PENANAELQbYRbJ6Z
Aku bisa merasakan tonjolan kemalunnya yang menekan pantatku. Tapi, kubiarkan saja.2958Please respect copyright.PENANA1Zd9ljNJ4c
2958Please respect copyright.PENANAF8asVUcVzO
“Tante, aja, Jar,” kataku.2958Please respect copyright.PENANA8qaqFZHUbL
2958Please respect copyright.PENANAuiRRyxLCOw
Fajar membalik tubuhku menghadapnya. Ia kecup bibirku mesra. Aku memejamkan mata.2958Please respect copyright.PENANA9U07bbp2RX
2958Please respect copyright.PENANAGdyQDcQ8FX
“Fajar aja,” katanya. Aku mengganguk. Membiarkannya mengambil alih.2958Please respect copyright.PENANAzuMrtCRtf2
2958Please respect copyright.PENANArkG3dSPCpk
Entah kenapa, caranya memperlakukanku, membuat perasaanku mekar. Remaja itu, sungguh piawai menata sebuah hati. Lambat laun, aku semakin terbiasa akan perlakuannya.2958Please respect copyright.PENANAvPHUqxptZj
2958Please respect copyright.PENANArJoIltdpFK
Tidak lama kemudian. Ia tiba dengan nampan berisi dua gelas kopi. Ia letakan dua kopi itu di meja, dan duduk di sampingku. Tangannya melikir di leherku, ia kecup kembali pipiku. Aku malah merona. Padahal, kecupan itu sudah sering ia layangkan.2958Please respect copyright.PENANAdUVyhKRLXz
2958Please respect copyright.PENANAY5ByMBrTFp
“Boleh tidur bareng, tan?” tanyanya. “Please boleh, ya? Fajar janji engga bakal macem-macem.”2958Please respect copyright.PENANATOqLuIJL8d
2958Please respect copyright.PENANAhIvwkf0IrJ
Aku menoleh ke arahnya. “Janji?” kataku sambil mengulurkan jari kelingking di depan wajahnya.2958Please respect copyright.PENANAgfZRs029ft
2958Please respect copyright.PENANA9kmYsl3DNV
Fajar menyambut jari kelingkingku dengan jari kelingkingnya. “Janji.”2958Please respect copyright.PENANA7k8wsG1XkR
2958Please respect copyright.PENANA7bMsMPgndU
Aku mengganguk ringan. Entah kenapa, aku malah membiarkannya. Mungkin, karena aku merasa tidak enak akan sikapnya yang lembut. Tapi, kali ini, kupastikan akan memarihnya apabila ia kembali menyetubuhiku. Pasti.2958Please respect copyright.PENANASfCR17AvGW
2958Please respect copyright.PENANADiuG9U8TRa
“Om pulangnya kapan, tan?” Fajar menyesap kopinya, kakinya tersilang.2958Please respect copyright.PENANAxIpBLXCHyg
2958Please respect copyright.PENANAHzdUaQGgw2
“Sabtu depan,” jawabku.2958Please respect copyright.PENANAwCZW0G364Z
2958Please respect copyright.PENANAzsRusI2yTm
“Yes! Masih lama, dong.” Suaranya terdengar riang. “kalau gitu, anggap aja Fajar suami tante selama di rumah ini, oke istriku?”2958Please respect copyright.PENANA0DS7rP9bvw
2958Please respect copyright.PENANA8arbTNt7Ge
Seketika aku merasa desir panas mejalar di tubuhku. Menggapnya suamiku? bagaimana bisa aku melakukan hal seperti itu. Tapi, entah kenapa, aku malah merasa bahagia ketika ia mengatakan itu.2958Please respect copyright.PENANAnu6S7NNo4v
2958Please respect copyright.PENANAHWzqbW9xoF
“Apaan, sih, Jar,” kataku. “jangan aneh-aneh, deh.”2958Please respect copyright.PENANA8Lk5517FQ9
2958Please respect copyright.PENANAl14TCEg0Hu
Fajar mengusap kepalaku lembut. “Bercanda, tan,” katanya.2958Please respect copyright.PENANA7A3zbap1dn
2958Please respect copyright.PENANAf5oKAIZgEM
Aku menyesap kopiku, kemudian kusandarkan kepalaku di bahunya. “Degup jantung tante berdetak cepat kalau bareng kamu. Tante juga bingung, kok bisa. Tapi kelamaan tante tahu, kayanya tante jatuh cinta deh sama kamu.” akhirnya aku mengungkapkan perasaanku.2958Please respect copyright.PENANAEvNPiQ9fwu
2958Please respect copyright.PENANAuTgLdYZrTc
Fajar menjatuhkan kepalanya di kepalaku. Ia usap punggung tanganku dan berkata, “Kan udah Fajar bilang, tante harus ikutin naluri tante. Jika cinta berseru lantang, jangan menutup telinga. Lagian, Fajar janji, Fajar bakal bikin tante jatuh cinta sama Fajar. Selamanya,” ia berhenti sejenak, dikecupnya puncak kepalaku dan melanjutkan. “Tan. Fajar cinta banget sama tante. Fajar pengen bikin tante bahagia sekaligus menuntun tante. Tante harus percaya sama Fajar, oke?”2958Please respect copyright.PENANAHaTebiNl8G
2958Please respect copyright.PENANAUgySqRDJ1l
Aku hengkang dari bahunya. Kutatap matanya, “menuntun?” tanyaku, bingung.2958Please respect copyright.PENANAGufGev3jA4
2958Please respect copyright.PENANAiW1jwH5GCt
Fajar meraih telapak tanganku. Ia belai lembut jemariku, lalu menjawab, “Fajar pengen tante ikut Fajar.”2958Please respect copyright.PENANAWe1vnp6EZ2
2958Please respect copyright.PENANAKzODdAJ7HU
Aku menelan ludah. Aku paham maksudnya. “Kalau itu tante gak bisa Jar. Sedari kecil, tante berpegang teguh sama keyakinan itu. Tante gak bisa.”2958Please respect copyright.PENANAr6nxU5WohV
2958Please respect copyright.PENANA3gXYL6kWMa
“Tan, percaya sama Fajar, oke? Fajar bakal mengarahkan tante ke jalanan yang benar. Fajar janji.”2958Please respect copyright.PENANArV8VYLUL29
2958Please respect copyright.PENANAZrtvFTaPF8
“Tante gak bisa mengiyakan kalau soal itu,” kataku, meminta pengertian.2958Please respect copyright.PENANAMhxhHekYpF
2958Please respect copyright.PENANAykvwYcRJ3j
Fajari menarik tubuhku masuk dalam pelukannya. Lagi-lagi aku merasakan kehangatan yang begitu nyata. Aku merasakan sebuah gejolak hatiku bermekaran. Lantas, ia berbisik, “Pelan-pelan aja, tan?”2958Please respect copyright.PENANAkjushQ8xi9
2958Please respect copyright.PENANA4LgvzWM44E
Aku tidak mengiyakan, tidak juga menolak. Aku hanya berdiam dalam dadanya.2958Please respect copyright.PENANA1LY8LFh3Gw
2958Please respect copyright.PENANAc1Jo50pMUu
“Bisa, tan?” tanya Fajar memandangiku dalam.2958Please respect copyright.PENANAUjZODrcqff
2958Please respect copyright.PENANApcKowZaTRF
Aku menggeleng. “Maaf,” kataku. “Tante gak bisa.”2958Please respect copyright.PENANA6WzlNVLGDw
2958Please respect copyright.PENANAXq3d5YthTV
***2958Please respect copyright.PENANAUdTdYQwJoT
2958Please respect copyright.PENANArKjf7HguC5
Aku mematung. Tak pernah kubayangkan aku akan mengajak pria lain tidur bersamaku, di kamarku dan suamiku. Sungguh perbuatan dosa yang besar. Kami bersandar di penyangga ranjang. Fajar membentangkan pandangannya ke setiap penjuru ruang.2958Please respect copyright.PENANAteU2PbbxGF
2958Please respect copyright.PENANAqBR30WWxJX
Kamarku cukup menimalis. Dengan satu ranjang, lemari pakain yang tak jauh dari ranjang. Meja rias di samping lemari pakain, AC yang selalu menyala, dan satu lampu terang di atap yang selalu menyala. Aku tidak bisa tidur dalam keadaan gelap. Mungkin karena sedari kecil aku sering tidur dengan lampu yang menyala.2958Please respect copyright.PENANAee6gfA5FLI
2958Please respect copyright.PENANANNz1l9ITFl
Aku melirik ke Arahnya. “Kamu gak tidur?” tanyaku.2958Please respect copyright.PENANAF8Y73Mvc0O
2958Please respect copyright.PENANARCa1gKxeai
Fajar menoleh, tersenyum. “Tante udah ngantuk?” tanyanya balik.2958Please respect copyright.PENANAR2u2VgLSwy
2958Please respect copyright.PENANAwohy7LmOov
Aku menggeleng.2958Please respect copyright.PENANAwg7Fpc2P5R
2958Please respect copyright.PENANA0OTqg7qhWK
“Ngentot, yuk, tan,” katanya berterus terang.2958Please respect copyright.PENANAJxmXYu49zL
2958Please respect copyright.PENANAfOeJMDu1hu
Aku menatapnya tajam. “Kamu lupa atau pura-pura lupa?”2958Please respect copyright.PENANAlM2RIVaBjs
2958Please respect copyright.PENANA9KfDcFRRSW
Fajar malah terkekeh. Ia mengangkat pinggulnya sedikit, lalu menanggalkan boxernya. “Kalau gitu kocokin,” katanya.2958Please respect copyright.PENANAJCVktmXFZS
2958Please respect copyright.PENANAdt7JUnK57b
Aku menelan ludah, tonjolan di balik celana dalamnya membuat desir di darahku menyalak.2958Please respect copyright.PENANA10xgbFa3oB
2958Please respect copyright.PENANAuStowkXcp7
“Jangan macem-macem, deh,” kataku, masih memandangi penisnya.2958Please respect copyright.PENANA6H3oZhmxgO
2958Please respect copyright.PENANAzm49rhI9NJ
Fajar menarik celana dalamnya ke bawah. Bagai sebuah hadih dalam tirai yang dibuka, penisnya menyembul keluar. Aku terbelangak menatap penis yang pernah menyetubuhiku itu.2958Please respect copyright.PENANAYYfJabPzxN
2958Please respect copyright.PENANAe758craJyr
“Mau nyoba pake mulut, tan?”2958Please respect copyright.PENANALGIZ0QuMmX
2958Please respect copyright.PENANAY0tRSvudh1
Aku menggeleng.2958Please respect copyright.PENANAt2QDNSPjmM
2958Please respect copyright.PENANAAyABwTa0DX
Fajar malah menarik kepalaku mendekat ke arah penisnya. Entah kenapa aku tidak memberontak. Kini penis itu tepat dihadapanku. Penisnya mengeluarkan sebuah aroma yang tak kukenali. Fajar menarik kepalaku lagi, sontak bibirku menyentuh kepala penisnya. Lalu ku dorong kepalaku ke belakang.2958Please respect copyright.PENANAAFPoBSA00L
2958Please respect copyright.PENANANXb2wmiZu4
“Apaan sih, Jar.” Aku memukul pelan bahunya. “Kamu kelamaan kurang ajar banget, tau gak? Tante izinin kamu buat nyentuh tante bukan berarti kamu bisa bersikap seenaknya!”2958Please respect copyright.PENANAXyVSnKYkig
2958Please respect copyright.PENANA1UkYLjveal
Fajar terlihat menelan ludah. Aku menatapnya tajam. Ia mengegser tubuhnya dengan wajah kikuk. Mungkin ia menyadari kesalahannya itu.2958Please respect copyright.PENANAFMjRKO4C6M
2958Please respect copyright.PENANAPqI58gNQoP
“Iya, tan.” Wajahnya terlihat memelas. “Maaf.”2958Please respect copyright.PENANA4tNAMb1y9l
2958Please respect copyright.PENANAoTFUNF6jEr
Remaja itu, memang harus diperlakukan seperti ini, sebab apabila kubiarkan, mungkin ia akan bertindak dengan senonoh lagi.2958Please respect copyright.PENANAbbvDAIgshT
2958Please respect copyright.PENANAYzITZ02UKO
“Sekali lagi kamu kaya gitu, tante gak bakal izinin kamu buat nyentuh tubuh tante lagi!” Aku kemudian melirik penisnya yang masih berdiri tegak. “Pake celana kamu!”2958Please respect copyright.PENANA7t7nHuNSkF
2958Please respect copyright.PENANA2wlYcD1zam
Terdengar helaan nafasnya, kemudian ia kembali memakai celananya.2958Please respect copyright.PENANArEz4LICIfI
2958Please respect copyright.PENANAj8Khilc7lF
“Tante marah?” tanyanya.2958Please respect copyright.PENANAVT9zdqVa6g
2958Please respect copyright.PENANAbwRTIsCnux
“Tante gak suka sikap kamu yang kurang ajar kaya gitu, Jar.”2958Please respect copyright.PENANAyWDUz5ic97
2958Please respect copyright.PENANAxzwDahIsVL
‘Tapi, kan, tante cinta sama Fajar, kan? “2958Please respect copyright.PENANAvFHwKQGiUv
2958Please respect copyright.PENANATBv27hQBKj
“Iya, tapi bukan berarti kamu bisa berlaku seenaknya kaya gitu! “2958Please respect copyright.PENANAetCQAWj1VV
2958Please respect copyright.PENANA7x3ToMYbtg
“Tan,” Fajar meraih kedua tanganku. Jika sudah begini, pastilah keluar kata-kata lembut dari mulutnya. “Fajar Cuma mengekspresikan cinta Fajar, emang gak boleh?”2958Please respect copyright.PENANARPZBRwdpKF
2958Please respect copyright.PENANAUSL4Gzkvel
“Jar, itu cinta atau nafsu? Kalau landasan kamu cinta sama tante karena nafsu, itu bejat banget tau, gak?” Aku memandangi bola matanya, dalam.2958Please respect copyright.PENANAzamCfZdWIZ
2958Please respect copyright.PENANA8zZdKH3ull
“Cinta sama nafsu adalah dua hal yang gak bisa dipisahkan, tan. Fajar nafsu sama tante, iya. Tapi, Fajar juga cinta sama tante.” Ia memandangiku balik.2958Please respect copyright.PENANAkWNNiB2wR5
2958Please respect copyright.PENANA0A9f1krzU5
Benar yang dikatakannya. Cinta dan nafsu tidak lah terpisahakan. Mereka bagai jiwa dan nyawa, hidup dalam satu.2958Please respect copyright.PENANAwcBgIE3VXQ
2958Please respect copyright.PENANATFDhoF1KnA
Fajar berkata lagi, “Cinta itu energi paling purba, tan. Ia yang membentuk semesta, sekaligus ia yang menghancurkan semesta. Nafsu adalah sahabat daripada semesta itu. tanpa nafsu cinta akan terasa hampa.” Ia menatapku semakin dalam.2958Please respect copyright.PENANAxNMhBEMut6
2958Please respect copyright.PENANA2kmCE7vMWQ
Kata-kata yang ia rangkai sedemikian rup, membuatku luruh-lantah. Aku mengehela nafas sejenak, “Iya, tante paham, kok.” Suaraku mulai terdengar lembut. “Tapi, kan, tante butuh adaptasi, Jar. Kamu ngertiin tante, ya?”2958Please respect copyright.PENANAQWz7VpnHiL
2958Please respect copyright.PENANAVN5l9UBP6e
Fajar mengganguk. Wajahnya mendekat. Seperti yang sudah, aku memejamkan mataku. Menikmati setiap cumbuan bibirnya. Lidahnya mulai masuk. Kusabut kehadiran lidahnya.2958Please respect copyright.PENANA1djrtmmqNF
2958Please respect copyright.PENANAZgodzstl5a
Tangannya meremas pelan buah dadaku. membuatku melenguh pelan. Lalu ia rebahkan tubuhku berbaring di ranjang. Lumatan-lumatannya semakin ganas.2958Please respect copyright.PENANAlOaBBegIM9
2958Please respect copyright.PENANAaLGQTB7xuy
“Tan, boleh?” ia memandangiku. Kali ini, entah kenapa, aku tergerak untuk mengatakan iya. Maka, kuanggukan kepalaku. Sepersekian detik kemudian ia tersenyum.2958Please respect copyright.PENANAvpvEAbGX0C
2958Please respect copyright.PENANAvlUMCB4A2q
“Tapi jangan di kamar ini,” kataku lagi. “Di kamar adit, aja, ya?”2958Please respect copyright.PENANASyTuQ4hHMX
2958Please respect copyright.PENANAQ0ACJDxjag
Fajar mengerti. Kami beranjak dari Kasur. Mendadak tubuhku terangkat, segera kulingkaran kedua tanganku di lehernya.2958Please respect copyright.PENANACxTjJtcQlt
2958Please respect copyright.PENANAhXBz1kOPSj
“Tante berat tauk!” suaraku terdengar manja.2958Please respect copyright.PENANA1xXkWGCn2l
2958Please respect copyright.PENANA92LbZl8vdt
Fajar malah tersenyum. Perlahan ia melangkah. Pintu kamar dengan mudah ia buka. Aku memandangi wajahnya, tampan sekali. Kadang aku berfikir, bagaimana seorang remaja yang seumuran anakku berhasil membuatku jatuh cinta.2958Please respect copyright.PENANAIXFCPlQGj9
2958Please respect copyright.PENANASumnK0hqNW
Fajar merebahkan tubuhku dengan lembut di kamar Adit, anakku. Mungkin, aku harus meminta maaf kepadanya, sebab kamar ini akan kugunakan untuk bersetubuh dengan sahabatnya sendiri.2958Please respect copyright.PENANA0pRfPo0Y7F
2958Please respect copyright.PENANA9SgpG73J7L
Di tepi kamar tidur, Fajar membuka bajunya, menampilan dadanya yang terlihat bidang. Ia lempar bajunya di samping televisi. Lalu, ia menanggalkan celana serta celana dalamnya.2958Please respect copyright.PENANAxA3whnMAWr
2958Please respect copyright.PENANAqpnSb9v0lk
Aku kembali menelan ludah. Ini memang bukan yang kali pertamanya aku melihat kemaluannya, tapi tetap saja aku merasa agak kikuk.2958Please respect copyright.PENANAtCQBRM6YSu
2958Please respect copyright.PENANA4DsIGoru7H
Fajar menghamburkan tubuhnya di ranjang. Ia melumat kembali bibirku. Aku membalasnya lagi. Kedua tanganku memegangi kepalanya. kurasakan tangannya mulai turun dan menjama kemaluanku dari balik daster.2958Please respect copyright.PENANA5d5mNoAWGk
2958Please respect copyright.PENANA8KyVlSwQ8O
“Empshh…,” aku melenguh pelan, masih bercumbu. Sentuhannya berhasil membuat gairahku bangkit.2958Please respect copyright.PENANAM0aGMrubs8
2958Please respect copyright.PENANA6XEl9MQ7TK
Mulutnya mulai berpindah, ia singkap jilbabku dari bawah, lalu ia jilati kembali leherku.2958Please respect copyright.PENANAbNZz62lyTQ
2958Please respect copyright.PENANABY3YTcaqT5
“Ahh…, Jar…,” sentuhan lidahnya membuat tubuhku merinding seketika.2958Please respect copyright.PENANAbJ9wnki6TI
2958Please respect copyright.PENANAEWkSkYIJGn
Kurasakan tangannya menarik dasterku sampai pangkal paha. Aku kembali mengerang ketika tangannya menyetuh kemaluanku dari balik celana dalam. Sementara tangan satunya sedari tadi meremas buah dadaku.2958Please respect copyright.PENANAJXPOwxNL1e
2958Please respect copyright.PENANAOiKxCY4e4f
“Angkat tangannya, Tan. Fajar pengen nelanjangin tante.”2958Please respect copyright.PENANAe0NaV80Jih
2958Please respect copyright.PENANAlQgyDIzZsO
Aku beranjak duduk di ranjang, lalu mengangkat pinggulku sedikit. Dasterku tertanggal. Kemudian tangannya beralih menarik celana dalamku. Aku menggangkat pinggulku kembali, dan kini celana dalamku lolos dari kedua kakiku. Yang tersisa hanyalah bra. Dengan piawai, ia bergeser ke arah belakang, membuka kancing braku.2958Please respect copyright.PENANAJojSbP0uG2
2958Please respect copyright.PENANAKGdfyeySsZ
“Wangi banget, tan.” ia mencium braku sembari memejamkan mata.2958Please respect copyright.PENANAPkpVabGdBT
2958Please respect copyright.PENANAdRsHiERpge
“Fajar, ih, Jorok.”2958Please respect copyright.PENANAJpGZIRPM1r
2958Please respect copyright.PENANAUURzQqIWnY
Fajar malah terkekeh. Braku dilemparnya ke sembarang tempat. Kemudian ditindihnya tubuhku. Aku memejamkan mata saat bibirnya menghisap-hisap pelan pentilku. Sementara Tangan satunya bergerilya di area selangkanganku.2958Please respect copyright.PENANAwwwS8zYIdk
2958Please respect copyright.PENANALAcPy9yQ3e
“Mpshhh…. Ahhhh…” lenguhku tak tertahan ketika satu jarinya ia masukan dalam kemaluanku.2958Please respect copyright.PENANAlATXLL7jau
2958Please respect copyright.PENANAgnZg185AkN
Semua lekuk tubuhku ia singgahi. Ketiakku, dijilatnya dengan rakus. Putingku digigitnya pelan. Jarinya di kemaluanku semakin bergerak cepat. Membuatku terus melenguh dan melenguh akan nikmat yang diberikannya.2958Please respect copyright.PENANA9834yC0FBW
2958Please respect copyright.PENANALwRQlfKblx
Mata kami bertemu. Ia tersenyum kepadaku. Dan aku membalas senyumnya.2958Please respect copyright.PENANAjeW49u7vjH
2958Please respect copyright.PENANAqRl5HU16z1
“Fajar buka jilbabnya, boleh?”2958Please respect copyright.PENANACqHwHh1h4R
2958Please respect copyright.PENANAWnaLil9k1i
Aku tidak langsung mengiyakan. Sebab bagaimanapun Jilbab yang kukenakan adalah identitas agamaku. Dan, hanya Suamiku dan anakku yang pernah melihat rambutku. Tanpa persetujuanku, Fajar langsung membuka jarum pentol di hijabku. Aku malah diam, tidak tahu akan berbuat apa.2958Please respect copyright.PENANAHLSGckPhN9
2958Please respect copyright.PENANAUgVO7bUsVv
“Empsshhh…, Jangan dikasih tanda, Jar….” Aku memejamkan mata. Lidahnya menyapu keringat yang bersinggah di leherku.2958Please respect copyright.PENANA2CIBRsfnbU
2958Please respect copyright.PENANA7rawp4iUVe
Perlahan, kurasakan tangannya mengelus rambutku. “Tante lebih cantik kalau gak pake jilbab.” Jilbabku, telah hilang entah ke mana.2958Please respect copyright.PENANAZTArNW50Df
2958Please respect copyright.PENANA8sHgH1uXQu
Fajar kemudian menarik kedua bahuku. Kini kami saling berhadapan. Bertelanjang.2958Please respect copyright.PENANAxsB0yQ983U
2958Please respect copyright.PENANABntWaWwFgV
“Nungging, tan,” suruhnya.2958Please respect copyright.PENANAv4WChXZGt6
2958Please respect copyright.PENANAaIFNJG22hX
Aku menggeleng. “Jangan pake gaya yang aneh-aneh, deh,” kataku.2958Please respect copyright.PENANA25homs0gyl
2958Please respect copyright.PENANA6IGRMzLhMI
Sepanjang persetubuhanku dengan suamiku, kami tidak pernah bercinta dengan posisi yang aneh. Yang ku tahu, ketika kami bercinta, aku selalu berada di bawah.2958Please respect copyright.PENANA5GPJ5ViP81
2958Please respect copyright.PENANAMeX3axrSCp
Fajar tidak menghiraukan perkataanku. Ia membalik tubuhku, lalu menarik pinggangku. Posisi ini membuatku merasakan desir yang berbeda. Sesuatu yang tidak pernah kucoba sebelumnya. Tidak sama sekali.2958Please respect copyright.PENANAUZ6GU3OTqH
2958Please respect copyright.PENANA6YYzxd1NCH
Aku menoleh ke belakang, Ke Arah Fajar. Tubuhnya terlihat berkeringat, persis seperti dioles minyak. Bagian ketiaknya menyembut bulu-bulu tipis. Yang membuatku menelan ludah adalah bagian perutnya yang bagai sebuah rotis yang di tumpuk menjadi enam bagian.2958Please respect copyright.PENANA8fCvTOReQn
2958Please respect copyright.PENANAncAegOY6FJ
“Fajar masukin, Tan.”2958Please respect copyright.PENANA0az6i1CMNA
2958Please respect copyright.PENANAWaHTW4gDCt
“Pelan-pelan, Jar.” Aku memalingkan wajah ke depan. Tanganku bertumpu di sprei putih. Kepalaku mendongak ke bawah.2958Please respect copyright.PENANAt5bSIKPlYP
2958Please respect copyright.PENANA5YKvd1J4aO
Perlahan, kurasakan penisnya menyentuh permukaan vaginaku. Aku menggigit bibir seraya memejamkan mata.2958Please respect copyright.PENANAsdhh1TOuuE
2958Please respect copyright.PENANAtsTunG6kF6
“Empshhhhh….” Penisnya kurasakan mulai mencoba masuk lebih dalam. “Pelan-pelan..., Jar.”2958Please respect copyright.PENANAE79Lt6VcxU
2958Please respect copyright.PENANAml4qGxixG2
“Ahhhh…, mpshhh…, Jar…, Enak…” Aku mendesah melengking ketika kurasakan kemaluanku menarik penuh penisnya.2958Please respect copyright.PENANAKwyU9AbMmP
2958Please respect copyright.PENANAxCIMFJLVdf
“Memek tante enak banget.” Fajar meracau sembari menusuk kemaluanku.2958Please respect copyright.PENANAMmUfxOi8uq
2958Please respect copyright.PENANALcIJmeB7kB
Aku menggeleng-gelengkan kepala, merasakan setiap tusukan penisnya. Kata-kata vulgar yang ia lontarkan dan posisi bercinta kami, membuat gairahku berkobar.2958Please respect copyright.PENANAUKipnUra9Z
2958Please respect copyright.PENANAiaG3lWgPh1
Terdengar suara aneh yang di hasilkan oleh benturan penisnya dan kemaluanku. Suara yang sangat erotis.2958Please respect copyright.PENANAtn28uWjOVT
2958Please respect copyright.PENANAfpO8Azk7h0
Fajar menusukku makin cepat. Setiap tusukan penisnya membuatku mendesah kenikmatan. Tidak pernah aku merasakan sensasi senikmat ini dalam bercinta.2958Please respect copyright.PENANAzyooF8bs08
2958Please respect copyright.PENANAU8LNLbJj8N
Tiba-tiba kepalaku sedikit terangkat. Fajar menarik rambutku sambil terus menusuk kemaluanku.2958Please respect copyright.PENANAS5KLqfJ1Oy
2958Please respect copyright.PENANApapjI1NX1c
“Enak…, gak tan…, di doogy?”2958Please respect copyright.PENANAovkTvfrhKM
2958Please respect copyright.PENANA6tIRxHvLqg
“Ahhh…, ahhh…, empsshh…, enak.” Suaraku bercampur dengan desah. Bercinta dalam posisi memalukan ini membuatku makin terasa nikmat.2958Please respect copyright.PENANAfbeNxPYTnP
2958Please respect copyright.PENANAYdtpPxWUba
Fajar terus menusuk kemaluanku, tangannya masih menarik rambutku pelan. tangan satunya meremas buah dadaku yang terombang-ambing akibat setiap sentakan yang ia lancarkan.2958Please respect copyright.PENANAw86UrT9Dn8
2958Please respect copyright.PENANAkw6lED7LTx
Setiap sentakan penisnya membuatku menuju sebuab kenikmatan yang semakin nikmat. Bertahap-tahap.2958Please respect copyright.PENANA4iiULG8na5
2958Please respect copyright.PENANAgXSnWy6mXW
“Gila, Om Dimas enak banget bisa nyicipin memek seenak ini.” Ucapannya tersebut entah kenapa, membuat birahi menuju tahap yang lebih tinggi. Padahal, aku tidak suka mendengar kata-kata kotor. Tapi kali ini, entah kenapa, aku merasakan sesuatu yang aneh. Mungkin karena nafsuku sudah membara.2958Please respect copyright.PENANAKgb2Lau5eP
2958Please respect copyright.PENANAcOiCaWXGox
“Empshhh…, Jar…, yang kenceng…, ahhh…” Kali ini aku yang meminta. Rasa nikmat yang kurasakan membuatku melakukannya. Sungguh, setiap sentakan penisnya membuatku meracau nikmat.2958Please respect copyright.PENANAE8o2fYIx1J
2958Please respect copyright.PENANARzDsxDUDrB
“Enakan kontol Fajar atau Om Dimas!”2958Please respect copyright.PENANArVDUU0Me0w
2958Please respect copyright.PENANA4R6TzK5DFc
Aku menggelengkan kepala dengan mata yang terpejam. Tidak menjawab pertanyaannya. Tiba-tiba kepalku kembali terangkat, sebab tangannya menarik rambutku, cukup kuat.2958Please respect copyright.PENANAgJbhR2EDjc
2958Please respect copyright.PENANAiZtSUQ8WWz
“Jawab, tan.” Terdengar suaranya bercampur desah.2958Please respect copyright.PENANAiNjMepSj0E
2958Please respect copyright.PENANAyxaTGuPx5z
Aku masih kekeuh tidak menjawab. Bagiku pertanyaan seperti itu sama halnya menghinakan suamiku. Bagaimanapun, aku masih mencintainya. Walaupun kini aku sedang disetubuhi.2958Please respect copyright.PENANAST5zYLQCRf
2958Please respect copyright.PENANAZCZtcAxxtC
Fajar mendorong tubuhku. Tusukan penisnya terasa dalam. Buah dadaku menghepat ke ranjang. wajahku terhunus pada bantal. Lalu kurasakan tangannya membelai puncak kepalaku. Tusukannya semakin kuat dan cepat, membuatku terus mengerang dalam kenikmatan duniawi.2958Please respect copyright.PENANAQVJGgf4hDX
2958Please respect copyright.PENANAZYHqbvwQac
Bunyi benturan kemaluan kami, mengisi setiap sudur kamar anakku. Di ranjang tempat biasa ia tidur, kini kami kotori dengan perzinahan. Sesuatu yang sungguh tak layak dilakukan seorang ibu.2958Please respect copyright.PENANAKW91fg2Jaj
2958Please respect copyright.PENANAOi730nULSv
“Empshhhh…, Jar…, Jangan…, Ahhhh…, di kasih tanda!” Suaraku terbata-bata sebab desah.2958Please respect copyright.PENANABsKUdUz164
2958Please respect copyright.PENANAPKrzMrF6va
“Enak gak, tan?” bisiknya di telingaku.2958Please respect copyright.PENANAfirSDyOc1c
2958Please respect copyright.PENANABarswMl4wM
“Ahhh…, Ahhhh…Enak…, Jar…”2958Please respect copyright.PENANANPF9bEkvkX
2958Please respect copyright.PENANAn0E9bqIsC3
Fajar terus mendorong penisnya masuk. Tusukannya semakin cepat dan cepat Membuatku menuju tahap yang lebih tinggi lagi.
2958Please respect copyright.PENANAfpmOHRGSnk
Bersambung
ns216.73.216.143da2