92870Please respect copyright.PENANAh7EORSrgvD
Sudah seminggu berlalu semenjak insiden foto selfie yang tak sengaja itu, aku memutuskan untuk membatasi interaksiku dengan Mang Dedi. Baik di kehidupan sehari-hari maupun di aplikasi WA, aku sebisa mungkin menghindar untuk berbicara dengannya untuk sementara waktu.92870Please respect copyright.PENANAE89WYgW9Pq
92870Please respect copyright.PENANA0inpqbdztH
Memang setiap kali Mang Dedi mengirim pesan WA padaku, dia tidak pernah membahas sedikitpun tentang foto tersebut. Dia hanya bertanya kenapa aku tidak lagi datang membeli dagangannya atau sekedar menanyakan kabarku.92870Please respect copyright.PENANAIOPHxEblC9
92870Please respect copyright.PENANA6Vb29bSi7D
Tapi karena aku masih dirundung rasa malu yang luar biasa, akupun hanya menjawab sekenanya dan tidak pernah bertanya balik sebagaimana aku dulu. Namun anehnya Mang Dedi tampak tidak menyerah sama sekali untuk mengajakku berbicara dan tak peduli dengan balasan singkatku tersebut.92870Please respect copyright.PENANAockEtHygNF
92870Please respect copyright.PENANALXzUp27cOU
Setiap pukul 9 pagi, Hp ku pasti akan berbunyi menandakan ada pesan WA yang masuk darinya. Dan setiap pesan itu datang, pasti membuat semua rasa jenuhku hilang seketika berganti dengan senyuman.92870Please respect copyright.PENANAXN2Yh86AN9
92870Please respect copyright.PENANArr9cNH2N2I
"Pagi Mbak Liya" sapa Mang Dedi dalam pesannya.92870Please respect copyright.PENANAiHQcVq7NdY
92870Please respect copyright.PENANA9docoYK3UK
"Pagi juga Mang" balasku singkat.92870Please respect copyright.PENANACbYB6KUtXl
92870Please respect copyright.PENANAqsH28v9834
"Apa kabar hari ini??"92870Please respect copyright.PENANAB16qyLlKXX
92870Please respect copyright.PENANAnyLLVKpbDO
"Alhamdulillah baik Mang"92870Please respect copyright.PENANAJpw4FQEHHm
92870Please respect copyright.PENANA6f8C5JNqC5
"Puji tuhan baguslah.. Mbak gak belanja lagi nih??"92870Please respect copyright.PENANAH4pf9HZQrQ
92870Please respect copyright.PENANACLbDwMQBGy
"Enggak Mang"92870Please respect copyright.PENANAcMiMik9raS
92870Please respect copyright.PENANAbNBPc4Kc03
"Yahh.. padahal sayur saya udah kangen dibeli sama Mbak" balasnya masih dengan candaan.92870Please respect copyright.PENANAJuPMo4H5dJ
92870Please respect copyright.PENANAfo0dI8qVpV
"Aku juga kangen kamu Mang" Ucapku dalam hati.92870Please respect copyright.PENANAaPW1W5s22K
92870Please respect copyright.PENANAyIpgvZjVv1
Seolah aku mengerti kalau Mang Dedi sebenarnya mau bilang kangen padaku secara tidak langsung. Tapi tak berani aku menuliskannya di pesan WA tersebut karena tidak ada baiknya seorang istri berucap rindu pada laki-laki lain selain suaminya.92870Please respect copyright.PENANAwPc8U8l1pk
92870Please respect copyright.PENANAWSows14CQq
"Mamang boleh nanya sesuatu gak sama Mbak Liya?" Tanya Mang Dedi.92870Please respect copyright.PENANAfJ0qpmbky3
92870Please respect copyright.PENANANbIlWJWshp
"Tanya apa?"92870Please respect copyright.PENANAGnll9LgDsJ
92870Please respect copyright.PENANAA0OYdnV9sR
"Mbak Liya marah ya sama Mamang??"92870Please respect copyright.PENANAONYbBqbCae
92870Please respect copyright.PENANAKAZeqZkuVt
"Enggak Mang, aku gak marah sama mamang" balasku.92870Please respect copyright.PENANA8AepDp0mGl
92870Please respect copyright.PENANAuA9zjbcW0L
"Tapi kok Mbak Liya kayak ngehindar gitu?"92870Please respect copyright.PENANAEsZkIlgJ6h
92870Please respect copyright.PENANAwaakJKGUhf
"Aku malu Mang" balasku lagi. Mungkin inilah saatnya aku berterus terang kepada Mang Dedi agar hubungan kami tidak canggung lagi dan bisa kembali seperti semula.92870Please respect copyright.PENANAbGNao8uCc3
92870Please respect copyright.PENANA4P7uCMlYhC
Dengan cepat Mang Dedipun membalas pesanku "Loh? Mbak Liya malu kenapa?"92870Please respect copyright.PENANASMlgBntkdE
92870Please respect copyright.PENANAOoqOMeqs8K
"Malu aja Mang, sama foto kemarin"92870Please respect copyright.PENANA4XinSaoOkx
92870Please respect copyright.PENANAqK1QOijLDZ
"Foto yang keliatan punggungnya itu?"92870Please respect copyright.PENANA6EugMGBrtI
92870Please respect copyright.PENANA5oPxEHx8xY
"Tuhkan Mamang inget" balasku.92870Please respect copyright.PENANATCAUFEw2Fd
92870Please respect copyright.PENANAn0V4i3dI6l
"Ngapain malu atuh Mbak?? Mamang tau itu ga di sengaja, dan Mamang minta maaf kalau misalnya candaan Mamang kelewatan"92870Please respect copyright.PENANAbtWOLLuEAN
92870Please respect copyright.PENANA4RZDGbG7bj
"Iya tapi kan malu Mang!! Mamang udah liat badan aku" balasku lagi.92870Please respect copyright.PENANAhXg5XneCeH
92870Please respect copyright.PENANApiSGx5TPek
"Ah. Udah sama-sama gede ini kok sayang. Kalau kamu mau, Mamang bakal foto badan Mamang juga. Biar kita impas. Gimana??"92870Please respect copyright.PENANADthAmivMb5
92870Please respect copyright.PENANA74cVcpdJHr
"Ih jangan atuh Mang" balasku lagi.92870Please respect copyright.PENANAHmet7ZCT2j
92870Please respect copyright.PENANADinzvKDLTS
Tapi dalam benakku justru malah ingin sebaliknya. Aku bahkan penasaran seperti apa badan pria paruh baya yang tiap hari bekerja keras mendorong gerobaknya tersebut.92870Please respect copyright.PENANAOMFIInlXt1
92870Please respect copyright.PENANAtiP96vtubL
Namun dengan cepat aku buang pikiran-pikiran kotor itu jauh-jauh. Karena sungguh itu adalah pikiran yang sangat tidak etis untuk dipikirkan oleh seorang istri sepertiku.92870Please respect copyright.PENANAdNur0aV5r1
92870Please respect copyright.PENANA6pIO07ld0f
Diluar dugaan, aku yang jelas-jelas sudah menolak tawaran Mang Dedi tadinya malah dibuat kaget ketika dia mengirim foto selfi badannya yang hanya dibalut oleh celana boxer pendek.92870Please respect copyright.PENANAlIQCp6Xl5U
92870Please respect copyright.PENANA5nPlIOKFdq
"Astagfirullah" teriakku melemparkan hp ke atas kasur.92870Please respect copyright.PENANAfXAVjD8fVm
92870Please respect copyright.PENANAbDS1yFtYue
Aku menarik nafasku sebentar mencoba menenangkan diriku. Sebelum kemudian aku mengambil kembali hpku tersebut dan diam-diam memperhatikan foto badan Mang Dedi dengan sedikit rasa malu tapi mau.92870Please respect copyright.PENANAE9oEYcRKX1
92870Please respect copyright.PENANA8znjK6CQY0
Foto tersebut hanya menampakkan bagian badan Mang Dedi dari leher ke bawahnya. Namun yang menjadi fokusku saat itu justru lagi-lagi adalah tonjolan besar dibalik celana Mang Dedi yang semakin membuatku begitu penasaran.92870Please respect copyright.PENANAa9oRUzWJog
92870Please respect copyright.PENANAvju7fs6mK3
"Mamang ih fotonya porno!" Balasku dengan secepat mungkin.92870Please respect copyright.PENANAb9zC3V8nDU
92870Please respect copyright.PENANAoOo6smLJPG
Jantungku berdegub dengan begitu cepat dan wajahku terasa panas dingin dibuatnya ketika membayangkan betapa besarnya isi di dalam celana Mang Dedi tersebut dan apakah aku bisa melihatnya secara langsung.92870Please respect copyright.PENANA4kFd1nSvZJ
92870Please respect copyright.PENANAcAaqUcu7Gp
"Porno gimana Mbak Liyaku sayang??? Itu kan cuma foto badan Mamang" balas Mang Dedi setelahnya.92870Please respect copyright.PENANAIqDs5yO7mY
92870Please respect copyright.PENANA53ACSuzHNu
"Tapi itu ada yang menonjol dibawah Mang" jawabku berterus terang.92870Please respect copyright.PENANAZdVCg1vN8x
92870Please respect copyright.PENANAmN4vCb4daD
Namun dengan entengnya Mang Dedi membalas pesanku, "Ahh. Kalau yang itumah Mbak Liya juga sering liat kali sama suami Mbak"92870Please respect copyright.PENANAxoyTB90bWo
92870Please respect copyright.PENANAEFiPGn8z85
"Iya tapi gak segede itu" balasku secara tidak sadar.92870Please respect copyright.PENANAl6jIBHsoZI
92870Please respect copyright.PENANAPXxeqP8L33
Entah apa yang aku pikirkan, aku malah semakin terbawa arus untuk meladeni chat Mang Dedi yang arahnya sudah sangat ketebak ujungnya. Namun aneh aku tetap ingin melanjutkan percakapan ini meski sudah sangat melanggar normaku sebagai seorang istri dari pria lain.92870Please respect copyright.PENANACIFlrHgXza
92870Please respect copyright.PENANAq0vUjHcnji
"Punya suamimu gak segede ini ya??" Balas Mang Dedi tiba-tiba.92870Please respect copyright.PENANAiBimJY6lP5
92870Please respect copyright.PENANAWfJ6uUiTWd
Akan tetapi bersamaan dengan pertanyaannya tersebut, Mang Dedi langsung menyalipkan sebuah foto yang membuat jantungku seakan copot seketika itu juga. Pria yang menjadi tukang sayur langganan ku tersebut dengan sangat beraninya memerkan alat kemaluan miliknya padaku tanpa merasa malu sedikitpun.92870Please respect copyright.PENANAfudCkP9jis
92870Please respect copyright.PENANAOtSC2QqOVg
"Astagfirullah"92870Please respect copyright.PENANAfWe8HtP0BZ
92870Please respect copyright.PENANARwvjzLyDXk
"Astagfirullah"92870Please respect copyright.PENANAjORidI56EO
92870Please respect copyright.PENANAiFxHe3wO9f
"Astagfirullah"92870Please respect copyright.PENANAaecqbYNPUF
92870Please respect copyright.PENANAzaRfAsEe0H
Aku mengucap berkali-kali dalam hatiku. Foto penis Mang Dedi yang selalu membuatku penasaran tersebut akhirnya terpampang jelas di mataku. Dan ini adalah penis lelaki kedua yang pernah aku lihat setelah punya suamiku sendiri.92870Please respect copyright.PENANAeljPJmw6oO
92870Please respect copyright.PENANAj7XXEYLoDs
Sesuai dugaanku sebelumnya, penis Mang Dedi berukuran sangat besar dan panjang diluar nalarku. Jauh berbeda juga dengan ukuran milik suamiku yang pendek dan kecil. Warnanyapun gelap sedikit kecoklatan dan ujungnya terlihat aneh seperti memiliki kulup.92870Please respect copyright.PENANAmsvgaqbw7w
92870Please respect copyright.PENANAhxHLvhSs40
Melihatnya aku bahkan sampai menelan ludah berkali-kali karena kerongkonganku terasa sangat kering penuh dahaga. Aku mencoba membayangkan bagaimana caranya benda sebesar itu dapat masuk ke dalam liang senggama perempuan jika bentuk dan ukurannya saja jauh dari kata normal.92870Please respect copyright.PENANAW1U1KaKhG8
92870Please respect copyright.PENANApKK47wOjwk
Dan andai saja penis besar itu masuk kedalam vaginaku sendiri, mungkin aku sudah bergidik ngeri sambil berteriak kesakitan dan menjerit tidak karuan karenanya.92870Please respect copyright.PENANAiIOtttDlhg
92870Please respect copyright.PENANAAfbpwpants
Tapi untung akal sehatku masih berfungsi dengan baik, sehingga sebelum semuanya bergerak terlampau jauh, aku pun mencoba menghentikan Mang Dedi, “Mamang udah ihh! Aku ga suka kayak gini!” balasku di pesan.92870Please respect copyright.PENANAwHLIbyo7Yk
92870Please respect copyright.PENANAo4p1TCmu1i
Lama aku tak mendapat jawabannya, Hp ku tiba-tiba berdering kencang memperlihatkan nama Mang Dedi di layar smartphoneku memanggil. Aku kaget sekaligus berdebar karena untuk pertama kalinya Mang Dedi berani menelfonku.92870Please respect copyright.PENANAWSQmLygass
92870Please respect copyright.PENANA6rZmmfk6SF
“Ha—halo Mang” Jawabku sedikit gugup mengangkat telfon.92870Please respect copyright.PENANAVVPOzzDyHB
92870Please respect copyright.PENANAL77QYYCf6w
Namun bukannya menyapa balik, Mang Dedi malah langsung bertanya kepadaku, “Kenapa Mbak?? Mbak ga suka sama punya Mamang??”92870Please respect copyright.PENANAd4okYRBiYu
92870Please respect copyright.PENANAIiTqgtcQrT
“Bukan gitu ih Mang, Mamang gak malu apa ngirim foto punya Mamang sama aku??”92870Please respect copyright.PENANAbGRFnzk7Bt
92870Please respect copyright.PENANA3YL7ojILF4
“Enggak Mbak! Mamang pengen ngebuktiin sama Mbak Liya kalau kita berdua ga perlu malu satu sama lain lagi”92870Please respect copyright.PENANAe6TSrhSBye
92870Please respect copyright.PENANA3DGIaslBmD
“Tapi kan gak gitu caranya Mang!!” protesku.92870Please respect copyright.PENANAKvbpLPnIg5
92870Please respect copyright.PENANAkbRzOn8l24
“Tetep aja Mbak! Mamang gamau Mbak Liya canggung dan menjauh gitu dari Mamang karena Mbak Liya merasa malu. Rasanya gak enak kalau Mamang gak bisa deket sama Mbak Liya lagi. Mamang merasa kangen sama Mbak Liya” Ujarnya berterus terang.92870Please respect copyright.PENANAMKBVQ1vejn
92870Please respect copyright.PENANASQXodulcvH
Jujur kata-kata yang diucapkan Mang Dedi di pesannya tersebut sedikit menyentuh hatiku karena tak dapat dipungkiri kalau akupun merasakan hal yang sama dengannya. Pertukaran kata-kata antara aku dan Mang Dedi di whatsapp selama ini tampaknya memang sudah meninggalkan bekas yang mendalam.92870Please respect copyright.PENANAGGCOAxWHK6
92870Please respect copyright.PENANAzX4Yj6VuMF
“Aku juga kangen sama Mamang” balasku akhirnya memberanikan diri mengucap kata tabu yang seharusnya tak pernah terucap dari seorang istri sekaligus seorang perempuan yang menjaga iman sepertiku.92870Please respect copyright.PENANAI4DSJzQYZq
92870Please respect copyright.PENANASkWM68zBRy
Tapi apa daya, aku tak menyangka kalau dari pria penjual sayur itu aku kembali bisa merasakan sensasi jatuh cinta. Rasa kangen, debaran jantung yang keras, senyum yang selalu menghiasi bibirku, wajah yang berseri, dan pikiran yang tenang kembali tumbuh bermekaran semenjak aku berkenalan dengannya.92870Please respect copyright.PENANAAhjFQFXkdX
92870Please respect copyright.PENANAOBDok2c19q
“Janji ya Mbak ga bakal begitu lagi??” pinta Mang Dedi merajut.92870Please respect copyright.PENANA2kAnD2r04H
92870Please respect copyright.PENANAdL5TaGvgnT
Aku tertawa menyenderkan bahuku di sofa, “Iya aku janji Mamang sayanggg” jawabku bermanja-manja.92870Please respect copyright.PENANAS0kcIJPVqn
92870Please respect copyright.PENANADQUWtrE3de
“Asikk!! tapi Mbak jangan panggil Mamang terus dong. Panggil apa kek biar akrab dikit”92870Please respect copyright.PENANAeopZKCF8bW
92870Please respect copyright.PENANAWOwQGPvXRv
“Dipanggil Uda mau ga Mang??” candaku sambil tertawa.92870Please respect copyright.PENANAzCVgdof0mr
92870Please respect copyright.PENANA886jd2TnFO
Diseberang sana ku dengar Mang Dedi juga ikut tertawa oleh candaanku, “Aku kan bukan orang minang sayang. Masa di panggil Uda” balasnya.92870Please respect copyright.PENANAxEwIjthkAR
92870Please respect copyright.PENANAckCFtz9zgo
“Yaudah dipanggil Mas aja. Gimana??” tanyaku lagi.92870Please respect copyright.PENANAjvqVky0flK
92870Please respect copyright.PENANAz3jdikXQ5y
“Nah kalau itu pas! Mamang panggil kamu Dek Liya boleh yaa?”92870Please respect copyright.PENANA3hTDIBhln4
92870Please respect copyright.PENANAc4qiQM1xc3
“Boleh Mas. Boleh banget” balasku lagi sambil tersenyum.92870Please respect copyright.PENANAEHqqeFfQDY
92870Please respect copyright.PENANAgsSLQy89OI
Percakapan kami itupun berlanjut sampai kurang lebih 3 jam lamanya sambil melepas kangen yang sudah seminggu ini aku tahan-tahan. Suasana diantara kami menjadi normal lagi seperti sedia kala karena Mang Dedi begitu pandai membawa suasana, menciptakan humor, rasa penasaran, penghargaan, dan pengetahuannya yang lumayan mempuni dalam banyak hal.92870Please respect copyright.PENANA7In5FNywN3
92870Please respect copyright.PENANAjvSC9bakGs
Sehingga lama kelamaan, akupun kembali terhanyut dalam setiap pembicaraannya yang seperti menuntutku untuk menerima tanpa memaksa. Gila. Aku rindu dengan suaranya, rindu dengan percakapan ringan bersamanya dan rindu akan sosoknya yang hangat.92870Please respect copyright.PENANAjQ3npj6Z6b
92870Please respect copyright.PENANACHPKMmRl8s
Diakhir telpon akupun berkata kalau mulai besok aku akan kembali berbelanja di tempat Mang Dedi tanpa perlu merasa malu lagi. Dan dia sangat senang serta menantikan momen untuk bisa bertemu dan berbincang denganku.92870Please respect copyright.PENANAecWcfLqLxq
92870Please respect copyright.PENANAuN9UdGablA
Usai kami berpamitan, aku pun menutup telfon Mang Dedi dengan perasaan puas namun meninggalkan sedikit rasa bersalah. Aku merasa sudah mengkhianati suamiku karena telah berintim dengan pria selain dirinya. Namun aku berusaha untuk membenarkan itu semua dengan percaya bahwa aku dan Mang Dedi hanya punya hubungan sebatas teman. Dan kamipun tidaklah berbuat terlalu jauh untuk dapat dikatakan sebagai sebuah perselingkuhan.92870Please respect copyright.PENANAFmVfNndkCd
92870Please respect copyright.PENANAqehAT3tjaJ
Aku tersenyum senang, kembali aku cek pesan-pesan yang dikirim oleh Mang Dedi sedari tadi sampai aku menemukan foto penis besar miliknya masih terpampang jelas dan tidak dihapusnya sama sekali.92870Please respect copyright.PENANAWFhnXPn1ES
92870Please respect copyright.PENANAgtUdPCRDnx
Tiba-tiba saja darahku kembali berdesir memperhatikan benda pusaka milik si tukang sayur itu tampak begitu perkasa dan tak ada duanya. Sambil celingukan ke kanan dan kekiri, akupun menggigit bibirku sendiri seraya tanganku memencet tombol screenshoot dan menyimpan foto penis besar itu di smarphoneku.92870Please respect copyright.PENANAvHhJiGkX1G
92870Please respect copyright.PENANAGwQ8v08Vpo
“Lumayan buat kenang-kenangan.. Hihihihihihihihi”92870Please respect copyright.PENANA1RI7nCuULf