67865Please respect copyright.PENANA3n1drbRB1o
Langit sore terlihat mendung dengan gumpalan awan-awan gelap yang seperti siap menurunkan bebannya ke bumi. Pertanda bahwa sebentar lagi akan turun hujan lebat.67865Please respect copyright.PENANADiRj6HQIOv
67865Please respect copyright.PENANAJ5dJiEG7JM
Suasana itupun nampaknya selaras dengan suasana hatiku yang tengah mendung dan kelut karena sedari pagi aku tak sempat bertemu dengan Mang Dedi.67865Please respect copyright.PENANARnKx7ipnl6
67865Please respect copyright.PENANAiCleV9CuNN
Aku bangun kesiangan gara-gara semalam aku kesulitan untuk tertidur. Itu semua karena suamiku yang hampir saja menangkap basah aku yang tengah asik bermain-main dengan tubuhku sendiri.67865Please respect copyright.PENANAHO9OujGhTV
67865Please respect copyright.PENANAIlIULnG4Nv
Bahkan sampai saat inipun, percakapanku semalam dengan suami masih saja berputar-putar jelas dalam benakku.67865Please respect copyright.PENANAfIOt6ZsrBG
67865Please respect copyright.PENANAzmPMOkkWu2
"Paha Umi gatel Bi! Makanya tadi Umi garuk" jawabku pada saat dia bertanya.67865Please respect copyright.PENANAKfQN6jZgAa
67865Please respect copyright.PENANAAkZGrwRIHg
"Tapi kok Umi kayak nyebut nama Mang Dedi gitu deh?" Selidik suamiku.67865Please respect copyright.PENANAPgANYz53u6
67865Please respect copyright.PENANAVZqoUh0taA
Hampir saja jantungku copot saat itu juga, "Ah cuma perasaan Abi aja kali!! Lagian Umi ngapain nyebut-nyebut nama Mang Dedi segala??" Jawabku dengan mantap.67865Please respect copyright.PENANAxFLhMngwbb
67865Please respect copyright.PENANAYzx5SRHaw1
Beruntung, setelahnya Suamiku mengiyakan saja alasanku tersebut tanpa merasa curiga sedikitpun.67865Please respect copyright.PENANA4ernDSsSnn
67865Please respect copyright.PENANAHmrbb5d3Vw
Namun ketika pagi hari saat semua gairah dan birahiku itu menghilang, aku jadi sedikit malu menghadapi suamiku karena telah berbohong secara terang-terangan di depannya.67865Please respect copyright.PENANAnlPR6dpg4w
67865Please respect copyright.PENANAVEovwlrtu0
Seharian aku melamun dan bertanya-tanya pada diriku sendiri. Kenapa aku bisa berubah secepat ini? Kenapa setalah semua hal buruk yang aku lakukan bersama Mang Dedi itu, tetap saja masih belum dapat memenuhi hasrat terpendam dalam diriku.67865Please respect copyright.PENANAe5OD2Q16F4
67865Please respect copyright.PENANAFDYMoOkFQB
Aku masih saja menginginkan sesuatu yang lebih. Sesuatu yang setidaknya dapat mengusir kekosongan dalam bilik hatiku seperti saat aku bercerita maupun bertukar pesan bersama Mang Dedi.67865Please respect copyright.PENANAuq9A4Jux6S
67865Please respect copyright.PENANAAoneK89sQo
Sadar rasanya aku tidak bisa bermain-main, statusku sebagai seorang istri dan seorang Ibu saja, sudah cukup menjelaskan bahwa aku sudah tak dapat melangkah lebih jauh untuk melanggar batas itu.67865Please respect copyright.PENANAKY18HKrnTV
67865Please respect copyright.PENANAWBUN7nnpGJ
Tapi apa daya, sekarang aku menyadari betapa pentingnya peran dan sosok Mang Dedi dalam mengisi kekosongan hatiku tersebut. Jadi sekali lagi, tak dapat aku pungkiri bahwa aku sudah mulai tertarik pada sosok penjual sayur itu.67865Please respect copyright.PENANA2FHb0p7syP
67865Please respect copyright.PENANAQ4oOETQvHV
"Kangen sama kamu Mas" ketikku pada keyboard smartphone yang ku genggam. Tapi dengan cepat aku menghapus kata-kata itu dan menggantinya dengan sebuah sapaan.67865Please respect copyright.PENANA3RUanhOhFm
67865Please respect copyright.PENANA22Kfwt7RWt
"Sore Mas" kirimku pada Mang Dedi.67865Please respect copyright.PENANAlLUSKl2vdR
67865Please respect copyright.PENANANDsH7BIQaN
Tak perlu menunggu lama, Mang Dedipun langsung membalas, "Sore juga Dek Liya"67865Please respect copyright.PENANAYQJ9CC6Q5w
67865Please respect copyright.PENANAlM5CILpcEj
"Mas lagi ngapain?" Tanyaku berbasa basi.67865Please respect copyright.PENANAxxuZ5A0eJE
67865Please respect copyright.PENANA8WYiTkePZI
"Lagi nongkrong nih di warungnya Haji Naim" balasnya padaku.67865Please respect copyright.PENANA9pzjMwRGp3
67865Please respect copyright.PENANAlzn3q0ESxP
"Yang deket Masjid bukan?"67865Please respect copyright.PENANAXQKZi0O7iB
67865Please respect copyright.PENANAUzAA8DsaCo
"Iya Dek Liya" balasnya singkat.67865Please respect copyright.PENANAWmvdwZKigp
67865Please respect copyright.PENANAvnDO3upoLX
Aku tersenyun sumringah, ternyata Mang Dedi kebetulan berada tak jauh dari rumahku. "Mas ngapain disana?" Tanyaku lagi.67865Please respect copyright.PENANADfIpu6V3A1
67865Please respect copyright.PENANAS7ufGnGAud
"Mau bayar utang Dek Liya. Kemaren saya pinjam duit sama Pak Haji" terang Mang Dedi secara gamblang.67865Please respect copyright.PENANAGJdblnJvg7
67865Please respect copyright.PENANA9Oy7C07j5D
"Ohh gitu.. tapi Mas bawa jas hujan kan?" Balasku khawatir.67865Please respect copyright.PENANAQHaUB5QbmS
67865Please respect copyright.PENANAN6gott7xJs
"Gak bawa sih Dek. Tadi niatnya cuma sebentar aja. Tapi Pak Haji nya malah ngajakin ngobrol"67865Please respect copyright.PENANACPVMsSV7d0
67865Please respect copyright.PENANABg3WHSOybA
"Yaudah kalau gitu Mas pulang sekarang aja. Nanti kehujanan" balasku lagi.67865Please respect copyright.PENANAvVcW095k4w
67865Please respect copyright.PENANAUt6pB79rKw
"Gak enak sama Pak Haji Dek!! Dek Liya gak punya jas hujan??" Tanya Mang Dedi tiba-tiba.67865Please respect copyright.PENANA7NvNs5Qg1l
67865Please respect copyright.PENANAhNXv7xF9PN
Aku teringat kalau suamiku biasanya punya jas hujan cadangan yang di letakkannya di bawah lemari sepatu. "Ada nih Mas" balasku setelah aku dengan cepat mengeceknya ke dalam.67865Please respect copyright.PENANAIQtrNHEK3H
67865Please respect copyright.PENANAPsTJ9mODqY
"Yaudah nanti saya mampir ke rumah Dek Liya sebelum pulang" balasnya lagi.67865Please respect copyright.PENANA8VPv6aGjXL
67865Please respect copyright.PENANAwy65DHthUd
Pucuk dicinta, ulampun tiba. Aku yang seharian tak bertemu dengan Mang Dedi itu akhirnya punya kesempatan untuk bertatap muka lagi.67865Please respect copyright.PENANA5FEjGEMO46
67865Please respect copyright.PENANALeFiIUNSWS
Suasana hatiku seketika berubah menjadi senang dan bahagia.67865Please respect copyright.PENANA8CuFJaSJST
67865Please respect copyright.PENANAleQKcewvp6
Aku mengajak anakku Tasha untuk masuk ke dalam rumah. Sebentar lagi Mang Dedi akan mampir kesini dan aku lagi-lagi merasa punya keinginan untuk tampil cantik di depannya.67865Please respect copyright.PENANA3crTyLSQuM
67865Please respect copyright.PENANARpECMq0Uow
Karena itu, aku pun memutuskan untuk mengganti baju daster yang tengah kugunakan dengan pakaian gamis yang lebih bagus. Tak lupa juga, aku sedikit merias wajahku dengan berdandan natural serta memakai parfum.67865Please respect copyright.PENANARJpOtrbgzC
67865Please respect copyright.PENANAMrq2hZiZiI
Saat semua sudah selesai, aku kemudian mematut diriku didepan kaca untuk memastikan bahwa penampilanku sudah sempurna.67865Please respect copyright.PENANAf8kQoLZYKU
67865Please respect copyright.PENANA11kUk0lz7a
Aku tersenyum sumringah, Tampak dari pantulan kaca itu wajahku bersemu merah menantikan kedatangan Mang Dedi layaknya seorang remaja yang menunggu kekasihnya.67865Please respect copyright.PENANAVShYfXDMfZ
67865Please respect copyright.PENANAD9YIqClf6i
Tapi tak dipungkiri, ada rasa takut sekaligus berdebar saat membayangkan kalau Mang Dedi benar-benar datang berkunjung ke rumahku seorang diri.67865Please respect copyright.PENANAdHe5w6Azjp
67865Please respect copyright.PENANAjNFkRLyzUQ
Rentetan perbuatan "gila" yang pernah aku lakukan dengan Mang Dedipun kembali terputar-putar dalam benakku saat aku sadar kalau aku dan penjual sayur langgananku itu akan berdua untuk sementara waktu.67865Please respect copyright.PENANABvPp9LGGcb
67865Please respect copyright.PENANAN7OEQMllNn
Sontak badanku jadi lemas dibarengi rasa panas dingin dibuatnya. Aku bertanya dalam hati, adakah kebenaran yang aku lakukan ketika dengan sadarnya aku mengundang pria lain untuk berkunjung ke rumah tanpa sepengetahuan suamiku.67865Please respect copyright.PENANAVH9M2FsH0P
67865Please respect copyright.PENANAcoOUhGZQqa
Namun semuanya seakan terlambat untuk dibatalkan karena aku mendengar pintu depanku di ketuk oleh seseorang. Dan tentu saja itu adalah suara Mang Dedi.67865Please respect copyright.PENANACiT7wn5IFR
67865Please respect copyright.PENANA3zBHd2WRm4
"Sore Dek Liya" sapanya tersenyum saat aku membukakan pintu.67865Please respect copyright.PENANA505oZn9Apn
67865Please respect copyright.PENANAodqmVYVU2I
Aku membalas senyumnya, "Sore juga Mas" ucapku merasa senang. Rasa kangenku itu telah terobati.67865Please respect copyright.PENANAajbREEqVeh
67865Please respect copyright.PENANAgE9AykItVY
"Anaknya kemana?" Tanya Mang Dedi celingak-celinguk melihat kebelakangku.67865Please respect copyright.PENANA3YFbumk7M7
67865Please respect copyright.PENANAjN9HS2eTNu
"Ada di kamar Mas. Mari masuk dulu!" Ajakku mempersilahkan.67865Please respect copyright.PENANANcyuzvoqi6
67865Please respect copyright.PENANACQrNeMr9fl
Mang Dedipun dengan terkekeh kemudian masuk ke dalam rumahku yang tidak terlalu besar ini. Aku mengajaknya duduk diruang tamu dengan perasaan yang semakin berdebar-debar.67865Please respect copyright.PENANAiLNvWK9OkD
67865Please respect copyright.PENANAu0IX348LW5
"Bentar ya Mas aku ambilin minum" ucapku beralasan untuk pergi menenangkan diri.67865Please respect copyright.PENANATLWywt2ecF
67865Please respect copyright.PENANAFlQJeSqQE4
Rupayanya memang benar apa yang dikatakan oleh orang banyak, kenyataan akan selalu lebih menakutkan dari yang aku bayangkan.67865Please respect copyright.PENANADU5u9xYFdK
67865Please respect copyright.PENANAcrycCGDzRL
Aku tadinya sempat berpikir bahwa aku tidak punya niatan lain saat mengundang Mang Dedi selain untuk meminjamkan jas hujan kepadanya.67865Please respect copyright.PENANAa7jRM9UhTW
67865Please respect copyright.PENANAjfINaV0xvO
Akan tetapi setelah sosoknya datang, aku malah dibuat sadar kalau apa yang aku lakukan ini benar-benar sebuah kesalahan besar. Terlebih ketika hubungan kami yang begitu dekat tersebut, bisa saja membuat hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di rumah ini.67865Please respect copyright.PENANAHgjRZKuRA4
67865Please respect copyright.PENANAcE3oQ3aSI6
"Aku telah mengundang serigala ke kandang kelinci." Ucapku mengutuk dalam hati.67865Please respect copyright.PENANAqAz6ZTPGSr
67865Please respect copyright.PENANAG3rWaq4XL8
Dengan pelan aku kemudian menyiapkan minuman berupa teh manis hangat untuk aku hidangkan sambil terus berusaha membenarkan degub jantungku. Aku menarik nafas dalam-dalam berulang kali sebelum akhirnya aku berjalan balik ke arah ruang tamu.67865Please respect copyright.PENANAa5ezuNvItM
67865Please respect copyright.PENANAj2Ehku5mkU
Ketika aku sampai, aku terkejut melihat Tasha anakku sudah berada dengan Mang Dedi disana, "Itu mah ayam om, bukan bebek" ucap Tasha berbicara lantang.67865Please respect copyright.PENANAjSBjSJRJje
67865Please respect copyright.PENANAHuyaRDsKoF
Mang Dedi melirik ke arahku sambil tersenyum, "Om kira itu bebek tadi" balasnya pada Tasha.67865Please respect copyright.PENANAFN1hoFgt49
67865Please respect copyright.PENANARx7BzX4t2B
"Kalau bebek itu kakinya pendek Om. Kayak gini" balas Tasha nampak bersemangat.67865Please respect copyright.PENANA2zaziRqP96
67865Please respect copyright.PENANAtFP4iOdvEo
Aku tersenyum menghampiri mereka berdua yang tampak tengah asik berbincang sambil menggambar gambar hewan di buku gambar kesukaan Tasha.67865Please respect copyright.PENANAOV9RkIF0UV
67865Please respect copyright.PENANA4cVLkuKtPh
"Caca gak jadi tidur sayang?" Tanyaku meletakkan nampan.67865Please respect copyright.PENANAZwo0yL0APF
67865Please respect copyright.PENANAJYMJaxrDb0
Anakku itu menggeleng dengan manja, "Gak jadi Mi! Aku mau menggambar sama Om ini" ucapnya terlihat begitu fokus.67865Please respect copyright.PENANAaJAbZLZGpo
67865Please respect copyright.PENANAIPSzP1SPVL
"Nah kalau yang ini namanya bebek Om" lanjut Tasha menunjukkan hasil gambarnya pada Mang Dedi.67865Please respect copyright.PENANASMB8msdY9t
67865Please respect copyright.PENANAqfshQmImmv
Mang Dedipun tampak antusias mengimbangi Tasha yang masih berumur 5 tahun itu. "Ohhh kalau kakinya pendek berarti bebek ya" balasnya yang lagi-lagi tersenyum ke arahku.67865Please respect copyright.PENANAqje3CrMt1z
67865Please respect copyright.PENANAGGbftrP2o5
Seketika rasa was-was yang ada dalam hatiku tadi menghilang setelah aku melihat kedekatan anakku dengan Mang Dedi. Aku tidak menyangka kalau Mang Dedi juga cukup pandai dengan anak-anak kecil.67865Please respect copyright.PENANA4zvgoelZQR
67865Please respect copyright.PENANAh45oqdt4qq
"Diminum Mas" ucapku menawarkan minum yang telah aku siapkan.67865Please respect copyright.PENANASW6IC65r7B
67865Please respect copyright.PENANAgBTN1anIZA
Mang Dedi terlihat mengangguk sambil kemudian menyeruput cangkir yang berisi air teh tersebut. Namun dia masih saja fokus berbincang-bincang dengan anakku Tasha.67865Please respect copyright.PENANAN5089LAukx
67865Please respect copyright.PENANAxbl4s2wBNU
"Ini bebeknya punya anak Om. Anaknya banyak" ucap Tasha mendominasi percakapan.67865Please respect copyright.PENANA11YTDHiXxY
67865Please respect copyright.PENANAGHQOM0Bmjj
Mang Dedi memangut-mangut melihat gambar yang dibuat oleh Tasha tersebut, "Kok anaknya banyak banget?" Tanya Mang Dedi.67865Please respect copyright.PENANANxpjPG1IdT
67865Please respect copyright.PENANAM4lRMZphUn
"Iya. Biar temennya juga banyak" jawab Tasha tiba-tiba.67865Please respect copyright.PENANAKl3UhJJIDw
67865Please respect copyright.PENANAUGlHTlZ5Pg
"Kalau Caca gimana? Banyak temennya juga gak?" Tanya Mang Dedi sekali lagi.67865Please respect copyright.PENANAqEXeWwg9M5
67865Please respect copyright.PENANAR41SkGezY3
Tasha kemudian menggeleng, "Caca gak ada temennya" jawab putriku tersebut begitu polos.67865Please respect copyright.PENANAqCOO8qZmKd
67865Please respect copyright.PENANAogNM6VJh6P
"Loh? Kok gapunya temen?" Tanya Mang Dedi penasaran.67865Please respect copyright.PENANALApG8lr2J0
67865Please respect copyright.PENANAMrcJzkyebU
"Iyalah. Caca kan belum punya adek Om" Ucap Tasha dengan analogi lucunya.67865Please respect copyright.PENANADl7lhPDdQd
67865Please respect copyright.PENANAKBNwd1Ejhf
Sontak tawa Mang Dedipun pecah mendengar jawaban polos anakku tersebut. "Minta dong dedeknya sama Umi" ucapnya melirikku.67865Please respect copyright.PENANAZ6Uih3EiTU
67865Please respect copyright.PENANA4quZPHbSzK
"Udah aku minta Om. Tapi belum jadi-jadi" balas Tasha cemberut.67865Please respect copyright.PENANAvuhCx0fr9R
67865Please respect copyright.PENANA4ANdoInJZg
Akupun menjadi tak tega mendengar jawaban anakku tersebut dan langsung memeluknya, "Nanti Umi bilangin sama Abi" ucapku pelan.67865Please respect copyright.PENANAI4EAqaK15i
67865Please respect copyright.PENANANRpoyfRvwR
"Tapi kan Abi kerja Mi" balas Tasha dengan polosnya.67865Please respect copyright.PENANAWhJHcabCWp
67865Please respect copyright.PENANAFCyKPZWUIg
Lalu tanpa kuduga, Mang Dedi ikut mendekat kepadaku sambil mengelus kepala Tasha, "Ntar Om yang bantuin deh" ucapnya dengan berani.67865Please respect copyright.PENANAUnftmU9mZh
67865Please respect copyright.PENANATk1mUTJXDm
Aku menatap tajam pada Mang Dedi yang terkekeh senang dengan candaannya yang memang sudah kelewat itu. Tapi tampaknya kata-kata itu sudah cukup membuat Tasha terhibur dan kembali ceria.67865Please respect copyright.PENANAOrGezw1HA5
67865Please respect copyright.PENANAUINvrCDEdP
"Om gambarin caca kambing dong!" Pinta Tasha kembali bersemangat.67865Please respect copyright.PENANAqIsjT14avH
67865Please respect copyright.PENANAAtdVcboS9Y
"Mau kambingnya berapa??" Tanya Mang Dedi bersiap mengambil pensilnya.67865Please respect copyright.PENANA1ZsaQdGySV
67865Please respect copyright.PENANAuHGIgdfrmg
Tasha berpikir sebentar memegang dagunya, "Mau empat aja Om" ucapnya mengacungkan jari.67865Please respect copyright.PENANABPHGdcGQTG
67865Please respect copyright.PENANAA1VSQEM1Xr
"Kok empat?" Tanya Mang Dedi.67865Please respect copyright.PENANAsKog7MZVTv
67865Please respect copyright.PENANAXL6pqOTbcp
"Iya, biar ada mama kambing, anak kambing, adik kambing dan Om kambing" jelasnya.67865Please respect copyright.PENANAFBM1Y8QUSw
67865Please respect copyright.PENANABrnnQsXejo
Mang Dedi melihat ke arahku sebentar sebelum akhirnya bertanya kembali pada Tasha, "Papa kambingnya kemana?"67865Please respect copyright.PENANAJNffZdkUJ0
67865Please respect copyright.PENANAwt0VfUm46I
"Papa kambingnya kan harus kerja Om" balas Tasha dengan amat polosnya.67865Please respect copyright.PENANAh6tnIHYFTI
67865Please respect copyright.PENANA4SDk4vq6Ee
Aku terhenyak mendengar jawaban anakku tersebut. Selama ini dia tidak pernah mempermasalahkan Abinya yang selalu sibuk dengan pekerjaan.67865Please respect copyright.PENANAmbhsTBPXqX
67865Please respect copyright.PENANAtUem2SuG9i
Tapi ternyata, diam-diam anakku itu juga merasakan hal yang sama denganku. Semakin hari semakin kesepian karena terlalu sering di tinggal oleh Abinya.67865Please respect copyright.PENANAwBYPIb8B45
67865Please respect copyright.PENANA130l2sA8Vz
"Om. Caca jadi ngantuk nih. Gambar Om jelek" ucap Tasha dengan gamblangnya mengomentari hasil karya Mang Dedi.67865Please respect copyright.PENANAvaeHaD4Twm
67865Please respect copyright.PENANArqyKLauibB
Aku berbalik tertawa meledek, "Iya nih. Umi kira Omnya mau gambar kambing. Kok malah jadi kebo gitu ya Ca" ucapku memanas-manasi.67865Please respect copyright.PENANA2HZFpZBmZx
67865Please respect copyright.PENANAFvebF74Qrg
"Ini kambingnya lagi hamil sayang. Makanya jadi gede" jawab Mang Dedi menjelaskan.67865Please respect copyright.PENANANZTmRBhrDk
67865Please respect copyright.PENANAt1ipS7ywXq
"Hamil itu gimana?" Tanya Tasha dengan polos.67865Please respect copyright.PENANAJXy7wpjhZG
67865Please respect copyright.PENANAeoYnwdLL1g
"Hamil itu kalau mau punya Adek" balas Mang Dedi tak kalah polosnya.67865Please respect copyright.PENANAL6VFDP07Li
67865Please respect copyright.PENANA6p3GzrBKL4
Tasha begitu antusias ketika mendengar kata "Adek" tersebut, "Berarti kalau Tasha mau punya Adek, tunggu Umi hamil dulu Om?" Tanyanya lagi.67865Please respect copyright.PENANAfn83frV124
67865Please respect copyright.PENANAi6luBrMDVJ
"Woiya dong sayang. Pinter banget kamu" ucap Mang Dedi mengelus kepala Tasha.67865Please respect copyright.PENANAIFk1VgSpdI
67865Please respect copyright.PENANAglz8YirfE5
Sikap Mang Dedi tersebut mengingatkanku kepada suamiku yang dulu juga begitu lengket dan dekat dengan Tasha. Namun karena pekerjaan, waktu untuk berduaan dan bermain seperti ini benar-benar jadi berkurang.67865Please respect copyright.PENANAlzIClnE4Ay
67865Please respect copyright.PENANA6TdvProWlD
Aku jadi sedikit bersyukur karena lagi-lagi ada sosok Mang Dedi yang bisa mengisi kekosongan itu. Walau memang hanya sebentar, tapi aku ikut merasa senang ketika Tasha dapat bermain dan menjalin hubungan dengan sosok "Ayah" sementaranya itu.67865Please respect copyright.PENANAKrLWILLLIq
67865Please respect copyright.PENANAysZ6tcwZAx
Tanpa disadari, Tasha akhirnya tertidur dalam pelukan Mang Dedi disaat hujan lebat juga ikut turun mengguyur bumi.67865Please respect copyright.PENANA3BH3WxuLuW
67865Please respect copyright.PENANAin1nlYFLCB
"Kamarnya dimana?" Tanya Mang Dedi padaku.67865Please respect copyright.PENANAOvst6IzACn
67865Please respect copyright.PENANA2DKaGG7qLs
Aku menuntun menunjukkan jalan, "Sebelah sini Mas" Ucapku mempersilahkan Mang Dedi masuk ke dalam kamar pengantinku.67865Please respect copyright.PENANAPIT6VzRKvT
67865Please respect copyright.PENANAfj6PoEdxwr
"Kamar kamu Dek?" Tanya Mang Dedi melihat sekitar.67865Please respect copyright.PENANAsXqXPTV7y3
67865Please respect copyright.PENANAjRm7FBXojV
Aku mengangguk, "Iya Mas" balasku singkat.67865Please respect copyright.PENANAufF3IM8JQv
67865Please respect copyright.PENANApqICbVmCUa
Kemudian Mang Dedi meletakkan Tasha dengan penuh kehati-hatian diatas ranjang. Dia begitu memastikan kalau posisi Tasha sudah pas dan bisa tidur dengan nyenyak sambil tak lupa memberi sebuah kecupan di kening anakku itu dengan lembut.67865Please respect copyright.PENANA0uGjZu4uNe
67865Please respect copyright.PENANAVFelZUGYKf
Hatiku merasa begitu hangat menyaksikan sisi lain dari Mang Dedi. Tak menyangka kalau sosok yang biasanya selalu bercanda hal-hal mesum itu juga dapat bersikap serius penuh dengan jiwa kebapak-bapakannya.67865Please respect copyright.PENANAUZ1607ncWs
67865Please respect copyright.PENANAvpwWqOo1eG
"Yuk" ajak Mang Dedi menarik tanganku keluar dari kamar.67865Please respect copyright.PENANArCFMSjaFym
67865Please respect copyright.PENANAirv72FPxuw
Kami kembali berjalan ke ruang tamu sambil sedikit berbincang tentang kelucuan Tasha dan tingkah lakunya yang imut. Mang Dedi juga tak kalah senangnya mengetahui kalau anakku tersebut bisa dengan cepat akrab dengan dirinya.67865Please respect copyright.PENANA34RRQGyoH6
67865Please respect copyright.PENANArgF2GsoV5b
Kami kemudian mengobrol panjang lebar sambil sesekali dibarengi dengan candaan dan gombalan. Suasanapun menjadi sudah cair karena Mang Dedi lagi-lagi menunjukkan keahliannya dalam menarik lawan jenis67865Please respect copyright.PENANAXKC2zMlTd8
67865Please respect copyright.PENANAGv72jX7gUM
"Jadi pengen punya anak" ungkap Mang Dedi tertawa.67865Please respect copyright.PENANABheg36P60C
67865Please respect copyright.PENANAyI7q2uD8R2
Aku tau kemana arah dari becandanya itu, namun aku memilih untuk tidak terlalu meladeninya, "Cari istri Mas" balasku berdehem.67865Please respect copyright.PENANAG29rXEe7mU
67865Please respect copyright.PENANArJvTElT8Mh
"Gak ada yang mau sama penjual sayur kayak saya. Apalagi udah tua begini" balasnya merendah.67865Please respect copyright.PENANAg9kcTFIhCX
67865Please respect copyright.PENANARXcWy9beWP
"45 masih belum terlalu tua kali Mas" jawabku tidak setuju.67865Please respect copyright.PENANAGxF7MHRPXQ
67865Please respect copyright.PENANAJFJG7yR5Bh
"Tetep saja Dek Liya. Lagian saya ini minoritas, susah kalau nyari pasangan. Ada yang pas, tapi ga seiman. Ada yang seiman, tapi gamau sama saya." Tawa Mang Dedi pecah.67865Please respect copyright.PENANAldBPeTcAQu
67865Please respect copyright.PENANAHsrSH2UAXH
"Ah Mas bisa aja merendahnya" ucapku meledek.67865Please respect copyright.PENANABcI5cVSNOS
67865Please respect copyright.PENANATDThLOfynk
Mang Dedi masih saja tertawa, "Untung saya ketemu sama Dek Liya" ucapnya lagi.67865Please respect copyright.PENANA80FbSm7oVK
67865Please respect copyright.PENANAxqkrze8UBs
"Kok gitu?" Tanyaku penasaran.67865Please respect copyright.PENANAx9SL33JDld
67865Please respect copyright.PENANAiDa9rv74T9
"Iyalah. Dek Liya orangnya baik. Ga pernah mandang rendah ke saya" jawabnya memujiku.67865Please respect copyright.PENANA2pblJZgC9N
67865Please respect copyright.PENANAldYmBwJGuW
Aku mengulum lidahku tersenyum karenanya, "Gombal banget" balasku singkat.67865Please respect copyright.PENANA6WzoCDsuDp
67865Please respect copyright.PENANA3Vo6IcDEeP
Saat itu, ku mendapati kalau sesekali mata Mang Dedi melirik ke arah dadaku. Malu rasanya di tatap seperti itu oleh laki-laki lain selain suamiku. Namun kupilih membiarkannya saja karena sebetulnya kami sudah pernah melakukan hal yang lebih dari sekedar pandang memandang67865Please respect copyright.PENANAuUsrBUiCO7
67865Please respect copyright.PENANA2oEyFsJazk
"Emangnya Mas pengen punya istri yang kayak gimana?" Lanjutku bertanya.67865Please respect copyright.PENANAuHQOc8OmZw
67865Please respect copyright.PENANAxN87wXEnX1
Mang Dedi tampak diam sejenak sebelum akhirnya dia memberanikan diri menjawab, "Maaf kalau saya lancang, tapi saya pengen punya istri yang seperti Dek Liya. Wajahnya, sifatnya, badannya, suaranya. Semuanya saya pengen" ucapnya berterus terang.67865Please respect copyright.PENANAeVUK2DChai
67865Please respect copyright.PENANAtTT3f7DuB2
Aku tertegun oleh jawaban Mang Dedi, rasa malu yang amat sangat tiba-tiba timbul dalam diriku.67865Please respect copyright.PENANAPuwhnd5pDj
Terasa wajahku tebal dan panas seketika itu juga. Akan tetapi tak dapat di pungkiri, perasaan bangga juga ikut menyeruak dalam hatiku.67865Please respect copyright.PENANA30JMb02eDB
67865Please respect copyright.PENANAhjtnmOAr8z
Aku diam sejenak, menatap ke arah Mang Dedi yang juga menatapku dalam diam. Dalam tatapannya itu, tersirat dengan sangat jelas kalau dia benar-benar jujur menginginkan aku.67865Please respect copyright.PENANA6Nsg4xDcNo
67865Please respect copyright.PENANAe6HRuo1vFF
Tapi akalku sadar, "Ini salah Mas" ucapku menunduk saat dia beranjak mendekat padaku.67865Please respect copyright.PENANAMqrbUvcKWI
67865Please respect copyright.PENANAjnB1NZQ8Jn
Aku seperti kehilangan tenaga dan lemas saat itu juga. Bukan karena aku kena guna-guna atau semacamnya. Tapi karena aku sadar kalau aku sudah tak dapat menghindar lagi.67865Please respect copyright.PENANA2JYElzIwz4
67865Please respect copyright.PENANAS4TksfFARD
Aku berniat menolak. Tak mau kembali mengkhianati suamiku lebih dari sebelumnya. Namun perasaanku untuk menghalangi semua ini terhalang oleh perasaan aneh yang sukar untuk aku jelaskan dengan kata-kata.67865Please respect copyright.PENANAczTmqcTeJw
67865Please respect copyright.PENANAqcFrV28M3W
"Dek Liya" panggil Mang Dedi setengah berbisik menghampiriku.67865Please respect copyright.PENANADG5ZawX7DS
67865Please respect copyright.PENANABf8AK7uECD
Seolah terpanggil, aku mengangkat wajahku perlahan-lahan menghadapnya. Wajah kami berada begitu dekat hingga terlihat jelas keseriusan dalam raut Mang Dedi.67865Please respect copyright.PENANA0cHhzBtRX3
67865Please respect copyright.PENANA5tlnEe6CWM
Mataku kian terasa berat saat wajah Mang Dedi semakin mendekat kearahku. Aku akhirnya memejamkan mata, menandakan bahwa aku telah merelakan segala tindakan yang ingin Mang Dedi lakukan kepada ku.67865Please respect copyright.PENANAhFBaZdnNuL
67865Please respect copyright.PENANAqYyYffocB3
Saat itulah, Bibir kamipun kemudian bersatu saling menemukan dengan mesra. Meski dalam perasaan yang tak jelas dan keliru dengan tindakan ku itu, naluri dengan cepat mengambil alih tubuhku untuk melangkah maju.67865Please respect copyright.PENANA85ei6wGmmh
67865Please respect copyright.PENANA3IViDycYFv
"Masshhh..." ucapku dengan lirih.67865Please respect copyright.PENANAnS6Le4ZJFl
67865Please respect copyright.PENANAjmk1yONZTT
Nafas ku semakin tidak teratur akibat perbuatan Mang Dedi. Aku membiarkan tubuhku itu di peluk dan diraba olehnya tanpa ada tindakan untuk memprotes sama sekali.67865Please respect copyright.PENANABU2sXngg7Q
67865Please respect copyright.PENANA4UlLUNDBlf
Aku hanya merasa kalau saat ini tubuhku seperti berada di awang-awang ketidakpercayaan karena merasa suka di dekap dengan lembut oleh laki-laki lain selain suamiku.67865Please respect copyright.PENANAtg4Y0FvnyD
67865Please respect copyright.PENANAoZZIwWR2Xs
Tangan Mang Dedi juga tak melepaskan peluang untuk terus meraba-raba ke arah punggungku seperti sedang mencari sesuatu disana. Dalam keadaan bersandar itu, Tanganku pun tanpa disuruh memeluk leher Mang Dedi dengan kuatnya seakan tak mau lepas dari sana.67865Please respect copyright.PENANA8NTsmECwJ8
67865Please respect copyright.PENANAtAtvj9sgNG
Agak lama juga rasanya kami berciuman penuh gairah saling melumat satu sama lain. Ditambah dengan suasana dingin dan hujan yang begitu lebat diluar sana, semakin membuatku bernafsu dan lupa diri dengan statusku.67865Please respect copyright.PENANAK6P9bxbEpz
67865Please respect copyright.PENANA9WryIlVUEq
"Drrrttttttttttt...." suara resleting gamisku terdengar berbunyi. Ternyata sedari tadi, benda itulah yang dicari oleh Mang Dedi dibagian punggungku.67865Please respect copyright.PENANA1Klt022C0g
67865Please respect copyright.PENANAhRJTmKLNQ3
Dengan penuh kehati-hatian, Mang Dedi terus mencium keningku, hidungku, pipiku, sebelum akhirnya dia berhenti sejenak.67865Please respect copyright.PENANABYGB0ARHKa
67865Please respect copyright.PENANAQEhUsbTKKj
"Mas buka ya sayang??" ijinnya berkata lembut padaku.67865Please respect copyright.PENANAqWnXRwqSGu
67865Please respect copyright.PENANAD1iEKmFeTZ
Aku terdiam sebentar, detak jantungku berdegup sangat kencang. Perasaanku tidak karuan. Antara takut dan menginginkannya.67865Please respect copyright.PENANA5HRRHqOSM0
67865Please respect copyright.PENANAwesNyNrKuD
Tapi aku mengangguk pelan. Dalam hati aku berkata kalau semua sudah terlanjur. Pilihannya hanya tinggal menikmati saja.67865Please respect copyright.PENANA90bgNqyKbE
67865Please respect copyright.PENANAaMGpWEIYOb
Mang Dedipun tersenyum. Dia menatapku dengan tatapan penuh nafsu hingga seluruh bulu kudukku terasa berdiri.67865Please respect copyright.PENANAflvmuxOH8G
67865Please respect copyright.PENANAPYI519MUsb
Seiring dengan tatapannya yang tajam itu, dia menarik sedikit demi sedikit pinggiran gamisku ke arah bawah melewati pundakku.67865Please respect copyright.PENANA4Mgw5ShfcA
67865Please respect copyright.PENANAp74CM0oiCh
Aku memajamkan mata tak berani melihat bagaimana saat ini aku tengah dilucuti oleh pria yang bukan suamiku tersebut.67865Please respect copyright.PENANA7F1ktPPm8t
67865Please respect copyright.PENANAIMcFBujjWv
"Cantik sekali" Ucap Mang Dedi mengomentari. 67865Please respect copyright.PENANAd2a3l5m5ky