61778Please respect copyright.PENANATeoVx9kQoX61778Please respect copyright.PENANAehs677Sv2f
Liya
61778Please respect copyright.PENANAz6PXsTmsBJ
Aku terlonjak kaget dari pelukan Mang Dedi saat mendengar suara ketukan pada pintu kontrakannya. Pintu tersebut di gedor begitu keras, di barengi oleh suara seorang wanita yang terdengar seperti marah-marah dengan bahasa yang sama sekali tidak aku mengerti.61778Please respect copyright.PENANAHCnuLdn6cd
61778Please respect copyright.PENANAZUU8a52TxE
Segera saja ku tatap wajah Mang Dedi untuk meminta penjelasan. Namun dengan santainya Mang Dedi tersenyum melihatku yang tampak panik duluan.61778Please respect copyright.PENANAYKo4LYnKLs
61778Please respect copyright.PENANAOc8p63956y
“Udah biarin aja Dek!” ucap Mang Dedi mengencengkan pelukannya.61778Please respect copyright.PENANAOV6FdN2dRM
61778Please respect copyright.PENANAE201dijxGs
Tapi suara ketukan di pintu kontrakannya itu terdenger semakin keras, “Capat buka pintunya Dedi!! ato ta langsung dobrek ini!!” teriak suara perempuan itu.61778Please respect copyright.PENANAUWqeqn4OqO
61778Please respect copyright.PENANAxzdufSVYAs
“Marah tuh dia Mas!!” ucapku semakin panik walau tidak mengerti apa yang wanita itu katakan.61778Please respect copyright.PENANANmXmxhgwb8
61778Please respect copyright.PENANAIkTojse98j
Mang lalu Dedi berdecih malas, “Kamu pakai baju dulu aja Dek! Biar aku yang buka pintu” ucapnya melepas pelukan.61778Please respect copyright.PENANAlgrT2YZgg0
61778Please respect copyright.PENANAHq1SQaiqgo
“Tapi itu siapa??” tanyaku ikut penasaran.61778Please respect copyright.PENANAhrfQQHCBYk
61778Please respect copyright.PENANARhglOPOPDr
“Hmm.., Kakak aku paling...,” jawab Mang Dedi begitu santai.61778Please respect copyright.PENANALM0X3N634F
61778Please respect copyright.PENANAg5JWmnqugD
Saat itu juga jantungku serasa mau copot mengetahui kalau ternyata yang menggedor pintu tersebut adalah kakak dari Mang Dedi. Aku kaget dan langsung mencabut batang penis Mang Dedi yang sedari tadi masih tertancap nyaman dalam vaginaku dengan cepat, “Awwh...,” ucapku merasa sedikit ngilu.61778Please respect copyright.PENANAnzTuvpVdrf
61778Please respect copyright.PENANAhlFQyVDq8t
“Ka—kakak kamu Mas?” sambungku bertanya dengan gugupnya.61778Please respect copyright.PENANA4k9sPZ7YXZ
61778Please respect copyright.PENANAPr1iJpyAzb
Pikiran dan rasa maluku tiba-tiba muncul saat membayangkan kalau sebentar lagi aku mungkin akan bertemu dengan salah satu anggota keluarga Mang Dedi. Hatiku semakin panik dan perasaanku ikut bingung karena aku tidak tau bagaimana harus bersikap dan memperkenalkan diriku jika seandainya kami bertatap muka.61778Please respect copyright.PENANACkxouDjALD
61778Please respect copyright.PENANAMskZ5DKCk2
“Hehehee.. gausah salting gitu sayang..” celetuk Mang Dedi terkekeh.61778Please respect copyright.PENANATbzcplEjwd
61778Please respect copyright.PENANAyRZsIXqdZL
Kupukul bahunya dengan pelan karena dia seperti menganggap remeh situasi seperti ini, “Ih serius Mas!! Aku harus gimana ini Mas??” tanyaku semakin panik.61778Please respect copyright.PENANAfLfLbDYKlZ
61778Please respect copyright.PENANAYYFkoT4oid
“Gimana apanya?? kamu tinggal pake bajumu doang sayang.” balas Mang Dedi bangkit dari atas kasur dan memakai celana pendeknya.61778Please respect copyright.PENANACVjpMvCq9p
61778Please respect copyright.PENANA94hXYADTQc
“Atau kamu mau tetep begitu aja di depan kakak aku??” goda Mang Dedi tertawa nyeleneh.61778Please respect copyright.PENANAil2V3Octre
61778Please respect copyright.PENANAqDIhQWNdD6
61778Please respect copyright.PENANA1SX2XjOEzu
“Dih!! serius Mas!! Nanti kalau kakak Mas liat aku gimana??” tanyaku balik.61778Please respect copyright.PENANApyd1nXrp6p
61778Please respect copyright.PENANAi2E3jlk8qu
Mang Dedi lalu tersenyum santai ke arahku, “Ya gapapa Dek! kamu kan istri aku..” balasnya tertawa.61778Please respect copyright.PENANAhb4hjm7p0W
61778Please respect copyright.PENANA1lfpYZrDL9
“Emang kakak Mas gak bakal curiga??” tanyaku lagi.61778Please respect copyright.PENANAA5iQjecrmS
61778Please respect copyright.PENANAZmZJ14yu0l
“Curiga kenapa sih sayang?? udah gede ini kok. Dia pasti ngerti lah” jawab Mang Dedi mengerlingkan matanya. “Udah gapapa.. kamu pake baju aja.” lanjutnya kemudian berlalu ke arah depan.61778Please respect copyright.PENANAXjVNMT2fQb
61778Please respect copyright.PENANAS6DEquBtTt
Sambil berjalan Mang Dedi terdengar membalas perkataan kakaknya dengan suara tak kalah tinggi, “Sabar sadiki kwa!! Ada sakit ngana bataria terus” ucapnya dalam bahasa yang ikut tak kumengerti.61778Please respect copyright.PENANAnjAl7C7nGr
61778Please respect copyright.PENANAqk31WzEXxJ
Dengan cepat akupun beranjak dari atas kasur menuju kamar mandi Mang Dedi. Tanpa sadar kusentuh vaginaku dengan tangan sambil menatap nanar wajahku61778Please respect copyright.PENANAElsr2HGPxm
di depan cermin. Gelenyar panas dan ngilu masih amat terasa pada liang yang menerima sodokan penis si tukang sayur langgananku itu. Semuanya terasa seperti candu yang ingin kunikmati lagi, lagi dan lagi.61778Please respect copyright.PENANAkqM50e7hWJ
61778Please respect copyright.PENANAOmm1Hr9lxO
Dan aku benci itu semua. Benci karena hubungan kita adalah hubungan yang begitu terlarang.61778Please respect copyright.PENANAmyJ7mBDlQg
61778Please respect copyright.PENANAp5GYfcCUWJ
Bagaimana aku akan menjelaskan kepada kakak Mang Dedi tentang keberadaanku ini?? Bagaimana pula cara aku memperkenalkan diri kalau seandainya dia menanyakan apa hubunganku dengan adiknya?? atau yang lebih parah, bagaimana kalau dia mengetahui apa yang telah kami perbuat barusan??61778Please respect copyright.PENANANvXPAHkehd
61778Please respect copyright.PENANAm76zNTSjdv
Plakk!!61778Please respect copyright.PENANAB7ZXSGHNqS
61778Please respect copyright.PENANAwAnkn7apUX
Aku menampar pipiku sendiri mencoba meraih kesadaran dari rasa gugup yang menumbuhkan banyak sekali pertanyaan-pertanyaan dalam hatiku. Setelah beberapa saat mengatur nafas, aku lalu merapikan make up wajahku yang sedikit berantakan akibat pergumulanku dengan Mang Dedi barusan, lalu kemudian memakai kembali pakaianku satu persatu dan beranjak keluar dari kamar mandi.61778Please respect copyright.PENANAQrXAy2LiRX
61778Please respect copyright.PENANA5GLKwfJ2ez
Begitu aku membuka pintu, telingaku langsung menangkap beberapa suara dari arah depan kontrakan Mang Dedi seperti riuh dengan beberapa orang.61778Please respect copyright.PENANAWWsG9esm3d
61778Please respect copyright.PENANAsXNZY2vfQ6
"So tau jomblo, pas dapa suruh kaweng ngana nimau" Ucap kakak Mang Dedi dengan logat yang terdengar sangat kental seperti logat dari indonesia timur.61778Please respect copyright.PENANAsyOYmJCKv0
61778Please respect copyright.PENANAymGTVemZp5
"Serta saki, beking siksa banya orang ngana.." Lanjut kakaknya lagi.61778Please respect copyright.PENANAKSfakvRJmo
61778Please respect copyright.PENANA3cHeyuQrYI
Lalu Mang Dedi terdengar membalas, "Sok tau ngoni samua!! Kita so nda jomblo skarang doe" ucapnya dengan nada tak kalah tinggi.61778Please respect copyright.PENANA6Ja2ThS7u1
61778Please respect copyright.PENANAgQ7ops2Zh2
"Co mo lia depe foto?" Kata kakak Mang Dedi sekali lagi.61778Please respect copyright.PENANAtnVLm9yQUj
61778Please respect copyright.PENANADS29KEDPeu
Karena aku penasaran, akupun melangkahkan kakiku berjalan pelan menuju tempat Mang Dedi berada dengan hati yang berdebar-debar. Aku takut kalau Mang Dedi sedang ada masalah dengan kakaknya sehingga mereka terdengar sedikit agak ribut.61778Please respect copyright.PENANApIRHlvPDNj
61778Please respect copyright.PENANA2XoOmN4pK4
"Nda perlu foto, depe orang langsung leh kita se lia" Jawab Mang Dedi yang tiba-tiba saja berjalan muncul di depanku.61778Please respect copyright.PENANAteV3RFWneN
61778Please respect copyright.PENANAciMKybPsgb
Aku panik melihat hal tersebut sedangkan Mang Dedi hanya tersenyum menggenggam tanganku, “Ke—kenapa Mas??” tanyaku bingung.61778Please respect copyright.PENANAIrMlHsxTmY
61778Please respect copyright.PENANA5fGsK8zQDe
Namun Mang Dedi tidak menjawab dan hanya menarik tanganku berjalan mengikutinya ke arah depan, “Ni orangnya!!” ucap Mang Dedi dengan lantang.61778Please respect copyright.PENANA73CKD9lhmP
61778Please respect copyright.PENANATw344WXomU
Aku tersentak ketika melihat kalau ternyata di ruangan itu terdapat tiga orang lagi selain Mang Dedi. Mereka tampak tak kalah kaget pula melihatku tiba-tiba muncul di hadapan mereka. Rasanya kikuk, canggung dan malu saat ketiga orang yang semuanya wanita berbeda usia itu menatapku dengan tatapan tidak percaya.61778Please respect copyright.PENANAVSap6RLQFs
61778Please respect copyright.PENANA2PS8GA854c
“Sapa pe anak leh yang ngana di bawa ka rumah?” Tanya wanita paling muda yang ternyata adalah kakak dari Mang Dedi. Kutahu itu dari suaranya yang dari tadi paling sering terdengar.61778Please respect copyright.PENANAGgUhu4GlHc
61778Please respect copyright.PENANAZOqFu23fbe
Kakak Mang Dedi itu terlihat masih sedikit muda dengan kulit yang amat putih, jauh berbeda dari kulitnya Mang Dedi. Rambutnya panjang tidak diikat dan dicat dengan warna ke kuning-kuningan.61778Please respect copyright.PENANAKNLzsHsJ2r
61778Please respect copyright.PENANAtahACt6zK1
“Kita pe cewe nooo!!” balas Mang Dedi mengangkat tanganku.61778Please respect copyright.PENANAVrmC2JX9B1
61778Please respect copyright.PENANAwxGxiBATQa
Tiba-tiba aku menjadi kian gugup, walau tidak terlalu mengerti apa yang diucapkan oleh Mang Dedi dan kakaknya itu, namun aku dapat sedikit menerka bahwa aku sedang di perkenalkannya kepada mereka.61778Please respect copyright.PENANA8NXlkTtcYd
61778Please respect copyright.PENANAeHlGxQNpUk
“Jang mangaku-mangaku ngana. Mana mungkin cewe pe pasung bagini mo mau pa ngana!!” ucap salah satu wanita lagi.61778Please respect copyright.PENANAF8HlAMS1zI
61778Please respect copyright.PENANAzFdJfamWGs
Kuperhatikan wanita yang berbicara seperti meledek itu tampak lebih tua dari kakak Mang Dedi, namun lebih muda dari yang ada di sebelahnya. Dandanan wanita itu cukup mencolok, dengan make up yang cukup tebal dan lipstick merah menyala seperti yang ku pakai, rambutnya juga hitam pekat disasak cukup tinggi, memberi kesan angkuh pada penampilannya.61778Please respect copyright.PENANAs3UNo5VBx2
61778Please respect copyright.PENANAAzIY3ZRRUc
“Tante boleh tanya langsung jo pa dia..” jawab Mang Dedi menunjukku.61778Please respect copyright.PENANAOovFE7ckSA
61778Please respect copyright.PENANAmrdb9XtFqR
“Kenalin Dek. Ini Tante aku namanya Julie.” ucap Mang Dedi memberitahuku kalau yang barusan berbicara ternyata adalah tantenya.61778Please respect copyright.PENANAFEmBXLbwZo
61778Please respect copyright.PENANARx3oPnZ9r1
Aku mengangguk pelan sambil mengulurkan tanganku, “Liya Tante” ucapku memperkenalkan diri. Ditatapnya aku penuh selidik dan nanar dari ujung kaki sampai ujung kepala sebelum akhirnya dia menjabat tanganku, “Julie” jawabnya tersenyum.61778Please respect copyright.PENANAvUbVR5WrqU
61778Please respect copyright.PENANA2x2xxMnutv
“Kalau yang dari tadi cerewet terus, itu kakak aku Dek. panggil aja Kak Bela” lanjut Mang Dedi memperkenalkan kakaknya, kusalami dan kuperkenalkan namaku juga.61778Please respect copyright.PENANAtgSUqiwEFq
61778Please respect copyright.PENANARteTY1QZlD
Terakhir, tinggallah wanita yang paling tua diantara mereka bertiga. “Nah.. kalau yang terkahir ini, Mama aku tercinta. Namanya Mama Martha!!” Ucap Mang Dedi lantang seperti seorang MC di acara dangdutan.61778Please respect copyright.PENANAcT9kkM9Zpt
61778Please respect copyright.PENANA6GwSqC4QFl
Kusapa Ibu Mang Dedi tersebut dengan penuh ramah tamah sambil mengulurkan tangan. Beliau menjawabnya sambil tersenyum tak kalah ramah kepadaku. Disambutnya uluran tanganku dan kuciumi punggung tangannya dengan sopan.61778Please respect copyright.PENANAL28Zs93BEl
61778Please respect copyright.PENANAF67xd5AFSZ
“Sa--saya Liya Bu” ucapku tergugup mengucap salam.61778Please respect copyright.PENANA2uLR7SSfpQ
61778Please respect copyright.PENANAzLtO8ucuDh
Namun belum sempat ku salami dengan benar, Ibu Mang Dedi tersebut memegang erat tanganku dan langsung bertanya, “Kamu beneran pacar anak saya??” ucapnya dengan nada yang tidak percaya.61778Please respect copyright.PENANAx41ZqIXZXN
61778Please respect copyright.PENANA4tS9umAPJl
"Ah.., masa mama ba bilang bagitu!!” protes Mang Dedi cemberut.61778Please respect copyright.PENANAWlfIkmILjx
61778Please respect copyright.PENANAPWezIF3Jsu
Lalu dia segera di marahi oleh ibunya, “Sudah jo badiang jo ngana!!” tatapnya tajam.61778Please respect copyright.PENANA5hhl5Jztx5
61778Please respect copyright.PENANA1DrDtnoi7N
Aku terhening menatap ke arah Mang Dedi sebentar sebelum aku menjawab, “I—iya Bu, saya pacarnya Mas Dedi” balasku tersenyum.61778Please respect copyright.PENANAKWut04vIHv
61778Please respect copyright.PENANABmW7R29rF5
Entah apa yang terlintas dipikiranku saat itu hingga aku dengan beraninya mengaku sebagai pacarnya Mang Dedi di depan orang tuanya sendiri. Sementara pada kenyataannya, kami berdua tak lebih dari sekedar pasangan selingkuh. Namun kulihat Mang Dedi berdengus bangga mendengar jawabanku tersebut.61778Please respect copyright.PENANAqnroBL5zFE
61778Please respect copyright.PENANAlRCMHOFBme
“Tuh kan. Kalian saja yang gak pernah percaya!!” Ucapnya mencibir ketiga wanita yang ada didepannya. Sedangkan kakak dan tante Mang Dedi malah senyum-senyum sumringah meledek ke arahnya.61778Please respect copyright.PENANAqgrjt80KDz
61778Please respect copyright.PENANA6MDRJZCOxu
“Jangan panggil Ibu! Panggil mama saja.” ucap Ibu Mang Dedi memegang tanganku dengan kedua tangannya.61778Please respect copyright.PENANAH7biGXxktV
61778Please respect copyright.PENANATzOnk6mzVz
Kuperhatikan sejenak raut muka ibu Mang Dedi yang sudah bisa dibilang cukup berumur, tapi dengan potongan rambutnya yang dibuat sependek mungkin itu menambah kesan kalau dia masihlah cukup awet muda untuk ukuran wanita seusianya.61778Please respect copyright.PENANA1snYC6N3BV
61778Please respect copyright.PENANA47NglzpwxW
Kuanggukkan kepalaku pelan, “I--iya Ma!” jawabku gugup memaksa tersenyum.61778Please respect copyright.PENANAC88dQ2v2iS
61778Please respect copyright.PENANAYtOL3XsFTL
“Kamu umur berapa sekarang??” tanya Ibu Mang Dedi sekali lagi.61778Please respect copyright.PENANAF4KX7MqIq2
61778Please respect copyright.PENANAQ5uUZnw1aD
“27 tahun, Ma” balasku singkat.61778Please respect copyright.PENANA0P2DtaQTrU
61778Please respect copyright.PENANArhFpCyQffe
“Hmm... masih muda” ucap Ibu Mang Dedi mengangguk-angguk pelan.61778Please respect copyright.PENANARJN26Wd32p
61778Please respect copyright.PENANAC6pM9HYJ1a
Disebelahnya, kakak Mang Dedi bertepuk tangan, “Luar biasa pelet kau Dedi” ucapnya meledek.61778Please respect copyright.PENANAbMGXnKTOzU
61778Please respect copyright.PENANA2yhsiEK4rZ
“Enak saja! Ini murni karena cinta woi. Iya gak Dek??” tanya Mang Dedi menyentuh punggungku dengan pelan.61778Please respect copyright.PENANAyuavjcHBLS
61778Please respect copyright.PENANALyPgQVclau
Dengan sedikit malu aku kemudian mengangguk, “I—iya Kak, Mas Dedi gak pakai pelet kok” jawabku membela Mang Dedi.61778Please respect copyright.PENANAYRPCwwoK12
61778Please respect copyright.PENANAMOUkATPWwj
Memang bukanlah ilmu hitam ataupun pelet yang membuatku jatuh ke dalam pelukan Mang Dedi. Justru sikap dan caranya berkomunikasilah yang membuatku hanyut semakin melupakan diri. Apalagi di tambah dengan keperkasaan dan kejantanannya yang senantiasa memberikan kepuasan syahwat kepadaku, membuat aku semakin tidak bisa melepaskan diri dari daya pikat tukang sayur langgananku tersebut.61778Please respect copyright.PENANAPEhUNsCTV5
61778Please respect copyright.PENANAQEnz9JQtLD
“Emang sudah edan dunia ini” timpal Tante Mang Dedi menggeleng tidak percaya.61778Please respect copyright.PENANAuPJD1d5pay
61778Please respect copyright.PENANAAPuxVgAr6Q
Namun kemudian Ibu Mang Dedi tampak menyadari kalau di jari manisku terdapat sebuah cincin, “Kamu sudah menikah Liya??” tanyanya tiba-tiba mengangkat jariku.61778Please respect copyright.PENANA98dJ6zHqvd
61778Please respect copyright.PENANAfdTGloFQen
DEGH!61778Please respect copyright.PENANAzY1PzlMyIe
61778Please respect copyright.PENANAy6P93EIgCM
Hatiku berdetak kaget, jantungku bergemuruh kencang dan tubuhku merasa panas. Rasanya aliran darahku berhenti seperti terbakar dan meledak seketika, mungkin juga saat ini wajahku sedang pucat pasi kehilangan kata-kata untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh ibu Mang Dedi tersebut.61778Please respect copyright.PENANADXs8zb7Ieo
61778Please respect copyright.PENANA1qJ7729B3Z
“Jujur aja sama Mama! Gapapa kok” sambung Ibu Mang Dedi sekali lagi.61778Please respect copyright.PENANAiRnHpjnjMK
61778Please respect copyright.PENANAvEubhAdMGB
Aku kemudian mengalihkan pandanganku lagi kearah Mang Dedi seolah meminta bantuan darinya, akan tetapi Mang Dedi hanya mengangguk tersenyum memintaku agar menjawabnya sendiri entah harus berbohong atau jujur.61778Please respect copyright.PENANAPkPMZZQTBu
61778Please respect copyright.PENANAsbKckrAd9G
Ku hela nafasku pelan dan mengangguk ragu, “Su—sudah Ma” jawabku tergugup. Aku rasa tak ada gunanya berbohong karena pasti akan langsung ketahuan.61778Please respect copyright.PENANAKxS2hKXu8O
61778Please respect copyright.PENANAqzTlRh7qaO
“Tapi tetep masih mau sama bujang lapuk ini??” tanyanya kembali menunjuk Mang Dedi. Lagi-lagi aku berdiam diri sebentar, kehabisan kata-kata.61778Please respect copyright.PENANAFwy7uQfPt7
61778Please respect copyright.PENANAYTKMrzzsUD
Beruntung, akhirnya Mang Dedi memotong pembicaraan ini dan langsung saja menjawab, “Ya pasti mau lah Ma!!! Kalau gak, ngapain dia mau kesini segala. Iya gak Dek??” tanya Mang Dedi merangkul bahuku.61778Please respect copyright.PENANAVpH95O4MhP
61778Please respect copyright.PENANAfnA6TuRKkU
Aku lalu menatap bingung padanya, seolah meminta penjelasan dari perkataannya tersebut. Tapi yang kudapat dari sorot mata Mang Dedi justru sebuah permintaan untuk mengiyakan saja perkataannya mengikuti arus pembicaraan.61778Please respect copyright.PENANABkYYXQSzIk
61778Please respect copyright.PENANASMo8coUpEF
“I—iya Ma! Masih kok” jawabku mengangguk.61778Please respect copyright.PENANAtsg04nBABU
61778Please respect copyright.PENANAHOsq5GPulD
Hatiku bergemuruh dengan kencang penuh penolakan, disatu sisi aku memang masih ingin melanjutkan hubungan terlarangku ini bersama Mang Dedi, tapi di sisi lain nuraniku berkata kalau aku sudah terlalu jauh melangkah mengkhinati suamiku sendiri, bahkan dengan memberitahu ibu Mang Dedi bahwa aku masih menginginkan anaknya walau aku sudah mempunyai suamisekalipun.61778Please respect copyright.PENANASV7v2nG4Qq
61778Please respect copyright.PENANACqIxFfSbXb
Namun tanpa kuduga reaksi Ibu Mang Dedi begitu berlawanan dengan apa yang aku takutkan, ia tersenyum sumringah, “Yasudah kalau gitu gapapa” ucapnya padaku.61778Please respect copyright.PENANALzZkF4jm2t
61778Please respect copyright.PENANAiQjWB411YT
Cukup kaget juga mendengar persetujuan dari Ibu Mang Dedi walaupun dia tahu kalau statusku sudah menjadi istri dari orang lain. Namun entah kenapa dia tampak senang-senang saja setelah mengetahui hal tersebut.61778Please respect copyright.PENANATSt7SmBNli
61778Please respect copyright.PENANAr27Nvl2p1b
“Mama tidak masalah selama kamu menjaga anak Mama dengan baik” sambung Ibu Mang Dedi sekali lagi.61778Please respect copyright.PENANAxf0LhVuLgA
61778Please respect copyright.PENANAdwnvvg7QyT
Disebelahnya, kakak Mang Dedi ikut menimpali, “Iya Ma! Daripada kita terus yang repot jagain dia kalau ada apa-apa” ucapnya.61778Please respect copyright.PENANARAZVtw7JdB
61778Please respect copyright.PENANAAhHd74hMlP
“Jang ngana lupa kase selamat pa dia Dedi. Gagah ini ngana beking jadi ngana pe bini” sahut tante Mang Dedi tiba-tiba tersenyum.61778Please respect copyright.PENANAtoJu9LAAJ2
61778Please respect copyright.PENANAeEXroDdKBJ
Mang Dedi mengelus hidungnya sambil tertawa, "Wahaha.. batenang jo tante. sementara olah ini” ucapnya dengan bangga.61778Please respect copyright.PENANA954a6AYe15
61778Please respect copyright.PENANAtTVbdw7LR8
Walau aku tidak mengerti sama sekali apa yang mereka bicarakan tersebut, namun hatiku amat senang mendapati kalau aku cukup di terima baik oleh keluarga Mang Dedi. Rasanya perkenalan awalku berjalan mulus meski selanjutnya tampak seperti sebuah ajang wawancara.61778Please respect copyright.PENANARI9algcNcb
61778Please respect copyright.PENANA0GQR9UNctt
Ibu, Tante, dan Kakak Mang Dedi begitu mendominasi pembicaraan dengan melontarkan banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang mengorek lebih jauh kehidupan pribadiku. Mulai dari tempat dan asalku berada, keseharianku, hingga yang paling gila tentang hubunganku dengan suamiku sendiri.61778Please respect copyright.PENANAZTj40FYuuv
61778Please respect copyright.PENANAUcWDFhbD4Q
"So itu kwa dia suka pa ngana, lantaran depe suami pe lolo kacili." ucap Kakak Mang Dedi masih dengan bahasa daerahnya.61778Please respect copyright.PENANA2F3FyK4OZm
61778Please respect copyright.PENANAR2eFlP27Iv
Mang Dedipun tertawa membalas, “Butul komaling. Liar deng binal ini parampuan satu. Nyanda pias deng depe laki" jawabnya memelukku.61778Please respect copyright.PENANAxZqMSFumsS
61778Please respect copyright.PENANA660GixbyMm
“Kalian pada ngomong apaan sih??” ucapku bingung dan heran.61778Please respect copyright.PENANAtFivrqXlNE
61778Please respect copyright.PENANA1ZtNfQ8gjq
Kini giliran tante Mang Dedi yang menimpali, “Mereka pada bilang kamu cantik Liya” balasnya menjelaskan padaku.61778Please respect copyright.PENANAGESAzXymHg
61778Please respect copyright.PENANAIoPqKrWr6F
Seketika aku bersemu merah mendengar hal tersebut, "Dia le lebe sanang kalo kita mo bilang binal." Sambung tante Mang Dedi lagi.61778Please respect copyright.PENANAJWvd5jZDxU
61778Please respect copyright.PENANAVpiYJ562n1
"Brenti jo. Kiapa ngoni ni dia be tatawa kita pe maitua." protes Mang Dedi pada keluarganya.61778Please respect copyright.PENANATyvm1Pcvjp
61778Please respect copyright.PENANAHxntZqogjj
Namun ibu Mang Dedi tidak tinggal diam menyahuti, "So dapa ba cuki frey tagal itu ngana bela" ucapnya.61778Please respect copyright.PENANA6003oDbg3t
61778Please respect copyright.PENANAQ6cvPQKyxn
“Yang penting kita so rasa depe sadap ma" balas Mang meledek.61778Please respect copyright.PENANAgbiTUoJQyJ
61778Please respect copyright.PENANAe86pdGuWbD
Mereka bersama-sama tertawa berbarengan tanpa aku ketahui sama sekali apa yang mereka bicarakan tersebut. Aku hanya sesekali menyahuti pertanyaan mereka jika aku mengerti apa yang mereka bicarakan, lalu sisanya aku mengikuti mereka tertawa dan mengangguk-angguk saja seperti orang bodoh.61778Please respect copyright.PENANA2K1hQkvFCK
61778Please respect copyright.PENANAtchngC3Rm3
Pembicaraan kamipun semakin asik dan mulai lugas seperti orang yang sudah akrab satu sama lain, bahkan tak jarang baik Ibu ataupun tante Mang Dedi begitu bersemangat menggodaku jika hal tersebut bersangkutan dengan urusan ranjang dan topik-topik mesum.61778Please respect copyright.PENANACmNgeOz3Sz
61778Please respect copyright.PENANAX2IPXChKDE
“Wah. Berarti tadi Mama mengganggu kalian dong ya?” ucap Ibu Mang Dedi.61778Please respect copyright.PENANAKNk5jUiCUr
61778Please respect copyright.PENANAzFzlLBnUTl
Dengan santai Mang Dedi lalu menjawab, “Gak kok Ma! Udah selesai satu ronde” ucap Mang Dedi tersenyum.61778Please respect copyright.PENANAAn8DWEPXjX
61778Please respect copyright.PENANA8tPdYikfRF
“Silahkan kalau kalian mau lanjut, Mama mau balik dulu” ucap Ibu Mang Dedi mengerlingkan mata padaku. “Jangan lupa bikinin Mama cucu ya Liya” sambungnya menahan tawa menggodaku.61778Please respect copyright.PENANArO8br0Dq42
61778Please respect copyright.PENANA3ARcHt1DNz
Aku menunduk malu mengetahui kalau ibu Mang Dedi ternyata amat paham dengan apa yang baru saja aku lakukan dengan anaknya. Rasanya seperti tertangkap basah sudah berbuat sesuatu, namun ujung-ujungnya diizinkan begitu saja.61778Please respect copyright.PENANA2KSqVCckkD
61778Please respect copyright.PENANAWZPoJXWozz
“Wiihh.. Baru direstuin udah mau minta cucu aja nih!” sahut Kakak Mang Dedi. “Emang bisa kamu bisa ngasih Ded??” sambungnya menyenggol lengan Mang Dedi.61778Please respect copyright.PENANAXgIoiTSTaa
61778Please respect copyright.PENANA1xLVRvdAIj
Dengan wajah yang di tegakkan Mang Dedi lalu menjawabnya, “Ya tentu bisa dong. Ya gak Dek?” balasnya menatapku.61778Please respect copyright.PENANAm64Rr7J9iS
61778Please respect copyright.PENANAJTtfw2Y8IT
“Apaan sih Mas!! malu ahh” jawabku mencubit lengannya.61778Please respect copyright.PENANAelr2srSyFr
61778Please respect copyright.PENANAn3MtWaqZHB
Merekapun kembali tertawa terbahak-bahak begitu senang, “MAMAM!!” ucap Tante Mang Dedi meledek keponakannya itu.61778Please respect copyright.PENANALVnpPw2ygE
61778Please respect copyright.PENANAYjhZSUWeZP
Tidak berapa lama kemudian keluarga Mang Dedipun berpamitan pulang kepadaku usai berbicara panjang lebar dan bercanda riuh denganku. Tak lupa aku berjanji kepada mereka untuk sesegera mungkin mampir ke rumah besar keluarga Mang Dedi, setelah tadinya mereka mengatakan kalau mereka ingin bertemu denganku dilain hari.61778Please respect copyright.PENANAzNdDUtuPC3
61778Please respect copyright.PENANABZfR3oIed6
Setelah kepergian keluarga Mang Dedi tersebut, Beberapa kali aku melirik ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul lima sore, yang itu berarti sudah lebih dari tiga jam lamanya aku berada di rumah Mang Dedi.61778Please respect copyright.PENANAyAyMzvgUeN
61778Please respect copyright.PENANATjZOcuoORi
“Udah mau pulang Dek??” tanya Mang Dedi melihatku merapikan tempat makan yang tadi ku bawa dari rumah.61778Please respect copyright.PENANAaN3u5iEwj1
61778Please respect copyright.PENANAQeAlLkkOYk
Aku mengangguk pelan, “Iya Mas! Nanti aku dicariin suamiku. Sudah jam lima soalnya” balasku menjelaskan .61778Please respect copyright.PENANA9T2ABWmC0S
61778Please respect copyright.PENANAGxh9AJ2FE6
“Tapi aku masih pengen lagi nih” ucap Mang Dedi memelukku dari belakang. “Nanti biar aku yang nganterin kamu ke rumah deh” sambungnya sambil berbisik.61778Please respect copyright.PENANAuUx9xBfctH
61778Please respect copyright.PENANAA6sB8Naf1j
“Mas lagi sakit juga. Gausah!” balasku menolak.61778Please respect copyright.PENANA14t84IQiG4
61778Please respect copyright.PENANAMtF2cOVW8e
“Ayolah Dek. Aku kalau sama kamu bisa sembuh kok” katanya tidak menyerah.61778Please respect copyright.PENANAanQ9tfWPVU
61778Please respect copyright.PENANAvgAsHujUuW
Kueratkan pejaman mataku dan cengkraman pada baju gamisku. Begitu menggiurkannya tawaran kenikmatan dari perlakuan Mang Dedi hingga tanpa sadar aku menggigit bibir bawahku menahan gejolak birahi yang sekali lagi datang mendorong-dorong.61778Please respect copyright.PENANAA46ebsDRwI
61778Please respect copyright.PENANAl1TYvF4oiN
Aku mencoba sekuat tenaga untuk tidak terpengaruh dengan kata tersebut mengingat saat ini hari sudah cukup sore. Aku pasti akan dicurigai suamiku jika aku terlambat untuk pulang. Namun sekali lagi, aku tak dapat menguasai diriku didalam pelukan dan tindakan hangat Mang Dedi tersebut.61778Please respect copyright.PENANADIBLqETytg
61778Please respect copyright.PENANAFZBhRb9frz
“Tuh! Kamu sebenernya masih pengen juga kan!!” ucap Mang Dedi setengah berbisik.61778Please respect copyright.PENANAamYTk1ubPQ
61778Please respect copyright.PENANAjHdb3XyV4A
Mang Dedi merayapkan tangannya ke perutku, memelukku erat hingga merapatkan tubuh kami berdua. Dadanya yang sedikit berlemak itu melekat erat di punggungku. Wajahnya diletakkan begitu saja di bahuku, diantara lekukan leher yang tertutupi oleh hijab yang ku pakai.61778Please respect copyright.PENANAv6xnMYFJPu
61778Please respect copyright.PENANAKqDjk0UOL4
Membuat bulu kudukku meremang seketika, “Udah Mas!! aku mau pulang” pintaku berusaha mengatur nada suaraku yang bergetar. Menutupi debaran jantungku yang semakin tak berirama.61778Please respect copyright.PENANAGywbnIvRyr
61778Please respect copyright.PENANAQgjftrNUmH
“Jangan pulang dulu sayang ih” sahutnya santai di telingaku.61778Please respect copyright.PENANA4j9BZhf1J5
61778Please respect copyright.PENANAC9dy7OkDMt
“Tapi ini udah sore Mas!! Suamiku pasti nyariin” balasku memperingatkannya.61778Please respect copyright.PENANAbhjDQBVGea
61778Please respect copyright.PENANAApuMGaj6fD
Namun Mang Dedi tetap saja bersetingkah menekan benda keras yang ada diselangkangannya ke bagian belakang tubuhku. Seolah sedang membuktikan bahwa dia amat bergairah saat ini.61778Please respect copyright.PENANABg4xOCN9t7
61778Please respect copyright.PENANAd6wi62WF1m
“Biar aku yang tanggung jawab Dek Liya” balasnya tiba-tiba mendaratkan sebuah ciuman ringan di leherku.61778Please respect copyright.PENANAZJ1WB4uaYF
61778Please respect copyright.PENANAs3BgdYGcY4
“Oh Tuhaan jangan lagi!!” batinku hampir terlonjak.61778Please respect copyright.PENANAahq6qGyc7j
61778Please respect copyright.PENANACU5QrIX5Rh
Membuat satu desahan keluar dan lolos dari bibirku, “Ehhmmm...”61778Please respect copyright.PENANAYcIJ6FiiFa
61778Please respect copyright.PENANAh9ovb6PbfX
Mang Dedi tampak senang mendengarnya, apalagi ketika desahan lain segera menyusul keluar dari mulutku saat bibirnya mulai menyusuri bagian leher dan tengkukku. Lalu memperdalam kecupannya disitu sambil menggigit memberikan tanda cupang dari balik hijab lebar yang tengah ku pakai.61778Please respect copyright.PENANABHk5ztgOcr
61778Please respect copyright.PENANAkJgldxSMGm
Hingga akhirnya dia melepas kecupannya, “Jangan pulang dulu ya?” pintanya merajuk seketika memutar tubuhku menghadapnya.61778Please respect copyright.PENANAsknKCvs8XY
61778Please respect copyright.PENANAslCR4gPDOG
Mata Mang Dedi terlihat sayu penuh gairah menatapku. Napas kamu berdua sama-sama mulai memburu. Lalu secepat kilat, bibirnya mendarat di bibirku. Lidahnya begitu saja memasuki mulutku, berusaha melilit dan menarik lidahku.61778Please respect copyright.PENANA9SvpQw7xOX
61778Please respect copyright.PENANAfsX3woI8Mc
“Ahhh... terulang lagi..,” batinku akhirnya pasrah dalam ciuman kami yang begitu bergairah.61778Please respect copyright.PENANADuEyIXOtJ7
61778Please respect copyright.PENANAunNw2Qh2pn
Rasanya darahku kembali berdesir dan ciumanku terasa menuntut untuk kembali dipenuhi. Apalagi di tambah dengan tangan Mang Dedi yang merayap menjelajah bagian-bagian sensitif tubuhku, membuatku semakin kehilangan akal sehatku yang dari tadi sudah diburu waktu.61778Please respect copyright.PENANA7SCTuKUmSJ
61778Please respect copyright.PENANAX25DYgG5ef
“Mas kamu nakal!!” ucapku tersenyum menepuk pundaknya.61778Please respect copyright.PENANAGYmgY8qQ41
61778Please respect copyright.PENANAxFbVYwRFbS
Mang Dedi mengecupku membalasnya, “Tapi kamunya suka kan Dek Liya??” tanyanya terkekeh.61778Please respect copyright.PENANAtP3IPkTP3A
61778Please respect copyright.PENANAemjwAznup5
Mang Dedi lalu memposisikan kedua lengannya di bawah bokongku, dan dengan begitu saja tubuhku tiba-tiba melayang naik saat dia mengangkatku begitu mudah dalam gendongannya. Secara spontan aku mengalungkan lenganku erat di lehernya. Lalu kedua kakiku melingkar di pinggangnya, terkait sempurna pada tubuhnya yang menopang tubuhku dengan kedua tangannya agar aku tidak jatuh.61778Please respect copyright.PENANALVq8mUwwYf
61778Please respect copyright.PENANAmClTo5fTLT
Kami lagi-lagi berciuman dengan liar. Hingga akhirnya suara smartphoneku berdering menghentikan aksi gila ini.61778Please respect copyright.PENANATPZVH88UPZ
61778Please respect copyright.PENANA0fiTfg4CRb
“Ahh mengganggu saja!!” Ucap Mang Dedi menggeram menghentikan ciumannya.61778Please respect copyright.PENANAmM5Rm0hlC2
61778Please respect copyright.PENANAVWl9ztJ6cv
Kulirik layar hapeku sedikit melihat kalau nama “Suamiku” tertera memanggil disana. 61778Please respect copyright.PENANAngYdy0vgiy