49269Please respect copyright.PENANANhN0HQgsa249269Please respect copyright.PENANAXjlPnJaOCR
Liya49269Please respect copyright.PENANAKfP2YiAnUV
49269Please respect copyright.PENANAcr0BgQktWj
Dalam perjalananku pulang ke rumah, aku mencoba menata hatiku yang penuh dengan rasa cemas tak terkira. Perasaan berdosa karena telah berbohong terhadap suamiku benar-benar menjadi beban buatku. Aku ingin segera bertemu dengannya untuk memastikan kalau dia tak salah paham mendengar perkataan Tasha tadi.49269Please respect copyright.PENANAFECa55ULyB
49269Please respect copyright.PENANAMdBvQRKl5K
Aneh memang karena sekarang aku tak lagi merasa bersalah ketika berselingkuh dengan Mang Dedi. Justru kesalahpahaman kecil seperti inilah yang membuatku lebih khawatir, karena aku merasa lebih takut ketahuan dibanding melakukan penyelewengan itu sendiri.49269Please respect copyright.PENANAvlqls1h2A1
49269Please respect copyright.PENANAlguENIDIL0
“Kamu sudah benar-benar gila Liya” batinku menggeleng-geleng mengingat kelakuanku di pos ronda tadi.49269Please respect copyright.PENANALy4m8ehibF
49269Please respect copyright.PENANA2sxVtADskD
Sebenarnya perasaan birahiku masih saja menggebu-gebu dalam dada. Terlalu sulit melupakan kejadian saat aku terpaksa menelan cairan sperma Mang Dedi ke dalam mulutku. Walau ada perasaan jijik yang membuatku sedikit mual, namun ternyata rasa cairan putih itupun tak seburuk yang kubayangkan sebelumnya. Atau mungkin aku malah sedikit menyukainya, karena sperma Mang Dedi terasa begitu gurih, asin, pahit dan sedikit manis saat aku menelannya.49269Please respect copyright.PENANAgficJFuVYp
49269Please respect copyright.PENANArZ4iy1oLqp
Tapi sebelum aku mengakui, harga diriku bergerak lebih cepat sehingga aku dengan sengaja melayangkan tamparan ke wajah Mang Dedi. Bukan marah karena dia menumpahkan spermanya di mulutku, tapi kesal karena dia tidak meminta ijin terlebih dahulu.49269Please respect copyright.PENANAJiYoV1HXV3
49269Please respect copyright.PENANAmndkQ6tTji
Akupun meninggalkan Mang Dedi dalam keadaan terheran begitu saja. Sengaja pula tak ku bayar sayuran yang kubeli darinya karena aku merasa gemas dan kesal dengan perbuatannya tersebut.49269Please respect copyright.PENANA8rusoT6bf0
49269Please respect copyright.PENANAEUOvjMzJUu
Sifat jahil dan suka bercanda yang dimiliki Mang Dedi memang adalah alasan utama kenapa aku ingin dekat dengannya dari awal, karena aku membutuhkan hiburan saat aku merasa kesepian di tinggal suamiku. Akan tetapi kalau sudah kelewatan seperti ini, akupun merasa harus segera bertindak agar dia tak semena-mena terhadapku.49269Please respect copyright.PENANAwOp5wK7ufA
49269Please respect copyright.PENANAmPIeyNuDPd
“Darimana Mi..??” sapa suamiku yang ternyata menyambut di depan pintu rumah.49269Please respect copyright.PENANA7jMifom5VH
49269Please respect copyright.PENANAVZFbiF2hoI
Aku sedikit terkaget lalu memasang senyum palsu seperti seorang pemain sinetron, “Dari konter Bi!! Umi beli kuota” jawabku membohonginya.49269Please respect copyright.PENANATb9mmzUMi4
49269Please respect copyright.PENANAY3UoghK3oD
“Pantesan tadi Abi nyari ke Mang Dedi gak ada..” balas suamiku mengambil barang belanjaanku dari tangan.49269Please respect copyright.PENANAVLpXX33AAd
49269Please respect copyright.PENANAojjwmlw91i
Kami berdua kemudian berjalan masuk ke dalam rumah menuju dapur, “Emangnya Abi ngapain cari Umi segala??” tanyaku berpura-pura.49269Please respect copyright.PENANAtd3znUlOMb
49269Please respect copyright.PENANAz2XszSvDii
“Itu tadi Caca merengek minta Es Krim mulu!! Abi bilang nunggu Umi balik belanja.. Eh dianya malah pengen nyusulin kamu katanya” balas suamiku menjelaskan.49269Please respect copyright.PENANACHFSIWBoz3
49269Please respect copyright.PENANA52un1pmCna
“Trus anaknya mana??” tanyaku lagi.49269Please respect copyright.PENANAHiXeFYvKT4
49269Please respect copyright.PENANA94DP0jXtn6
Suamiku memonyongkan bibirnya ke dalam kamar, “Itu lagi video call-an sama neneknya. Dia lagi cerita mau punya adik” jawab suamiku.49269Please respect copyright.PENANAb2sIi0GpJ4
49269Please respect copyright.PENANAtFH5j7U6wU
“Uhuukk.. uhukk..” aku terbatuk kaget. “Mau punya adik darimana??” tanyaku merasa menggigil.49269Please respect copyright.PENANA6t4ERoZ2a0
49269Please respect copyright.PENANAf2RLoZlCRN
“Tau tuh. Katanya dari Om Baik” jawab suamiku dengan nada penuh sindiran.49269Please respect copyright.PENANA0gOkGeVMJ8
49269Please respect copyright.PENANAT5mpg5eeSW
Aku berpura-pura memalingkan wajah mengambil air minum, “Mang Dedi??” tanyaku berusaha sesantai mungkin.49269Please respect copyright.PENANAg3SlmdvJ8M
49269Please respect copyright.PENANABF5SobsAov
“Iya. Umi kok tau??” balas suamiku bertanya.49269Please respect copyright.PENANA3WFzxfTaO1
49269Please respect copyright.PENANAPgmVg2iF5p
“Kemaren katanya mau beliin boneka buat Caca sih. Buat jadi Adek-adekan” jawabku memberi alasan yang sama seperti alasan Mang Dedi.49269Please respect copyright.PENANAvIkDymlZFv
49269Please respect copyright.PENANAZviZ2wMpAR
Akan tetapi suamiku tampaknya sudah mulai sedikit curiga, “Umi kok gak ngomong sih kalau Mang Dedi pernah dateng ke rumah?? pake numpang mandi pula!” tanyanya penuh selidik.49269Please respect copyright.PENANAF4QEBgXFyT
49269Please respect copyright.PENANABKfBBltIex
“Umi lupa Bi! Lagian itu udah dua hari yang lalu..” jawabku duduk di meja makan.49269Please respect copyright.PENANAAod7NVK4QU
49269Please respect copyright.PENANAdj5r0PqzDM
Kurasakan lututku sebenarnya sangat lemas dan jantungku berdegub sangat kencang memberitahukan kebohongan demi kebohongan pada suamiku sendiri untuk menutupi perbuatan terlarangku. Namun disetiap kali suamiku memakan kebohonganku tersebut, ada perasaan puas yang begitu aneh melegakan hatiku.49269Please respect copyright.PENANAk8ziIG5GIA
49269Please respect copyright.PENANAMHquB8u0vL
“Iya tapi kenapa sampai mengizinkan dia mandi di rumah kita segala??” lanjut suamiku bertanya.49269Please respect copyright.PENANA5HyRJo2r1r
49269Please respect copyright.PENANAkW43kL1P3q
Aku menatap balik, “Kasihan Bi! Dia udah basah kuyup sampai disini” balasku menjelaskan.49269Please respect copyright.PENANA54IyXM4fns
49269Please respect copyright.PENANAcPdnPkqknw
“Kalau udah basah kuyup kenapa gak sekalian pulang aja??” suamiku masih belum menyerah.49269Please respect copyright.PENANAIeVLfhdeOm
49269Please respect copyright.PENANAn5pwL6CrfT
Namun kali ini aku kehabisan alasan untuk menjawabnya, “Maksud Abi apaan?” tanyaku berbalik.49269Please respect copyright.PENANAEzStcfb3zy
49269Please respect copyright.PENANAqryGWylsQ7
“Engga ada maksud apa-apa!” balas suamiku berkilah.49269Please respect copyright.PENANAp41UlG8dA9
49269Please respect copyright.PENANAEKAT7RMy5x
“Trus kenapa nanya-nanya kayak menuduh Umi gitu??” tanyaku lagi.49269Please respect copyright.PENANAqxkerfg6lw
49269Please respect copyright.PENANAr38Et1ULFg
Kali ini suamiku yang menatap balik, “Umi merasa tertuduh??” tanyanya padaku.49269Please respect copyright.PENANA2Z2uZbVPdq
49269Please respect copyright.PENANAM2OekQrmZ5
Aku tiba-tiba terdiam. Otakku berusaha mencari alasan yang tepat untuk menjawab. Tapi aku semakin gugup seperti seorang penjahat yang berusaha berkilah saat di interogasi, namun akhirnya tertangkap basah juga.49269Please respect copyright.PENANAyMX302B7uI
49269Please respect copyright.PENANAUh32zqdLk3
“Kok diam??” tanya suamiku sekali lagi.49269Please respect copyright.PENANAscV7RwrgvL
49269Please respect copyright.PENANAVk28H6Y5f7
Aku mengangkat kedua bahuku, “Abi mau Umi jawab kayak apa??” tanyaku.49269Please respect copyright.PENANAHasK3NzSWM
49269Please respect copyright.PENANAlXrch7OmKQ
“Gak tau! Mungkin sedikit kejujuran” kata suamiku.49269Please respect copyright.PENANAlDRwTO5y3I
49269Please respect copyright.PENANAyXcTe9l1fZ
“Jujur tentang apa?? Umi cuma ngobrol doang sama Mang Dedi” balasku semakin berkilah.49269Please respect copyright.PENANAF7KKZqaHXz
49269Please respect copyright.PENANAL73ELsqyPA
Namun tampaknya suamiku malah semakin yakin dengan tuduhannya, “Abi gak nuduh Umi berbuat apa-apa loh tadi. Eh ternyata kalian mengobrol juga” ucapnya penuh nada sindiran.49269Please respect copyright.PENANAEcEqgD0UL9
49269Please respect copyright.PENANAM8O9tKOQDX
“Emang Umi gak boleh ngobrol sama orang selain Abi gitu?? Abi aja udah jarang ngobrol sama Umi..” Ucapku tak kalah ingin menyindirnya.49269Please respect copyright.PENANAXejkj54UYR
49269Please respect copyright.PENANADv31WEv7aJ
Beruntung tampaknya sindiranku lah yang lebih terasa oleh suamiku, dia tergagap. “A—Abi-”49269Please respect copyright.PENANAXgZlYCP5UX
49269Please respect copyright.PENANAZlggz4Qfry
“Abi apa?? Abi kerja gitu??” ucapku memotong obrolannya. “Selama ini Umi udah nyoba tahan dan mengerti sama Abi, tapi kalau Abi kayak gini Umi juga gak bisa diam” lanjutku mencecarnya.49269Please respect copyright.PENANARhiPAI0nXQ
49269Please respect copyright.PENANA7z0CGzkHFK
Suamiku masih terdiam, “Umi kesepian Bi!! Anakmu kesepian juga!! setiap hari Abi berangkat sebelum dia bangun, pulang-pulang setelah dia tidur. Gimana gak kesepian coba????” teriakku dengan lantang.49269Please respect copyright.PENANAwWvNC6VLJh
49269Please respect copyright.PENANAitwEScSbN2
Mungkin tadi aku memulai obrolan ini dengan sebuah kebohongan karena ingin menutupi perselingkuhanku. Akan tetapi tampaknya obrolan inipun akhirnya dapat ku manfaatkan sebagai sarana meluapkan emosi dan ketidaksukaan terhadap suamiku yang terus-terusan bekerja itu.49269Please respect copyright.PENANA2N13jHGgYi
49269Please respect copyright.PENANAnSIU9fjJYu
“Ma—maafin Abi, Mi!” ucap suamiku memelas.49269Please respect copyright.PENANAcgPlCQkCKu
49269Please respect copyright.PENANAMJWExBcXi4
Aku tertawa kecut, “Dan sekarang?? Abi punya masalah kalau Umi ngobrol sama orang??” tantangku membalikkan tuduhannya tadi menjadi bumerang yang menyerangnya sendiri.49269Please respect copyright.PENANACBUlLu19D0
49269Please respect copyright.PENANAJyTeVepKJq
“Maaf Umi. Abi benar-benar tidak tau” balasnya menatap lembut padaku.49269Please respect copyright.PENANAMdIbCRVs2A
49269Please respect copyright.PENANAZIyAoS6CtH
Aku kemudian berdiri dari meja makan, “Terserah Abi saja!” ucapku ketus meninggalkannya.49269Please respect copyright.PENANAiQUO1K2IBC
49269Please respect copyright.PENANAdaiwh1Urk8
Aku lalu pergi ke dalam kamar dan merebahkan diriku diatas kasur dengan perasaan berkecamuk tak bisa dijelaskan. Marah karena aku sudah mulai hilang kendali dan tidak tahu diri. Sedih karena sudah membohongi suamiku. Dan lega karena berhasil mengungkapkan uneg-uneg yang selama ini aku tahan-tahan.49269Please respect copyright.PENANAaG69Vd2aFx
49269Please respect copyright.PENANA5RsXbhwv5B
Tak kusadari tiba-tiba saja air mataku telah melompat keluar membasahi pipiku. Aku kembali merasa jijik dan hina dengan diriku sendiri. Seandainya saja waktu itu aku tidak tergoda nafsu untuk berselingkuh, mungkin saat ini aku tidak akan pernah bertengkar dengan suamiku.49269Please respect copyright.PENANAZoBnjowrHk
49269Please respect copyright.PENANA21Q19GarTr
Entah sampai kapan pula akan kutanggung rasa bersalah ini. Tetapi setidaknya aku masih beruntung karena suamiku belum mengetahui kalau istri yang selama ini dikenalnya sebagai seorang perempuan alim itu, sudah merelakan tubuhnya di gauli dan dinikmati oleh pria lain selain dirinya.49269Please respect copyright.PENANA4kjqbFYTwP
49269Please respect copyright.PENANAHF5rKLZ42C
Sampai ketika malam menjelangpun, baik aku dan suamiku masih berdiam diri tak saling menyapa satu sama lain. Ini adalah pertengkaran kami untuk pertama kalinya selama masa enam tahun kami menjalani pernikahan. Dan sunggu rasanya sangat tidak mengenakkan dihati dan pikiranku.49269Please respect copyright.PENANAw8sAcWKT1x
49269Please respect copyright.PENANA4otBesUH7V
“Mi! Udah tidur??” sapa suamiku dari sebelah.49269Please respect copyright.PENANAXu0PTdfK1s
49269Please respect copyright.PENANABfzOBk8u8p
Walau sedang marahan, kami berdua masih tidur diatas ranjang yang sama. “Belum.. kenapa?” tanyaku membalik badan.49269Please respect copyright.PENANAWKH1d1Miuv
49269Please respect copyright.PENANAmxMWBacsrM
“Abi mau minta maaf” Ucap suamiku menggapai tanganku. “Maafin Abi udah nuduh Umi macem-macem. Maafin Abi juga karena udah terlalu sering ninggalin Umi demi kerjaan” lanjutnya setengah berbisik.49269Please respect copyright.PENANALck5lbNksJ
49269Please respect copyright.PENANAzre1qaZWFx
“Itu doang??” tanyaku mengangkat alis.49269Please respect copyright.PENANAGVNfp3fDA9
49269Please respect copyright.PENANAnVdpsAuWd4
Suamiku terlihat bingung, “Emangnya ada lagi Mi??” tanyanya heran.49269Please respect copyright.PENANAAYxPr8el0S
49269Please respect copyright.PENANAlcSus32k9p
“Ada. Minta maaf karena Abi gak pernah bisa muasin Umi di ranjang” balasku dalam hati.49269Please respect copyright.PENANAgzuezQ8J3Y
49269Please respect copyright.PENANAM76vNNB9Z2
“Kok diem??” tanya suamiku sekali lagi.49269Please respect copyright.PENANAdlhy4A45cm
49269Please respect copyright.PENANAZCX1DjKrxU
Aku menggeleng, “Gapapa Bi! Umi juga minta maaf karena lupa ngasih tau Abi tentang Mang Dedi” ucapku yang lagi-lagi berbohong.49269Please respect copyright.PENANA1hQPmehjWw
49269Please respect copyright.PENANAgciPQIEfyc
“Engga, Umi gak perlu minta maaf soal itu. Abi tau Umi cuma pengen punya temen ngobrol” jawab suamiku seolah mengerti.49269Please respect copyright.PENANA3UpJMH8tI4
49269Please respect copyright.PENANAQTEVpP5ZnH
Aku lalu tersenyum, “Jadi gak cemburu lagi nih?” tanyaku menyindirnya.49269Please respect copyright.PENANAhrAjNZVonw
49269Please respect copyright.PENANAmnbfUVlX10
“Eleehh.. Siapa juga yang cemburu sama tukang sayur..” jawab suamiku berkilah.49269Please respect copyright.PENANAiuNYA9qpQ8
49269Please respect copyright.PENANAuFu8mVjZfN
“Itu tadi apaan nuduh-nuduh istrinya kalau bukan cemburu?” sindirku lagi.49269Please respect copyright.PENANAsYGvjZW2YA
49269Please respect copyright.PENANAMWbYownkZx
Suamiku seketika cemberut, “Abis dianya bilang mau bikinin Adek buat Caca. Abi kan cemburu!!” balasnya padaku.49269Please respect copyright.PENANAe2y1STdgY1
49269Please respect copyright.PENANA5zlMJhGDwJ
“Itumah Abi aja yang salah paham sama omongan Caca.. Masa’ Mang Dedi mau bikin Umi hamil!! Yang bener aja!!” kataku tiba-tiba berdesir mengucap kata “Hamil” tersebut.49269Please respect copyright.PENANATJVq37QdcR
49269Please respect copyright.PENANA8uQAhoentk
“Iya juga sih. Kagak mungkin juga ya” ucapnya mengangguk-angguk. “Yaudah deh kalau gitu Umi temenan aja sama Mang Dedi” lanjut suamiku bersemangat.49269Please respect copyright.PENANA5A6LC7WyLu
49269Please respect copyright.PENANAcGNi7EIhXH
“Loh kok gitu??” tanyaku penasaran.49269Please respect copyright.PENANA3mhh8luMfX
49269Please respect copyright.PENANAUwu2xEJSla
“Katanya Umi butuh temen ngobrol??” tawar suamiku.49269Please respect copyright.PENANAG1xNRk06nN
49269Please respect copyright.PENANAwzOIbAJLuW
Aku tersenyum meledeknya, “Yakin ga cemburu??” tanyaku sekali lagi.49269Please respect copyright.PENANAbi6Csx30tS
49269Please respect copyright.PENANAobNnEGMypP
“Yakin” angguk suamiku dengan cepat. “Lagian kayaknya Mang Dedi orang baik” lanjut suamiku berusaha menilai.49269Please respect copyright.PENANA94vbEj9lCZ
49269Please respect copyright.PENANAYDrdJ8V8lO
“Ah Masa’?? tadi aja ada yang cemburu banget..” ucapku meledek.49269Please respect copyright.PENANAKH5xeASRpf
49269Please respect copyright.PENANA6ilrNNaWgP
“Iya kayaknya. Lagian dia ga pernah godain Umi jugakan walau udah berduaan di rumah??” tanya suamiku menebak.49269Please respect copyright.PENANA6mhO1fNAdu
49269Please respect copyright.PENANAhC9OgqrmlT
Entah setan apa yang datang menghampiriku saat itu, aku malah merasa ingin sedikit menggoda suamiku, “Emang Abi tau??” ucapku mendekat pelan kearahnya.49269Please respect copyright.PENANAExxPOCdW57
49269Please respect copyright.PENANAXWV7DKitPJ
“Ga tau juga sih” balas suamiku menelan ludah. ”E--emangnya dia godain Umi??” tanya suamiku tergugup saat dengan sengaja kuelus bagian selangkangannya.49269Please respect copyright.PENANAazqTzSaI2y
49269Please respect copyright.PENANAE203LlWWCj
“Kalau Umi digodain gimana Bi?? cemburu gak??” tanyaku semakin memancing jawaban dari suamiku.49269Please respect copyright.PENANALmyd4HVsJT
49269Please respect copyright.PENANA6fyxJDrxQF
Mendadak hatiku dipenuhi perasaan aneh yang tak pernah kualami sebelumnya. Suatu perasaan yang sangat sukar untuk kulukiskan dengan kata-kata saat aku tertantang oleh birahi untuk menggoda suamiku dengan cara seperti ini.49269Please respect copyright.PENANAuT4cNxJM32
49269Please respect copyright.PENANAj97LJySdCQ
“Ya.. Ce—cemburu pasti Mi!” balas suamiku menatapku dengan tatapan tidak percaya.49269Please respect copyright.PENANA3oHxSMlXyL
49269Please respect copyright.PENANACpvyi6j1zo
Aku kemudian tertawa, “Kok tegang begini??” tanyaku menggapai penisnya dari balik celana dan meremasnya pelan.49269Please respect copyright.PENANAdS0pW6iTjZ
49269Please respect copyright.PENANAUhB0ICkZYG
“Kerjaan Umi kan!” ucap suamiku merenguh memejamkan matanya.49269Please respect copyright.PENANA3MUZYcKN33
49269Please respect copyright.PENANASiGJaFGZHH
“Umi gak digodain sih. Cuma dibilang cantik aja Bi” ucapku mulai mengurut-urut penis suamiku dari dalam celananya.49269Please respect copyright.PENANA4ZdZ5QSfpJ
49269Please respect copyright.PENANAxvXiMBe5Og
Namun suamiku malah semakin melenguh, “Ouughh... Tr—trus apa lagi??” tanya suamiku di sela-sela nafasnya yang semakin memburu.49269Please respect copyright.PENANAhHlYmf2uJt
49269Please respect copyright.PENANA4jN0VI4G4D
“Mang Dedi bilang Umi tipe wanita dia banget” jawabku mempercepat kocokan.49269Please respect copyright.PENANAoVzRZfqMlz
49269Please respect copyright.PENANALBDDpy6EOR
Hatiku semakin girang melihat ekspresi suamiku yang tampak keenakan merasapi genggaman dan pijatan tanganku pada batang penisnya. Lambat-laun sentuhanku pada penis suamiku tersebut seakan ikut menjalarkan sensasi-sensasi aneh dalam tubuhku. Bahkan ketika aku dengan sengaja mengucap-ngucap nama Mang Dedi, sensasinya pun menjadi bertambah membuatku menggelinjang tanpa kusadari.49269Please respect copyright.PENANAxQlqM78OcM
49269Please respect copyright.PENANAlfwlLpCmgx
“Oouugghh.. enakk Mi!!” desah suamiku kembali keluar dari mulutnya.49269Please respect copyright.PENANApqFwqiuHUt
49269Please respect copyright.PENANAG9tF2XEjHb
Tak mau kalah dengan tanganku yang memberikan servis pada penisnya, suamiku tiba-tiba menyusupkan tangannya masuk ke dalam celana tidurku. Aku hanya bisa menggelinjang saat jemari suamiku itu akhirnya menekan tepat pada luaran vaginaku.49269Please respect copyright.PENANA4XylAfoAP3
49269Please respect copyright.PENANAWuvoZAlzNu
“U—umi basah??” tanya suamiku terheran.49269Please respect copyright.PENANA3MtiD37r3S
49269Please respect copyright.PENANAnxf3QdoG5Y
Aku kemudian mengangguk mempercepat kocokanku pada penisnya saat tangan suamiku tersebut ikut mengalirkan getaran pada bagian tubuhku yang paling peka. Tanpa bisa kutahan-tahan lagi, cairan vaginaku terasa basah membersit keluar dari dalam lorongnya, meleleh membasah kepermukaan tangan suamiku.49269Please respect copyright.PENANAfItqqseJzS
49269Please respect copyright.PENANADd3eDus5LW
Aku merasa malu sekali. Mengapa bisa seperti ini? Mengapa aku jadi bergejolak hanya karena membayangkan pujian-pujian Mang Dedi sambil menggoda suamiku. Apakah memang aku sudah setergantung ini kepada tukang sayur itu?49269Please respect copyright.PENANA7tz1RdkQmU
49269Please respect copyright.PENANAMT75dVTtK4
“Ohhh.. enakk Masshh!!” balasku mendesah tanpa sengaja membayangkan kalau bukan suamikulah yang sedang meraba tubuhku.49269Please respect copyright.PENANAunbjqCqCwR
49269Please respect copyright.PENANA2bAhwkXzm4
Namun beruntung tampaknya suamiku tak menyadari hal itu karena dia juga tengah fokus merasakan nikmat akibat kocokan tanganku yang semakin cepat pada penisnya.49269Please respect copyright.PENANAuyCEK86Mbh
49269Please respect copyright.PENANAziCW0heLLH
“Ughhh.. mau keluar Mi!” ucap suamiku tiba-tiba saja melemahkan gerakan tangannya di vaginaku.49269Please respect copyright.PENANAT19a72lwSK
49269Please respect copyright.PENANAh0IPd1ucWE
Dengan secepat kilat, aku reflek menggantikan tangan suamiku tersebut dengan tanganku kiriku sendiri sambil yang kanannya tetap terus mengocok penis suamiku. Aku bergerak mengikuti instingku sendiri dengan mencolok-colok lubang vaginaku merasakan nikmat itu mulai menemui ujungnya.49269Please respect copyright.PENANAdspkp5ZcvE
49269Please respect copyright.PENANA2amSnQ31ED
Dibarengi dengan erangan suamiku yang tiba-tiba keluar, akupun kemudian merasakan hantaman gelombang kenikmatan yang bersumber dari kelanjar syarafku yang paling peka, gelombang yang sudah aku kenali itupun serasa meledak begitu saja menerjang bendungan pertahanku.49269Please respect copyright.PENANAEIahK1zvPs
49269Please respect copyright.PENANAwzo6GWn2ku
“Ouuughhhh....” lenguhku begitu panjang.49269Please respect copyright.PENANAt8bleJbWdm
49269Please respect copyright.PENANAOs2PircguL
Tubuhku bergetar dan menggelinjang diatas kasur seakan terbang ke awang-awang. Membuat vaginaku ikut berkedut-kedut ribuan kali seperti memancarkan kehangatan di sepanjang lorongnya. Aku merasakan orgasme yang datang kali ini sangat berbeda, karena begitu cepat dan mendadak sehingga aku tak sadar sedang berada di samping suamiku.49269Please respect copyright.PENANA6yWSAOnKED
49269Please respect copyright.PENANAUMzMfHaIzp
“U—umi gapapa??” tanya suamiku tergagap melihatku sedang dilanda puncak birahi.49269Please respect copyright.PENANAMutwpeA5V3
49269Please respect copyright.PENANASApQDfSGMx
Dalam sisa kesadaranku pun kemudian aku mengangguk pelan, “Gapapa Bi! Umi cuma keenakan” ucapku menatap langit-langit kamar.49269Please respect copyright.PENANAY38PGO4kku
49269Please respect copyright.PENANAY4yhJxbGuc
Terbayang wajah Mang Dedi tersenyum menyeringai. 49269Please respect copyright.PENANAtz4766hJHQ