"UMMI! UMI NGAPAIN!!???" Ucap putriku Tasha.68801Please respect copyright.PENANAcxBTdUXDD8
68801Please respect copyright.PENANAQZI9OG7AbP
Aku dan Mang Dedi terlonjak, sama-sama kaget mendengar suara Tasha yang kencang memergoki kami yang baru saja memulai persetubuhan terlarang ini.68801Please respect copyright.PENANAhckqfXN12t
68801Please respect copyright.PENANAlHvHZzfcDH
Aku dengan sekuat tenaga mendorong tubuh Mang Dedi dari atasku sehingga tusukan penisnya terlepas dari dalam vaginaku begitu saja.68801Please respect copyright.PENANAI7d2XI1HVr
68801Please respect copyright.PENANA66Aink9m2p
"Ca--caca kok udah bangun?" Tanyaku bereaksi duluan mengambil baju gamisku yang berserakan di lantai.68801Please respect copyright.PENANAj8txBpuRqE
68801Please respect copyright.PENANAzSsR8SsggR
Sungguh aku tergagap dan gemetar meski hanya dipergoki oleh anakku sendiri saat itu.68801Please respect copyright.PENANAj1b9Vyc5sI
68801Please respect copyright.PENANAgiqI0Dbnn2
"Caca pengen pipis Umi" ucap Tasha mengusap matanya.68801Please respect copyright.PENANAG2gd0lDWLs
68801Please respect copyright.PENANABihcBr29dB
Dengan cepat aku kemudian menutupi tubuhku dengan baju gamis sambil merapikan hijabku yang tampak tak beraturan. Aku juga mengambil celana Mang Dedi dan menutup selangkangannya yang terbuka begitu saja di depan anakku.68801Please respect copyright.PENANAwqXPMsYKFV
68801Please respect copyright.PENANAPhrNzdWQDj
"Yasudah.. kamu mau Umi anterin ke kamar mandi atau mau sendiri??" ucapku berusaha setenang mungkin.68801Please respect copyright.PENANAwMrD01xywI
68801Please respect copyright.PENANARdxtbZJw82
"Mau dianterin Umi" Balas Tasha singkat.68801Please respect copyright.PENANAAvdo8qIwBN
68801Please respect copyright.PENANA5ULd48Jrpw
Aku kemudian melirik Mang Dedi untuk memastikan dia tidak keberatan, "Anterin aja Dek" ucapnya tersenyum mempersilahkan.68801Please respect copyright.PENANAKBs2hho6q4
68801Please respect copyright.PENANAIR0RQ064qw
Aku kemudian berencana memakai baju gamisku sebelum di tahan oleh Mang Dedi, "Gausah dipake bajunya" Ucap Mang Dedi mengelus pantatku.68801Please respect copyright.PENANALeFsINQziK
68801Please respect copyright.PENANAprZSmDfgfl
Wajahku jadi memerah dan panas merasa sangat malu dibuatnya, namun aku tetap menuruti keinginan Mang Dedi entah karena alasan apa.68801Please respect copyright.PENANAj8MKPB1p1Y
68801Please respect copyright.PENANAXy5QlWjcJi
"Aku tinggal sebentar ya Mas!" Ucapku meminta ijin dan bangkit dari duduk.68801Please respect copyright.PENANAhnvHUfjxlk
68801Please respect copyright.PENANAc79VAAiT6R
Tapi kemudian Tasha bertanya, "Umi sama om kok buka baju??" Lanjutnya dengan polos.68801Please respect copyright.PENANA5flYBNJ2y4
68801Please respect copyright.PENANA8WO2GFu7aQ
Aku kebingungan, kualihkan pandanganku ke Mang Dedi dan meminta dia menjelaskan pada Tasha karena aku bingung menjelaskan tentang apa yang tengah kami lakukan.68801Please respect copyright.PENANAVD3xJNKDWV
68801Please respect copyright.PENANA4aDjYyeagi
Mang Dedi tersenyum, "Umi sama Om mau mandi sayang" balasnya dengan santai.68801Please respect copyright.PENANAq6I95uDc96
68801Please respect copyright.PENANAYpBdUOZdIt
Namun bukannya puas dengan jawaban itu, Tasha malah kembali bertanya, "Kok Om mandi di rumah Caca?" Tanyanya lagi.68801Please respect copyright.PENANAt3l3jt94U3
68801Please respect copyright.PENANAA22Y61zYPE
"Iya. Om mau mandi rumah Om tadi, tapi lagi hujan ga bisa pulang" Balas Mang Dedi menunjuk kearah jendela.68801Please respect copyright.PENANART5u8QVqxr
68801Please respect copyright.PENANARcFJgnv7bJ
Tasha kemudian melihat keluar sebentar sebelum akhirnya dia mengangguk mengerti, "Yaudah, Om mandi di rumah Caca aja. Sini ikut!" Ajaknya pada Mang Dedi.68801Please respect copyright.PENANAdFUYl4czEU
68801Please respect copyright.PENANAtE5CyCYzZY
Mang Dedi lalu menggeleng, "Caca sama Umi duluan aja" jawab Mang Dedi menolak.68801Please respect copyright.PENANAT4oYiplJtJ
68801Please respect copyright.PENANAtzeXLcHd19
Aku kemudian menghela nafas lega melihat putriku tampak memang belum mengerti dengan apa yang tengah Uminya perbuat dengan laki-laki lain selain Abinya itu.68801Please respect copyright.PENANACDA3MCtG20
68801Please respect copyright.PENANAq3guzXWi9W
Lalu dengan pelan-pelan aku beranjak mengantar anakku tersebut ke kamar mandi sambil berusaha menenangkan jantungku yang berdegub-degub dengan kencang.68801Please respect copyright.PENANAF34qMxRmDj
68801Please respect copyright.PENANAVrGmEgNV9T
"Umi. Caca suka sama Om itu" ucap Tasha tiba-tiba padaku.68801Please respect copyright.PENANAuO2xEfcnS4
68801Please respect copyright.PENANAc9SkASXm2W
Aku tersenyum, "Suka kenapa sayang?" Tanyaku padanya.68801Please respect copyright.PENANA8Zmk5WLMyp
68801Please respect copyright.PENANAbLCW9eYMqz
"Omnya mau bikinin adek buat Caca" jawab Tasha bersemangat.68801Please respect copyright.PENANAQ6lqcefcs7
68801Please respect copyright.PENANATm2L9lJGjy
"Oh ya?? Emang Omnya bilang begitu??" Tanyaku lagi.68801Please respect copyright.PENANACAkmlaHiDe
68801Please respect copyright.PENANAEz018JJmCv
Tasha lalu menangguk, "Iya.. katanya Om kesini mau bantuin Umi bikinin adek buat Caca" jawabnya polos.68801Please respect copyright.PENANAryn6HZb4AT
68801Please respect copyright.PENANAjmfZ9JUzyh
"Ah masa sih" jawabku tak percaya.68801Please respect copyright.PENANARVyttuhyCG
68801Please respect copyright.PENANASv3RYEfk3j
"Kaget ya kamu?" Ucap Mang Dedi terkekeh datang di balik pintu memakai celana pendeknya tanpa baju.68801Please respect copyright.PENANA1sMTrbB7vo
68801Please respect copyright.PENANAXapEgTAeQB
Aku mendengus kesal, "Mas bilang sembarangan sama Caca" balasku mencubit tangannya dengan gemas.68801Please respect copyright.PENANA8SkGgPGZNe
68801Please respect copyright.PENANARGzn2f9kLb
"Beneran kok" balasnya cuek.68801Please respect copyright.PENANAnapSbdqpMn
68801Please respect copyright.PENANA9wjdGa9a9S
"Tapi kan itu gak bener Mas!!" Balasku menggerutu.68801Please respect copyright.PENANAK8RqLzdrPc
68801Please respect copyright.PENANAYNCzGyp4Vw
"Gak bener tapi kamu menikmatinya bukan??" Rayu Mang Dedi sekali lagi.68801Please respect copyright.PENANAygfNWCz7uN
68801Please respect copyright.PENANAlpOjHbFwg6
"Siapa bilang?" Ucapku berbohong membelakanginya.68801Please respect copyright.PENANAOnQM2wyqGh
68801Please respect copyright.PENANAcmggMnSgtO
Tapi kemudian Mang Dedi masuk ke kamar mandi dan mengalungkan tangannya di pinggangku, "Aku yang bilang" ucap Mang Dedi memelukku dari belakang.68801Please respect copyright.PENANAw2kQTKz5oa
68801Please respect copyright.PENANAcPtoNeyayF
"Mas ngapain sih! Ada Tasha!" Ucapku memprotes pelukannya takut dilihat anakku.68801Please respect copyright.PENANAhKpEKMTlAV
68801Please respect copyright.PENANAAPyJYmhvkS
Dan benar saja, Tasha kemudian bertanya. "Om kok peluk Umi aku sih?" Tanya heran.68801Please respect copyright.PENANAW1wwUEA7Wk
68801Please respect copyright.PENANA1BPN1RquJH
"Karena Om sayang sama Umi kamu" balas Mang Dedi dengan sangat santainya.68801Please respect copyright.PENANAZICS1u4Oot
68801Please respect copyright.PENANAeJOxYcYs7u
Seketika itu aku tersenyum, Ada perasaan senang hati yang juga bercampur nafsu birahi setiap kali Mang Dedi memperlakukanku dengan romantis dan penuh kasih sayang seperti ini.68801Please respect copyright.PENANAVYFrJPzQIc
68801Please respect copyright.PENANAIOnUni5WMu
Dia terlihat selalu sabar dan bisa memanfaatkan momen sehingga aku tetap terjebak dalam buain kata dan tingkah lakunya itu. Jauh berbeda dengan sifat suamiku yang selalu tergesa-gesa dan terburu-buru.68801Please respect copyright.PENANA3Q6JOvCVm5
68801Please respect copyright.PENANABR9hMONRK0
"Ah.. Mas banyak gombalnya" balasku mengalihkan kata-kata.68801Please respect copyright.PENANAJIb7X6qAPs
68801Please respect copyright.PENANATrQFk8ttls
Dari belakang Mang Dedi berbisik di telingaku, "Kamu ga sayang sama aku?" Tanyanya menggoda.68801Please respect copyright.PENANAUb5hmyU685
68801Please respect copyright.PENANATsFPqeGZIA
"Engga.. aku sayang sama suamiku" balasku tidak sadar malah membawa-bawa suamiku di depannya.68801Please respect copyright.PENANAl2NNijPDGK
68801Please respect copyright.PENANAxe3aYGfha5
Namun tampaknya Mang Dedi tak mempermasalahkan, "Oh iya aku lupa" balasnya sambil terkekeh.68801Please respect copyright.PENANAYIo1L4h8HL
68801Please respect copyright.PENANAsTXGc3ln6S
"Tapi gapapa deh sayangnya sama suami, asalkan bercintanya sama aku" lanjutnya berkata nakal.68801Please respect copyright.PENANASJ5VqBeijP
68801Please respect copyright.PENANAbTFEjPSnVr
Entah bagaimana, aku justru malah merasa setuju dengan apa yang dikatakan oleh Mang Dedi tersebut. Mungkin ini sebuah pembenaran saja, namun kata "tidak apa-apa aku bercinta dengan Mang Dedi asalkan hatiku masih menjadi milik suamiku" tersebut membuatku semakin terangsang saja.68801Please respect copyright.PENANAbuAuflB16I
68801Please respect copyright.PENANAgkTTBltxGo
"Om.. Caca mau tidur lagi nih" Ucap Tasha menghentikan momen kami sejenak.68801Please respect copyright.PENANA211kapvoUR
68801Please respect copyright.PENANASzkhnw5cRQ
"Yaudah Caca tidur gih. Om mau mandi dulu sama Umi" ucap Mang Dedi mengelus pelan kepala Tasha.68801Please respect copyright.PENANALBnywmnJk4
68801Please respect copyright.PENANAgF6mwyMWei
Tapi keingintahuan anakku itu tidak berhenti sampai disitu saja, "Kok mandinya barengan?" Tanyanya lagi.68801Please respect copyright.PENANAHoPrdEy1DQ
68801Please respect copyright.PENANAhwMBQK1Xam
"Iya. Biar mandinya bersih. Kamu kalau mandi pasti bareng Umi juga kan??" Ucap Mang Dedi mengakali Tasha.68801Please respect copyright.PENANAefFUPmJbZV
68801Please respect copyright.PENANAGzwQxWSZdv
Beruntung setelah itu, Tasha tak lagi mengeluarkan pertanyaan dari mulut kecilnya dan memilih pamit meninggalkan kami.68801Please respect copyright.PENANAiMOiLHYzV6
68801Please respect copyright.PENANAs5zLu3qXiZ
Mang Dedi tertawa melihat gadis kecilku itu dengan santainya melenggang menuju kamar tanpa sedikitpun curiga pada kami.68801Please respect copyright.PENANAHKD31BioqK
68801Please respect copyright.PENANAEMO0fdpODD
"Pinter banget kayak Uminya" ucap Mang Dedi mencolek daguku.68801Please respect copyright.PENANABDR7fEVZc0
68801Please respect copyright.PENANAV1sv4dOsIp
"Iyalah. Kan anak aku Mas" balasku berbangga diri.68801Please respect copyright.PENANASrMTNNoMh2
68801Please respect copyright.PENANAmbWrwfc1Pv
"Tapi kasian dia gak punya temen main. Kita buatin adik buat Tasha gimana?" Goda Mang Dedi mencium pipiku.68801Please respect copyright.PENANAiGmnOpWkx7
68801Please respect copyright.PENANA8uBqP4dNXb
Aku kemudian tertawa, "Bilang aja Mas pengen begituan" jawabku meledeknya.68801Please respect copyright.PENANAtIWq9MTHoO
68801Please respect copyright.PENANA55XTAaO2Jm
"Biar sekali dayung, dua tiga pulau bisa terlampaui Dek Liya" balasnya berpepatah.68801Please respect copyright.PENANAyDkb0kXEPe
68801Please respect copyright.PENANAFJhDXDAn3C
Aku kembali dibuat tertawa oleh lelucon khasnya tersebut. Kini rasanya aku benar-benar sudah nyaman berada dekat dengan Mang Dedi sehingga tak ada rasa canggung lagi untuk membalas candaannya.68801Please respect copyright.PENANAaNbcz9mmGd
68801Please respect copyright.PENANADysrFBtCLk
"Kalau gitu kita pindah ke kamar aja Mas!" Ajakku dengan manja.68801Please respect copyright.PENANAYKN4BX4T7n
68801Please respect copyright.PENANA6BS2Acw7rL
"Kamar yang mana?" Tanya Mang Dedi heran.68801Please respect copyright.PENANA2K7l2IQlAq
68801Please respect copyright.PENANAkpQiTViA3y
Aku kemudian menunjuk kamar belakang yang sebenarnya di peruntukkan untuk Tasha. Tapi karena anakku masih kecil, jadi dia masih tidur bersamaku dan suami sehingga kamar belakang itu masih kosong.68801Please respect copyright.PENANANJGSSgNyXs
68801Please respect copyright.PENANAYIru9TyERk
"Yang sebelah sana!" Ucapku menunjuk.68801Please respect copyright.PENANADkyLKIOg02
68801Please respect copyright.PENANAXVFFfhsfva
"Yaudah kalau gitu kamu pegangan yang kuat ya!!" Ucapnya tiba-tiba.68801Please respect copyright.PENANAaMiSA8kXrw
68801Please respect copyright.PENANAWRva5GZAIt
"Mas mau ngapain?" Tanyaku tidak begitu mengerti.68801Please respect copyright.PENANAAXcjhJpv4t
68801Please respect copyright.PENANAjpPGDVp0kd
Tapi lalu aku terpekik kaget. Mang Dedi dengan cekatan membopong tubuhku bangkit. "Mas!" Ucapku refleks merangkul lehernya karena takut terjatuh.68801Please respect copyright.PENANAeDTbJBpZO2
68801Please respect copyright.PENANAKoGgC0gWSn
Tubuhku terangkat mantap dalam bopongan tangan Mang Dedi yang melingkar dipunggung dan belakang lututku. Dengan santai Mang Dedi kemudian melangkah berjalan keluar kamar mabdi⁷ sambil menggendongku dengan gaya "Bridal Style" itu.68801Please respect copyright.PENANAT3Kmc1tTWL
68801Please respect copyright.PENANATegVbk7cNo
"Hati-hati Mas" ucapku yang sebenarnya merasa senang dan malu sekaligus.68801Please respect copyright.PENANALxrHAGTTPi
68801Please respect copyright.PENANAre2ueKDY9f
Aku memejamkan mata, tubuh kami masih sama-sama dalam keadaan telanjang, namun Mang Dedi dengan cueknya berjalan membopongku dengan santai menuju kamar.68801Please respect copyright.PENANAUE5PT6YS2V
68801Please respect copyright.PENANAAKueUTez7X
Saat-saat seperti inilah aku mulai merasa kalau aku memang benar-benar jatuh hati dengan perlakuan Mang Dedi sebagai laki-laki. Bahkan selama 6 tahun aku menikah dengan suamiku, tak sekalipun dia menggendongku dengan mesra seperti ini.68801Please respect copyright.PENANAIdpTlA4gt7
68801Please respect copyright.PENANAz8LF1DfUK5
Jadi pantas saja setiap perlakuan mesra Mang Dedi padaku, selalu sukses membuat hatiku terasa seperti berbunga-bunga dan berdegub kencang.68801Please respect copyright.PENANAkDUs79VR6f
68801Please respect copyright.PENANAK8rGBdFF2i
"Sampai sayang" Ucap Mang Dedi mengecup bibirku.68801Please respect copyright.PENANAVzaKXSnBRG
68801Please respect copyright.PENANADUjEHS9yTx
Dia lalu dengan hati-hati menurunkanku dari bopongannya ke kasur kecil yang ada di dalam kamar tersebut sebelum akhirnya dia ikut memelukku jatuh.68801Please respect copyright.PENANAAlRRdh1Vt6
68801Please respect copyright.PENANAd8dhmAfkDQ
Mang Dedi mengecup keningku, menciumi kulit mataku yang terpejam, juga pipi dan daguku, "Kamu milikku hari ini Dek Liya" Ucapnya membelai badanku.68801Please respect copyright.PENANA8g1jB50GI2
68801Please respect copyright.PENANAakuRTT7Q7M
Dalam pelukannya, gumpalan payudaraku mengganjal dan menempel di dadanya. Pun begitu dengan penis Mang Dedi yang juga mengganjal keras di perutku.68801Please respect copyright.PENANATc8FsScr7q
68801Please respect copyright.PENANAWgsyWo87Ze
"Untuk hari ini doang?" tanyaku cemberut.68801Please respect copyright.PENANA65Y3cr1kJ5
68801Please respect copyright.PENANAuLsfz5FuAg
Mang Dedi lalu merenggangkan pelukannya, "Kalau bisa, aku mau selamanya" jawab Mang Dedi padaku. Ada nada keyakinan dan kesungguhan hati dalam bicaranya, juga tatapan mata dan mimik wajahnya yang begitu serius mengucap kata-kata itu.68801Please respect copyright.PENANAhdgO52Vkwm
68801Please respect copyright.PENANAzAAUZir4tU
"Tapi aku sudah jadi milik orang Mas" ucapku manarik diri.68801Please respect copyright.PENANAXI4DwikYD7
68801Please respect copyright.PENANA1NmqJEsmRh
"Iya aku tau sayang. Aku yang hina ini juga tak berhak mendapatkan kamu seutuhnya. Tapi izinkan aku memilikimu untuk sebentar saja, bolehkan??" Ucap Mang Dedi tersenyum.68801Please respect copyright.PENANAOsadUTDrxO
68801Please respect copyright.PENANAuq2s8O8KJa
Aku senang mendengarnya dan mengangguk, "Boleh Mas! Miliki aku hari ini!" Ucapku merapatkan badan pada Mang Dedi.68801Please respect copyright.PENANAZHSqleTJP5
68801Please respect copyright.PENANAzaVyh0btDe
Setelah itu Mang Dedi meraih tanganku dan mengecupnya. Kami berbaring berpelukan sambil bercumbu dan berciuman hangat. Bahkan lebih hangat dan lebih menggebu dari sebelumnya.68801Please respect copyright.PENANA8WZoY4Nn0v
68801Please respect copyright.PENANAuNNz90fup6
"Mas.. Aku mau ini!!" ucapku menghentikan ciuman kami dan memegang penisnya.68801Please respect copyright.PENANAmgSL00HdHn
68801Please respect copyright.PENANAdTe50QAJmj
Mang Dedi terheran, "Kamu mau ngapain sayang?" tanyanya padaku.68801Please respect copyright.PENANAv0ufC0992v
68801Please respect copyright.PENANA0teZnOV3DT
"Mau nyoba ngemut." balasku memberanikan diri.68801Please respect copyright.PENANAkqChzQRjcv
68801Please respect copyright.PENANAvDWpqHBbn5
Darahku berdesir mengucapkannya. Aku memang punya rasa penasaran ingin mengetahui bagaimana rasanya mengulum dan mencium kemaluan lelaki.68801Please respect copyright.PENANAGSCMkAdCUE
68801Please respect copyright.PENANABsdXHQzOpx
Tapi tadinya aku merasa jijik karena aku tak pernah melakukannya sebelum ini. Dan sekarang tiba-tiba saja rasa penasaranku muncul dan niat itu terlintas dalam benakku begitu saja.68801Please respect copyright.PENANA03dYialWV3
68801Please respect copyright.PENANACgB4HIsQND
"Kamu yakin Dek?" Tanya Mang Dedi ragu.68801Please respect copyright.PENANAsTmh04W1Pq
68801Please respect copyright.PENANAl0Ax7iTyAN
Aku lalu mengangguk dan segera beringsut ke bawah badan Mang Dedi yang terbaring di sampingku. Sejenak ku lepaskan celana pendek Mang Dedi perlahan-lahan sambil jantungku berdegub-degub dan pandanganku seperti dalam gerakan slow motion.68801Please respect copyright.PENANAAn6QfGbjdT
68801Please respect copyright.PENANAuXrmC4K8kC
Setelah terbuka, penis besar Mang Dedi tampak mencuat keatas dan menegang. Ku remaskan tanganku pada batang penisnya yang tampak belum berdiri secara penuh sambil mempersiapkan jantungku yang berdegub dengan sangat kencang.68801Please respect copyright.PENANAbY3AC0OekK
68801Please respect copyright.PENANAdA9E8GReEM
"Besar sekali." batinku dalam hati saat kurasakan penis besar itu semakin menegang di telapak tangan dan jariku.68801Please respect copyright.PENANADOXSUGGtV1
68801Please respect copyright.PENANA2zmpaSnsuZ
Memegangnya saja sudah membuat vaginaku berdenyut dan puting susuku terasa gatal. Apalagi setelah baunya yang khas dengan aroma kelelakian itu menusuk ke dalam hidungku seiring aku mendekatkan wajahku ke selangkangan Mang Dedi.68801Please respect copyright.PENANAAjxmqhZAxJ
68801Please respect copyright.PENANAGXYiejxG1S
"Dicium aja dulu" bisik Mang Dedi mengelus kepalaku yang terbungkus hijab.68801Please respect copyright.PENANA2c1Ydsfjlw
68801Please respect copyright.PENANAjwu5Cn9Xxc
Posisiku sekarang sudah diatas tubuh Mang Dedi yang masih terbaring di kasur, sedangkan kepalaku sedikit merunduk dibagian selangkangannya.68801Please respect copyright.PENANAMuIquP6AwL
68801Please respect copyright.PENANAGhkd4o61dq
Aku menarik nafas sebentar, kumajukan mulutku mendekati ujung penis Mang Dedi yang tampak jauh berbeda dengan milik suamiku. Ujung penis Mang Dedi tampak tak memiliki kepala dan lucu seperti memakai sebuah kulup.68801Please respect copyright.PENANAblNiXMVanf
68801Please respect copyright.PENANASRfgAp8q5E
"CUPPP!" Ciuman pertama ku daratkan. Terasa hangat dan kenyal serta baunya yang begitu khas.68801Please respect copyright.PENANAjeejspReSW
68801Please respect copyright.PENANAfkF7Fy2X4J
Kugenggam penis perkasa itu dan ku arahkan lagi pada mulutku. Tapi kali ini aku menjulurkan lidahku dan menjilat kulit yang ada di kepala penis itu. Aku kemudian mengikuti instingku dengan menjilat batang penis Mang Dedi dari atas ke bawah seperti sedang memakan ice cream.68801Please respect copyright.PENANA3NuV7frF9r
68801Please respect copyright.PENANAhosBW6puXS
"Oougghh.." Mang Dedi mendesah kegelian dibuatnya.68801Please respect copyright.PENANA5Msvv8iglO
68801Please respect copyright.PENANA3Mkd9D7j2F
Aku semakin bersemangat mendengar desahannya tersebut. Kubuka mulutku sedikit sambil ku masukkan ujung penisnya. Ku jilat-jilat dan ku cium-ciumnya sebentar bagian atasnya sampai aku benar-benar terbiasa.68801Please respect copyright.PENANAASI9kNmpuf
68801Please respect copyright.PENANAgCS93oa70e
Lalu Aku masukkan penisnya ke dalam mulutku dengan pelan. Tapu rasanya cukup susah karena mulutku yang tipis dan mungil itu memang tak bisa menampung penis sebesar itu masuk ke dalam mulutku.68801Please respect copyright.PENANAJDK83ocoDm
68801Please respect copyright.PENANAStbyUKDzHT
"Buka kulupnya sayang!" Pinta Mang Dedi padaku.68801Please respect copyright.PENANAbv8LBgGPLg
68801Please respect copyright.PENANA2mDLE8Ql1o
Aku bingung menatap ke arahnya, "Kulup apa Mas?" Tanyaku bingung.68801Please respect copyright.PENANANorOhKLQrl
68801Please respect copyright.PENANAljlGQVolPy
Mang Dedi kemudian mengarahkan tanganku pada pangkal penisnya, "Tarik ke bawah coba" pintanya lagi.68801Please respect copyright.PENANAVYXfa5dQIH
68801Please respect copyright.PENANA1Px76eQOKb
Saat kuturuti kemauannya tersebut, kepala penis Mang Dedi tiba-tiba mencuat keluar dari balik kulup kulitnya. Kepalanya yang berbentuk jamur berwarna pink seperti milik suamiku ternyata tersembunyi dibalik kulup itu.68801Please respect copyright.PENANArY89ad0Erq
68801Please respect copyright.PENANA9voe22HNNq
"Kok lucu sih Mas!" Ucapku tak dapat menahan rasa penasaran.68801Please respect copyright.PENANA7NKbghc8rV
68801Please respect copyright.PENANAxXeRQdRbfn
Saat kunaikkan kocokan tangaku, kepala penis Mang Dedi menghilang dibalik kulupnya. Sedangkan saat aku tarik kebawah, kepala itu kembali menyembul dengan begitu gagah.68801Please respect copyright.PENANAh4hFzqVctU
68801Please respect copyright.PENANAvbCgeCdAzr
Mang Dedi terkekeh sebentar, "Ini kontol orang yang gak sunat Dek! Dijamin rasanya bakalan lebih enak dari yang disunat" ucap Mang Dedi berbangga diri.68801Please respect copyright.PENANAd6EEYsrA5h
68801Please respect copyright.PENANAVf5W7RecEY
Aku kemudian teringat kalau Mang Dedi adalah seorang non muslim. Jadi wajar saja kalau dia belum disunat seperti suamiku.68801Please respect copyright.PENANAGe8mlMU49Z
68801Please respect copyright.PENANANCGZpRa74q
"Ayo diemut lagi sayang!" Pinta Mang Dedi sedikit tak sabar mengangkat pinggulnya ke atas dan kedua tangannya menekan kepalaku ke bawah.68801Please respect copyright.PENANAbgU7QIOcR2
68801Please respect copyright.PENANA9uGudzZeJ5
Perlahan-lahan, penis itupun masuk menyusup ke dalam rongga mulutku dengan agak mudah karena kepalanya yang lonjong dan licin.68801Please respect copyright.PENANA5H19dNfTLg
68801Please respect copyright.PENANAzlKCbmDbdq
Aku sedikit gelagapan, penis besar itu hanya mampu masuk sepertiganya saja dan terlalu penuh di mulutku. Bahkan aku reflek sekuat tenaga menahan agar gigiku tak sampai menyentuh batangnya.68801Please respect copyright.PENANAhybEf7U54L
68801Please respect copyright.PENANA75f1O8N3Rh
"Oougghh... mulutmu hangat Dek Liya" racau Mang Dedi memegangi kepalaku.68801Please respect copyright.PENANADfTY2KDULa
68801Please respect copyright.PENANAzGlv5JL6pF
Dorongan nafsu dan naluri birahiku kemudian menuntunku untuk bergerak secara sendirinya. Aku mulai menghisap batang penis Mang Dedi yang berada dalam mulutku sambil tanganku memegangi pangkal batang itu agar kepala jamurnya tidak bersembunyi.68801Please respect copyright.PENANAYujuSd9N7T
68801Please respect copyright.PENANA226hBhcf1K
"Ohh iyaahh... begitu sayangg" ucap Mang Dedi tak behenti-henti meracau.68801Please respect copyright.PENANAK6MECaFgew
68801Please respect copyright.PENANA7vTgI0GIvp
Penis Mang Dedipun semakin lama semakin terasa membesar hingga membuat mulutku penuh sesak dan nafasku tersengal-sengal. Aku pun tak mau kalah mulai lincah mengocoknya dengan menaik-turunkan mulutku mengulum batang penis itu sampai mengkilat oleh air liurku sendiri.68801Please respect copyright.PENANALZJjUjWxnM
68801Please respect copyright.PENANAdz0iWWxn5W
Tadinya aku berpikir kalau mengulum dan menjilati alat kemaluan tersebut adalah sesuatu hal yang menjijikkan. Namun setelah aku merasakannya sendiri, aku jadi tau kalau ada sebuah sensasi lain yang memacu birahiku lebih cepat.68801Please respect copyright.PENANAkCCONMzdlF
68801Please respect copyright.PENANA042uzOm9zV
Aku mengulum penisnya lebih dalam lagi, beberapa kali aku hampir tersedak dan melepas kulumanku. Namun rintihan dan desahan yang dikeluarkan oleh mulut Mang Dedi membuatku semakin bertambah semangat untuk melayaninya dengan mulutku. Sedangkan Mang Dedi hanya bisa meracau meremas kepalaku dan mengacak-ngacak hijab yang tengah ku pakai.68801Please respect copyright.PENANAyfi6uKLspk
68801Please respect copyright.PENANAOrt2zfSfCc
"Ssshhh... pinterr kamuu Dek Liyaah...Jago nyepong kamuuhh" erang Mang Dedi keenakan.68801Please respect copyright.PENANAsNAiylLN4F
68801Please respect copyright.PENANAGAnaO1fZQD
Kumainkan lidahku menjilati kepala jamur Mang Dedi yang membongkong itu sampai aku sendiri tak tahan karena liang vaginaku berdenyut menginginkan penis itu segera bersarang disana.68801Please respect copyright.PENANA6zSUYhkTdt
68801Please respect copyright.PENANATgmF8dUxj6
Karena itu, kulepaskan kulumanku, dan aku bangkit berdiri. "Mas pengen" rengekku manja menjatuhkan badanku diatasnya.68801Please respect copyright.PENANAG8db1sNtEy
68801Please respect copyright.PENANArVYt93EgBr
Mang Dedi tersenyum menggulingkan badanku hingga kami bertukar posisi, "Maaf ya Sayang.. aku jadi keenakan" Ucap Mang Dedi mencium bibirku.68801Please respect copyright.PENANARb3bYjNkz7
68801Please respect copyright.PENANAaPpg52dhX1
Mang Dedi langsung menyambar wajahku dengan ciuman liarnya. Lalu dikecupnya bibirku dan dipagutnya dalam-dalam.68801Please respect copyright.PENANAxLYgMDPiwX
68801Please respect copyright.PENANA5LEW90c4GE
Mulutku bahkan terasa megap-megap dalam pagutan Mang Dedi itu dan menjadikan gairah kami sama-sama naik semakin bergelora.68801Please respect copyright.PENANAA1XuYrhas1
68801Please respect copyright.PENANA4PSTykzQO3
Kubalas pagutan Mang Dedi dengan bibir dan mulutku tanpa rasa ragu atau sungkan. Sudah tak kupedulikan lagi siapa kami, apa status dan hubungan kami. Yang kurasakan saat itu kami hanyalah sepasang insan yang dikuasai nafsu birahi.68801Please respect copyright.PENANA3FvqJSftOQ
68801Please respect copyright.PENANA0NK4Zaq9lN
"Oohhh... Mmmmpp... Maashhhh.." lirihku disela-sela ciuman kami.68801Please respect copyright.PENANAUxJFoH1sC5
68801Please respect copyright.PENANAJbtuVx38CE
Kuraih dan kugenggam penis besar Mang Dedi dan mengocoknya dengan tanganku. Benda itu sudah basah dan licin oleh air liurku sendiri sehingga kocokanku begitu lancar dan enak.68801Please respect copyright.PENANAqDOX1d9Egz
68801Please respect copyright.PENANAXWBZZUiXc1
Beberapa menit berikutnya kami masih saling cumbu dan saling membelai sebelum akhirnya Mang Dedi membuka kedua pahaku.68801Please respect copyright.PENANAOBMvWlL3GH
68801Please respect copyright.PENANAZ2F9Shh97P
Dan inilah saat-saat yang paling kunantikan. Aku sudah sangat menginginkan penis besar yang tadi belum sempat masuk seutuhnya itu kembali bersarang di dalam vaginaku.68801Please respect copyright.PENANARnCdh97biB
68801Please respect copyright.PENANAwDWtIqXQ11
Namun setelah kedua pahaku terbuka lebar dan liang vaginaku siap dimasuki sodokan penis besar itu. Mang Dedi justru malah merundukkan kepalanya menuju selangkanganku dan dengan liarnya dia menjilat bibir vaginaku secara tiba-tiba.68801Please respect copyright.PENANAYK2547DhIa
68801Please respect copyright.PENANAUlcek9M4MO
"Oghhhhhhh ............ ouhhhhhhh...." rintihku terkaget merasa seperti ada aliran listrik yang menyengatku.68801Please respect copyright.PENANAxbMTjF1dQG
68801Please respect copyright.PENANAjwiPZvbRhd
Aku kaget dan tak siap menerima serbuan kenikmatan yang tiba-tiba dan datang secara beruntun itu. Jilatan lidah Mang Dedi di liang vaginaku itu sukses membuat badanku belingsatan, tubuhku menggelinjang, dan aku mengalami rasa enak yang bertubi-tubi.68801Please respect copyright.PENANAZZIFbfNclx
68801Please respect copyright.PENANACZNZdfqrah
"Maashhh... Apaahh.. inii.. Enaakkk.. sekaliihhh"68801Please respect copyright.PENANA2NOo7iYVmG
68801Please respect copyright.PENANA4cJUoHf6bt
Bibir dan mulutku bergumam lirih, tubuh bugilku terbaring telentang dan pasrah, di bawah sana Mang Dedi dengan rakusnya menghisap-hisap liang vaginaku dan menjilatinya.68801Please respect copyright.PENANA7stFVf8qAH
68801Please respect copyright.PENANAKprO6LRlQl
Rasa geli tapi nikmat menjalari sekujur tubuhku. Menambah nafsu birahiku yang sudah semakin menggebu saja.68801Please respect copyright.PENANAPkZke2KGdR
68801Please respect copyright.PENANAjJep2AOHsE
"Ughhhhhh ..... ohhhhhhh ...... " mulutku melenguh dan bibirku mendesah panjang, mataku bahkan ikut merem-melek dibuatnya68801Please respect copyright.PENANAYnjqMMXBWY
68801Please respect copyright.PENANAhFcTts37FU
Belum pernah aku merasakan vaginaku dan dihisap-hisap seperti ini. Ini adalah pertama kali dan sepertinya aku benar-benar akan menyukainya.68801Please respect copyright.PENANA2XHzozqn3d
68801Please respect copyright.PENANAi6LwIFpWLS
Bahkan saking enaknya, aku dapat mendengar bunyi ciuman dan hisapan Mang Dedi di vaginaku yang sudah sangat basah dan banjir oleh cairan pelumasnya.68801Please respect copyright.PENANAwEfwNDCyYz
68801Please respect copyright.PENANAW7RiWs4GtR
"Kclokkk... mplokkk...mpppuuahhh...mmpaahh" begitulah sekiranya bunyi vaginaku yang disedot dan dicium oleh Mang Dedi.68801Please respect copyright.PENANApTq97s84tr
68801Please respect copyright.PENANAL476I1Wvld
Aku semakin melayang, mataku sangat sayu dan berat. Sampai akhirnya kurasakan desakan kenikmatan itu perlahan-lahan terasa berkumpul dititik pinggangku dan memuncak berdenyut-denyut kencang di area vaginaku.68801Please respect copyright.PENANA1ySeGcBBUo
68801Please respect copyright.PENANAxfFK1crUdz
Ada rasa seperti ingin pipis yang tak dapat kutahan saat badanku semakin bergetar dan liang vaginku semakin gatal. Aku berusaha sekuat tenaga menahannya.68801Please respect copyright.PENANAHjNbc3PBsd
68801Please respect copyright.PENANA4IhuEbwdFg
Namun semakin gelinya ciuman Mang Dedi di vaginaku malah semakin membuat rasa kencing itu makin memuncak.68801Please respect copyright.PENANADL7dpBLBCG
68801Please respect copyright.PENANAa9evlsSTfV
Hingga akhirnya, "MASHHH!! AWASS! AKKUU KENCIINGGG!!" Ucapku mendorong kepala Mang Dedi dan menjauhkan badanku.68801Please respect copyright.PENANAUxWhdZFdYu
68801Please respect copyright.PENANAqw0v4t3rpY
Namun telat, vaginaku telah berdenyut luar biasa sambil menembakkan air yang begitu banyak seperti sebuah tanggul yang jebol.68801Please respect copyright.PENANAP5P2ldlA45
68801Please respect copyright.PENANAuUxD1F2pTG
Disaat itulah. Kurasakan puncak kenikmatan yang begitu luar biasa, rasa nikmat yang belum pernah kurasakan pada Liang vaginaku sebelumnya.68801Please respect copyright.PENANAvsEERB7az9
68801Please respect copyright.PENANAmFt3ixpU5k
Kemaluanku itu terasa berdenyut-denyut hangat. Bahkan aku sampai terkencing-kencing dan kejang-kejang saat itu juga, Pinggangku terasa sangat ngilu dan tulang-tulangku terasa ikut terlolosi dari tempatnya.68801Please respect copyright.PENANAqBrxddakRx
68801Please respect copyright.PENANAyC8Lq7nRMl
Mataku ikut merem melek, bibirku sengaja ku gigit untuk meredam rasa nikmat itu dan tanganku sekuat tenaga menggenggam kain sprei kasur di sampingku.68801Please respect copyright.PENANADgJfAWTN05
68801Please respect copyright.PENANA0WMraCULYm
"Gila!!" Ucap Mang Dedi menatap tak percaya padaku.68801Please respect copyright.PENANAksXVpuJ8XC
68801Please respect copyright.PENANAa53s4nLicG
Namun tak kupedulikan tatapannya tersebut karena aku tengah berada diatas awang-awang yang begitu nikmat. Rasanya semua beban yang selama ini tertahan setiap kali ku bercinta dengan suamiku lepas begitu saja oleh mulut Mang Dedi.68801Please respect copyright.PENANAB3OHur6BYw
68801Please respect copyright.PENANA4EHO3e8Q3T
"Enak sayang?" Tanya Mang Dedi merayap keatas tubuhku dan meremas payudaraku.68801Please respect copyright.PENANAJfZ9ZeOphW
68801Please respect copyright.PENANA1VlFZ1xg5A
"Jangan pegang Mas!! Ngiluu!!" Protesku yang merasakan puting payudaraku sangat sensitif.68801Please respect copyright.PENANA5toNFKOqLB
68801Please respect copyright.PENANAWxORDFq6EH
"Kamu belum pernah orgasme ya?" Tanya Mang Dedi setengah berbisik.68801Please respect copyright.PENANAWTY5sszDWk
68801Please respect copyright.PENANAwTkasG1okB
Dalam keadaan masih tersengal-sengal itu aku menatapnya pelan, "A--apa itu orgasme Mas?" Tanyaku dengan nafas yang tak beraturan.68801Please respect copyright.PENANA2xF1eWcAPW
68801Please respect copyright.PENANAuFhWh8c26u
"Ini barusan yang kamu rasakan sayang" ucap Mang Dedi mencolek vaginaku.68801Please respect copyright.PENANAlY2nuBIvdu
68801Please respect copyright.PENANAw3ABKpbck1
Aku terperanjat, "Awwhhhh.. ngilu Mass" ucapku padanya.68801Please respect copyright.PENANAgGqevUCceG
68801Please respect copyright.PENANAZlhDT0sZGU
Mang Dedi lalu terkekeh menciumi keningku dengan begitu hangat, "Ini namanya orgasme sayang, puncak nikmat dari segala kenikmatan bercinta" jawab Mang Dedi menjelaskan.68801Please respect copyright.PENANAceR6BuWHYt
68801Please respect copyright.PENANA7CeMB61UjS
"Ini yang harusnya kamu dapatkan ketika kamu bercinta, baik untuk perempuan maupun laki-laki" lanjutnya lagi.68801Please respect copyright.PENANADEYyqgAfkL
68801Please respect copyright.PENANAMZlOnHjxYq
Dari penjelasannya itu barulah aku mengerti apa yang dulu Mang Dedi katakan padaku. Bahwa pasangan dalam bercinta itu harus merasa sama-sama puas antara lelaki dan wanita. Bukan salah satu pihak seperti yang aku ketahui selama ini.68801Please respect copyright.PENANAPneHEVFkb1
68801Please respect copyright.PENANAD3V5putpun
"Enak banget Mas, Orgasme" ucapku merasa senang.68801Please respect copyright.PENANApd32Bewb79
68801Please respect copyright.PENANAG5qtM6Ptvw
"Iya dong.. orang kalau belum pernah orgasme gak bakalan tau nikmatnya bercinta itu kayak apa Dek Liya" jawabnya lagi.68801Please respect copyright.PENANAHzBE3We7Mt
68801Please respect copyright.PENANAlxmzpCjzH1
"Tapi kan kita belum melakukannya Mas" ucapku malu-malu.68801Please respect copyright.PENANATnbjcGzXfn
68801Please respect copyright.PENANA38pvKN8VrJ
Mang Dedi terkekeh sebentar lalu beranjak memeluk tubuhku, "Untungnya kita bisa merasakan nikmat itu berulang-ulang kali Dek Liya" ucapnya mencium bibirku.68801Please respect copyright.PENANAJhx25RaPdG
68801Please respect copyright.PENANAGDjcqhp3Sd
Bibir kami kemudian saling memagut lembut, rasanya begitu enak dan menghipnotis alam bawah sadarku untuk kembali mengangkat birahiku yang tadi sudah hilang menemui puncaknya.68801Please respect copyright.PENANAvOSH99yPkI
68801Please respect copyright.PENANA5xObI3idGk
Kulit tubuhku lagi-lagi merinding oleh sensasi rasa yang sukar kugambarkan dengan kata-kata. Aku menggelinjangkan badanku saat Mang Dedi meraba kembali bagian selangkanganku dengan tangannya.68801Please respect copyright.PENANApOpmz7XezY
68801Please respect copyright.PENANAOXMySNaHUm
Kurasakan tubuhnya semakin merapat ke badanku. Dan ciumannya juga sesekali berpindah pada bagian pipi, dagu, dan leherku yang tertutup oleh hijab yang anehnya tak mau aku lepaskan.68801Please respect copyright.PENANASnoGTQpDd7
68801Please respect copyright.PENANAGrqoTfi3kg
Dalam sekejap saja, nafsuku kemudian bangkit kembali setelah dirangsang sebentar oleh mulut dan tangan Mang Dedi.68801Please respect copyright.PENANAGCpcWyxwXE
68801Please respect copyright.PENANAJKpdXGygPJ
"Sshhh... aahhhh..." desahanku kembali terdengar. Tubuhku lagi-lagi merasakan panas yang membuat butir-butir keringat membasahi jidatku.68801Please respect copyright.PENANA7r97rtO0Ms
68801Please respect copyright.PENANAcH8uMzEvpJ
"Dek Liya sudah basah lagi??" Ucap Mang Dedi berbisik di telingaku.68801Please respect copyright.PENANA3nPJBdhpZ7
68801Please respect copyright.PENANAWd58o8kjCi
Dia terus bergerak ke bawah menciumi buah dadaku. Sedangkan aku hanya bisa diam saja merasakan perlahan getaran birahi itu mulai menguasai badanku sekali lagi. Batang penis Mang Dedi juga terasa mengganjal di bawah sana. Aku ingin menyentuhnya tapi tanganku lemas lunglai.68801Please respect copyright.PENANAUeS6ZzqxNt
68801Please respect copyright.PENANAVoDY8nUCHI
Sesaat kemudian. Mang Dedi semakin beranjak ke bawah hingga sampai pada area selangkanganku. Dengan tangannya, dia memegang kedua lututku dan melebarkan bukaan kedua pahaku.68801Please respect copyright.PENANA3h8LcJgxas
68801Please respect copyright.PENANAkwPc4v4c6i
Mang Dedi memposisikan badannya sejajar dengan badanku sambil mengusap-usapkan ujung penisnya di liang vaginaku. Terasa usapan itu begitu licin oleh cairan pelumas alami yang keluar semakin banyak dari liang vaginaku.68801Please respect copyright.PENANArLEzRlG21Q
68801Please respect copyright.PENANAkLT4TiHosq
Sudah tak kupedulikan lagi dosa yang akan ku lanjutkan ini, aku hanya terbaring pasrah menanti apa yang akan dilakukan Mang Dedi terhadapaku.68801Please respect copyright.PENANAeQDketYra6
68801Please respect copyright.PENANAbpZ3LW2bU2
"Tahan ya sayang. Aku masukin" ucap Mang Dedi bergetar.68801Please respect copyright.PENANAZRE9I3NYTe
68801Please respect copyright.PENANAjR4zTJhjca
Lalu pelan-pelan kurasakan kepala penisnya itu menyusup hangat di bibir vaginaku. Ada rasa nyeri dan sedikit perih yang lagi-lagi ku rasakan saat penis besar Mang Dedi itu menyusup masuk dalam vaginaku.68801Please respect copyright.PENANAvgPRNbJlz3
68801Please respect copyright.PENANAYWTq8NMpCX
Wajahku meringis, Kedua tanganku berusaha menahan gerakan Mang Dedi yang masih memajukan pinggul memasukkan batang penisnya.68801Please respect copyright.PENANADeJetQ85b2
68801Please respect copyright.PENANAmvSLodBLhr
"Masih sakit sayang?" Tanyanya khawatir.68801Please respect copyright.PENANA3eiba7wP8f
68801Please respect copyright.PENANAiC4eGzJksb
Aku mengangguk, "Pelan-pelan saja Mas!" Pintaku padanya.68801Please respect copyright.PENANAmcg2fk5L5V
68801Please respect copyright.PENANAa6plWFHsQ9
Kemudian dia balas mengangguk sambil bergerak pelan menekan pinggul dan pantatnya semakin dalam.68801Please respect copyright.PENANACv0KkNf7FK
68801Please respect copyright.PENANAmARsqDQWq0
Seinci demi seinci batang penis Mang Dedipun mulai terasa menguak liang vaginaku yang sempit itu dan membuka jalan yang lebar untuk dimasuki. Rasanya liang vaginaku penuh sesak dan gesekan penis itu membuat dinding liang vaginaku terasa agak perih dan ngilu.68801Please respect copyright.PENANAvqE6PDHADU
68801Please respect copyright.PENANAJSMrPIpvll
"Sempit banget punyamu sayang.. udah kayak perawan" Ucap Mang Dedi mengecup keningku.68801Please respect copyright.PENANApiAtVcOHZP
68801Please respect copyright.PENANAtZ59ZZ3vby
Terasa tangannya juga ikut memijat-mijat buah dadaku pelan sehingga Aku hanyut kembali dalam cumbuan dan remasannya.68801Please respect copyright.PENANAKqFL1zw5iQ
68801Please respect copyright.PENANAZpP00hyGQp
Aku dengan cepat lupa dengan rasa sakit di vaginaku, bahkan rasa perih dan ngilu yang tadi kurasakan pun sudah menghilang dan terlupakan begitu saja, berganti dengan gelora gairah yang kurasakan mendesak-desak mencari penyaluran.68801Please respect copyright.PENANAoWDvhqXDah
68801Please respect copyright.PENANAOZkRP7YAL9
"Tahan sedikit lagi ya" ucap Mang Dedi disela pagutannya. Telapak tangan kanannya dengan mesra mengelus dan mendekap pipiku.68801Please respect copyright.PENANAkioM8y8JcL
68801Please respect copyright.PENANAl7sCevjKGt
Aku mengangguk. Merasa nyaman dan rileks dengan perlakuan romantisnya tersebut. Lalu dia mendorong pinggulnya sedikit demi sedikit dengan hati-hati dan penuh perhatian.68801Please respect copyright.PENANANl0B6PTsXV
68801Please respect copyright.PENANAi3bD729yZj
Sambil terus mencumbui bibirku dan meremas payudaraku, batang penisnya yang besar itupun melesak masuk masuk menembus liang vaginaku seutuhnya.68801Please respect copyright.PENANAa66W3zcZ4o
68801Please respect copyright.PENANAgqgN6iZUI6
"Oooouuuuugggggghhhhh...." lirihku panjang.68801Please respect copyright.PENANA8JUgtH2gR3
68801Please respect copyright.PENANAMhus1Llvdt
Mataku memejam rapat, ada rasa nyeri bercampur nikmat, saat kurasakan liang vaginaku begitu penuh dan sesak dimasuki penis berukuran jumbo milik Mang Dedi.68801Please respect copyright.PENANAkNf0tTZ7DF
68801Please respect copyright.PENANA21ub2tFQZ4
Akan tetapi dengan pintarnya Mang Dedi mengalihkan rasa sakitku dengan deraan rasa nikmat yang bertubi-tubi.68801Please respect copyright.PENANArIlJAK4Bn2
68801Please respect copyright.PENANAzenmiSdbK9
Dia menggerayangi badanku. Perut, paha dan buah dadaku, semuanya tak luput dari belaiannya. Juga ciumannya yang penuh nafsu di bibirku. Sehingga menyalakan gairahku dengan sangat cepat.68801Please respect copyright.PENANAcZwdEU7dnv
68801Please respect copyright.PENANATbTVGmnzyi
"Aghhhh.... Maasshhh" desahku lagi.68801Please respect copyright.PENANA15FdR6CNoD
68801Please respect copyright.PENANAIZRBvZtzGM
Kupeluk badan Mang Dedi dengan erat, kubelai punggungnya yang kekar itu, kubuka kedua pahaku lebar-lebar menerima tusakan batang penisnya.68801Please respect copyright.PENANAm81PqdtGjY
68801Please respect copyright.PENANAvetdTTcyJz
Aku terpejam-pejam. Mulutku ternganga merasakan kenikmatan yang begitu hebat saat Mang Dedi mulai mengayunkan kocokan penisnya. Terasa liang vaginaku kembang kempis seperti menghisap-hisap penis Mang Dedi semakin ke dalam.68801Please respect copyright.PENANA5Ojj1ydbgl
68801Please respect copyright.PENANAHot8MxM7WT
Entah karena aku sudah beberapa hari tak bersenggama atau mungkin karena penis Mang Dedi yang lebih besar dan lebih panjang dari punya suamiku. Aku begitu cepat merasakan vaginaku semakin becek dan semakin lancar menerima penis besar itu.68801Please respect copyright.PENANAvpcW1KO9Nz
68801Please respect copyright.PENANAnDfOQA8gQv
Sekujur badanku berkeringat, butir-butir peluh memercik dan meleleh dari wajah, leher dan sekujur tubuhku. Sedangkan Mang Dedi sepertinya baru saja berada di puncak nafsunya.68801Please respect copyright.PENANAXhf6k6MiZG
68801Please respect copyright.PENANAWUtf6sApfX
"Ougghh mantepp" racau nya yang mulai semangat68801Please respect copyright.PENANAr4mlI6dNBc
mengayun dan mengocokkan penisnya, semakin lama semakin cepat.68801Please respect copyright.PENANAY72rOP1D72
68801Please respect copyright.PENANAFGroTuHep3
Nafas Mang Dedi juga semakin memburu, ia menciumi tubuh atasku penuh nafsu. Bibirnya mengerang-ngerang, dan penisnya menyodok-nyodok liang vaginaku.68801Please respect copyright.PENANA0kzH3keCuY
68801Please respect copyright.PENANAFncp1lP8P1
Ayunan-ayunan tubuh Mang Dedi membuat badanku ikut berguncang-guncang secara berirama mengikuti kocokan dan sodokan penisnya. Gumpalan payudaraku bergerak bergoyang-goyang sambil sesekali dicucupi Mang Dedi bergantian.68801Please respect copyright.PENANAwaghhwIwi6
68801Please respect copyright.PENANALcU2YPb48e
Aku semakin blingsatan. Entah setan apa yang memasuki saat itu sehingga nafsuku sangat menggebu-gebu tak dapat ku hentikan.68801Please respect copyright.PENANATJ0g8MwFSV
68801Please respect copyright.PENANALj4kCEOZJJ
"Masshh... puasiinn akuu Mass..." bisikku berbisik pada telinganya.68801Please respect copyright.PENANAS09ZejvTZT
68801Please respect copyright.PENANAuU2rgPSWFd
Mang Dedi lalu menggenjotkan penisnya agak cepat dan lebih dalam lagi menyodok liang vaginaku setelah mendengar permintaanku tersebut.68801Please respect copyright.PENANAgibAX4SXCH
68801Please respect copyright.PENANAp4cCLGIc7j
Aku melenguh lirih, Sungguh enak dan tak kubayangkan sebelumnya kalau kenikmatan yang aku rasakan dapat berkali-kali lipat dari apa yang pernah kudapatkan dari suamiku.68801Please respect copyright.PENANAcqCiDaAK9U
68801Please respect copyright.PENANA6cRILj5JBo
Bahkan setiap gesekan penis besar itu di dinding vaginaku membuat mulutku mengerang dan mendesah-desah keenakan.68801Please respect copyright.PENANAQzM2wjoVql
68801Please respect copyright.PENANAVxJHr570IH
"Ouhhh ..... ahhhh ..... Oghh .....Maashh...“ desahku tak karuan.68801Please respect copyright.PENANAYXsGp9arlF
68801Please respect copyright.PENANAsPlvlIV2az
Kudengar sesekali mulut Mang Dedi juga ikut melenguh sambil dia menatapku dengan tatapan yang penuh gairah.68801Please respect copyright.PENANArY781Sp587
68801Please respect copyright.PENANAlOT8KqmyeB
"Enak banget Dek Liya.. Ohhh .." ucapnya.68801Please respect copyright.PENANAX6pUZW89yc
68801Please respect copyright.PENANAzciKQUY5h0
Lalu dipagutnya bibirku dengan hangat sambil pinggulnya tak berhenti mengayun menggenjot tubuh bawahku. Kubalas pagutan bibirnya itu dengan tak kalah bernafsu karena aku mulai merasakan kembali tanda-tanda puncak kenikmatan itu membayang.68801Please respect copyright.PENANAW0BODWtsC7
68801Please respect copyright.PENANA1YR0DrsLKw
"Mas....ohhh...Massss ..... " desisku di telinga Mang Dedi.68801Please respect copyright.PENANAW5f0Z31mgc
68801Please respect copyright.PENANAyAvHekgnh8
"Iyah.. kenapa..sayang ..... ??" bisik Mang Dedi dengan napas tersengal-sengal.68801Please respect copyright.PENANAxij84AhnI0
68801Please respect copyright.PENANAaXcbEElGpK
Kedua jemari tangan kami saling mencengkram erat. Kelamin kami saling tertaut lekat, juga badan kami semakin menyatu rapat. Nafas kami sudah terengah-engah dalam gelora nafsu dan gelombang rasa nikmat tiada tara itu.68801Please respect copyright.PENANAezvgW6h0rD
68801Please respect copyright.PENANA7H6f3Z7mA8
"Keluarkan di dalam ya, Mas, aku ingin hamill" bisikku lagi, kuciumi leher dan pipi Mang Dedi.68801Please respect copyright.PENANAMnjYeoW1R5
68801Please respect copyright.PENANAQ2knJqR4J6
Entah apa yang aku pikirkan, tapi saat itu aku merasa sangat menginginkan Mang Dedi untuk menyemburkan spermanya dalam vaginaku dan membuahiku saat itu juga.68801Please respect copyright.PENANA0IKgA9PTAY
68801Please respect copyright.PENANAIV7ORcqOla
Mungkin aku sudah sedikit gila karena menginginkan pria lain menghamiliku. Tapi saat semakin aku membayangkannya, semakin aku menginginkannya juga.68801Please respect copyright.PENANAKkneo4VaUA
68801Please respect copyright.PENANAvb9ouoHPud
"Kamu benar-benar mau sayang?" Ucap Mang Dedi terus menggenjotku dengan begitu kuatnya. Tubuhnya tersentak-sentak dan berguncang kuat karena bergoyang menusuk tubuhku dengan semakin liar dan binal.68801Please respect copyright.PENANAxsjmh1oP5k
68801Please respect copyright.PENANAxBDDPH25Ea
"Ya Mas...lakukanlah Mas.... hamili akuu" ucapku meyakinkannya. Dadaku berdegup tidak karuan dan nafsuku dengan cepat semakin memuncak.68801Please respect copyright.PENANAdvHsuRAtM9
68801Please respect copyright.PENANA5mQYAr89G4
Mang Dedi juga mempercepat genjotan penisnya memompa vaginaku, Nafasnya makin memburu pertanda dia juga mulai merasakan puncaknya. Terasa penisnya makin dalam menyodok liang vaginaku seperti menggila menggenjotku sekuat-kuatnya.68801Please respect copyright.PENANAqMD3dohjtN
68801Please respect copyright.PENANAxG2J7YzjZZ
Dalam genjotannya tersebut. Akhirnya akupun kembali merasakan liang vaginaku menyempit penuh sesak dan ngilu berkepanjangan. Aku dengan kuatnya mencakar punggung Mang Dedi sambil menggigit pundaknya saat puncak kenikmatan itu melandaku sekali lagi.68801Please respect copyright.PENANATFtYArEeVd
68801Please respect copyright.PENANA0uO0lXJSHm
"MASHH... AKU ORGASMEEHH..." teriakku dengan begitu kencang.68801Please respect copyright.PENANAKJ1oqWEsl6
68801Please respect copyright.PENANAFCc3o4gXAO
Kurasakan liang vaginaku membasah bersamaan dengan memuncaknya rasa enak yang tak dapat kugambarkan itu. Badanku serasa melayang-layang terbawa angin. Aku larut dan tenggelam dalam puncak kenikmatan badai orgasmeku yang menghantam tubuhku untuk kedua kalinya.68801Please respect copyright.PENANAsZHIXh0GOG
68801Please respect copyright.PENANAX9R34d8vxE
Liang vaginaku terasa berkedut dan tak berhenti berdenyut menjepit-jepit batang penis Mang Dedi.68801Please respect copyright.PENANAyklb9VYYrj
68801Please respect copyright.PENANAr8XH3hDaw9
"Oougghh.. aku juga mau keluar sayang" ucap Mang Dedi semakin bersemangat.68801Please respect copyright.PENANAHK25yE4JcN
68801Please respect copyright.PENANAAhXX0P9WDr
Dia lalu meraih wajahku dengan sebelah tangan dan mengangkatnya, aku menoleh dan mendongak ke arah Mang Dedi dengan mulut ternganga merasakan sensasi nikmat itu, ia merundukan lehernya dan wajahnya mendekat ke wajahku, mulut Mang Dedi menyambar mulutku, dihisapnya lidahku dalam-dalam.68801Please respect copyright.PENANAkAwgbdogrp
68801Please respect copyright.PENANAOsbI3lEq2H
"Ouugghhh.. aku keluar sayang" teriaknya melenguh geram.68801Please respect copyright.PENANAcUXc9kxxfd
68801Please respect copyright.PENANAwN6iPQJmde
Pada genjotan terakhirnya. Nafas Mang Dedi mendengus kuat, mulutnya masih menghisap lidahku, batang penisnya dia benamkan dalam-dalam dan terasa berdenyut kencang berkedut-kedut mengeluarkan semburan-semburan cairan hangat yang berisi milyaran sel pembawa kehidupan baru itu.68801Please respect copyright.PENANAzM33pVunFy
68801Please respect copyright.PENANAnlAtCvmywA
"CROOOTTTTT!!!! CROOOTTTT!!! CROOTTTT!!!!! CROOTTT!! CROOTTT!!"68801Please respect copyright.PENANAlFBTlrD45i